<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-599614232927624936</id><updated>2011-04-21T18:27:07.424-07:00</updated><category term='KBPL Dalam Berita'/><category term='Kegiatan KBPL'/><category term='Profil KBPL'/><category term='Opini'/><title type='text'>KBPL</title><subtitle type='html'>Kantor Bahasa Provinsi Lampung</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>KBPL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16084828709541586164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SUbCMBDnCxI/AAAAAAAAACA/Ak51aB4usOs/S220/Copy+1+of+Image028.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>48</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-599614232927624936.post-7493608105217511946</id><published>2009-04-12T21:56:00.000-07:00</published><updated>2009-04-12T22:34:07.326-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kegiatan KBPL'/><title type='text'>FESTIVAL MUSIKALISASI PUISI 2009</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SeLGw0bQnXI/AAAAAAAAAPE/BtZqwA2yVAk/s1600-h/Festival+Musikal+Puisi+%28Danang%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 202px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SeLGw0bQnXI/AAAAAAAAAPE/BtZqwA2yVAk/s320/Festival+Musikal+Puisi+%28Danang%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324036251514346866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Puisi Wajib:&lt;br /&gt;“Kerawang-Bekasi” Karya Chairil Anwar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi Pilihan:&lt;br /&gt;- “Tanah Air Mata” Karya Sutardji Calzoum Bachri&lt;br /&gt;- “Bara Juang” Karya Budhi Setyawan &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;- “Nyanyian Untuk Yang Dilupakan” Karya Ramadhan K.H.&lt;br /&gt;- “Elegi Tanah Airku” Karya Aspar Paturusi&lt;br /&gt;- "Cahya Merdeka" Karya Rustam Effendi&lt;span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/599614232927624936-7493608105217511946?l=kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/feeds/7493608105217511946/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=599614232927624936&amp;postID=7493608105217511946' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/7493608105217511946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/7493608105217511946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/2009/04/festival-musikalisasi-puisi-2009.html' title='FESTIVAL MUSIKALISASI PUISI 2009'/><author><name>KBPL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16084828709541586164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SUbCMBDnCxI/AAAAAAAAACA/Ak51aB4usOs/S220/Copy+1+of+Image028.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SeLGw0bQnXI/AAAAAAAAAPE/BtZqwA2yVAk/s72-c/Festival+Musikal+Puisi+%28Danang%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-599614232927624936.post-4206947157260313974</id><published>2008-12-17T02:13:00.000-08:00</published><updated>2008-12-17T02:17:02.291-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KBPL Dalam Berita'/><title type='text'>DIKLAT JURNALISTIK: MAHASISWA PERTANYAKAN RANCANGAN UU KEBAHASAAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bandarlampung (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lampost/Ant&lt;/span&gt;): Para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Provinsi Lampung antusias mempertanyakan Rancangan Undang Undang (RUU) Kebahasaan yang kini dalam proses di Kantor Pusat Bahasa dan Depdiknas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Diklat Jurnalistik Mahasiswa Tingkat Dasar (DJMTD) yang diselenggarakan Lembaga Penerbitan Mahasiswa (LPM) &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Republica&lt;/span&gt; FISIP Universitas Lampung (Unila) di Bandar Lampung, Sabtu (21/12), para mahasiswa itu mencemaskan adanya UU Kebahasaan justru makin mengekang masyarakat menjadi tidak kreatif dan monoton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka khawatir UU itu akan membelenggu keberanian dan kebebasan wartawan menulis dan memberitakan fakta yang terjadi di tengah masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun para mahasiswa itu, di antaranya dari IAIN Raden Intan Bandarlampung dan Unila, tetap mengharapkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar terus dipromosikan kepada masyarakat luas tanpa mengekang kreativitas dan kebebasan warga negaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mengharapkan media massa dan para wartawan tidak terus menyebarkan penggunaan bahasa Indonesia secara serampangan yang melanggar kaidah dan ketentuan bahasa Indonesia yang baik dan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, mereka menyarankan adanya lomba bagi media massa pengguna bahasa Indonesia terbaik serta tokoh berbahasa terbaik dalam pergaulan sehari-hari dapat dilaksanakan Kantor Bahasa di Lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DJMTD oleh LPM &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Republica&lt;/span&gt; FISIP Unila diikuti sekitar 25 aktivis pers mahasiswa dari PTN/PTS di Lampung, berlangsung sejak Jumat (15/12) dan berakhir Minggu (16/12), dengan menghadirkan pimpinan media massa di Lampung, praktisi komunikasi serta sejumlah wartawan dan penulis di Lampung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2007122201513831"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lampung Post&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, Sabtu, 22 Desember 2007&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/599614232927624936-4206947157260313974?l=kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/feeds/4206947157260313974/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=599614232927624936&amp;postID=4206947157260313974' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/4206947157260313974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/4206947157260313974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/2008/12/bandarlampung-lampostant-para-mahasiswa.html' title='DIKLAT JURNALISTIK: MAHASISWA PERTANYAKAN RANCANGAN UU KEBAHASAAN'/><author><name>KBPL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16084828709541586164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SUbCMBDnCxI/AAAAAAAAACA/Ak51aB4usOs/S220/Copy+1+of+Image028.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-599614232927624936.post-5971149540331936640</id><published>2008-12-17T01:52:00.000-08:00</published><updated>2008-12-17T02:13:07.665-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KBPL Dalam Berita'/><title type='text'>32 BAHASA DI PAPUA BERPOTENSI PUNAH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bandarlampung, Sabtu--Indonesia memiliki sekitar 746 bahasa daerah, namun yang terdeteksi hanya sekitar 400 bahasa, bahkan ada yang sudah punah, seperti di Papua (9 bahasa) dan Maluku Utara (1 bahasa). "Bahasa yang punah itu karena tidak lagi digunakan oleh masyarakat pendukungnya, baik sebagai sarana pengungkap maupun komunikasi," kata Kepala Pusat Bahasa Jakarta Dendy Sugono di Bandar Lampung, Sabtu (17/5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut prediksi peneliti, lanjutnya, dalam waktu 100 tahun ke depan bahasa-bahasa di dunia akan tinggal 50 persen, sedangkan sisanya akan punah mengingat kuatnya pengaruh bahasa-bahasa utama dalam kehidupan global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga menuturkan, di Papua ada sembilan bahasa yang telah punah, yakni di Kabupaten Sarmi tiga bahasa (Bapu, Darbe, dan Wares), di Jayapura dua bahasa (Taworta dan Waritai), di Jayawijaya dua bahasa (Murkim dan Walak), Manokwari satu bahasa (Meoswar), dan di Rajaampat satu bahasa (Loegenyem). Bahasa di Maluku Utara yang telah punah adalah bahasa Ibu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan yang berpotensi punah di Papua ada sekitar 32 bahasa (penuturnya 2-100 orang), di Sarmi 10 bahasa, Jayapura enam bahasa, Waropeng tujuh bahasa, Jayawijaya tiga bahasa, Merauke satu bahasa, Paniai satu bahasa, Teluk Wondana dua bahasa, Sorong Selatan satu bahasa, dan Fakfak satu bahasa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di Maluku Utara, bahasa yang terancam punah adalah bahasa Kau. Selain data tersebut, ujar Dendy, cukup banyak bahasa daerah yang jumlah penuturnya di bawah 1.000 orang. "Bagaimanapun kondisi itu mengkhawatirkan kelangsungan hidup bahasa-bahasa daerah tersebut, terutama yang memiliki penutur kurang dari 1.000 orang," katanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Karena itu, perlu dipikirkan strategi yang sangat tepat dalam mempertahankan bahasa daerah yang memiliki peran penting dalam komunitas pendukungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/05/17/14343378/32.bahasa.di.papua.potensi.punah"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kompas&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, Sabtu, 17 Mei 2008&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/599614232927624936-5971149540331936640?l=kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/feeds/5971149540331936640/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=599614232927624936&amp;postID=5971149540331936640' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/5971149540331936640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/5971149540331936640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/2008/12/32-bahasa-di-papua-berpotensi-punah.html' title='32 BAHASA DI PAPUA BERPOTENSI PUNAH'/><author><name>KBPL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16084828709541586164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SUbCMBDnCxI/AAAAAAAAACA/Ak51aB4usOs/S220/Copy+1+of+Image028.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-599614232927624936.post-2158852099998062066</id><published>2008-12-16T20:19:00.000-08:00</published><updated>2008-12-16T20:21:40.463-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KBPL Dalam Berita'/><title type='text'>KATA-KATA DALAM SINETRON DINILAI VULGAR</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jika fenomena itu dibiarkan, bukan saja akan merusak kaidah Bahasa Indonesia, tapi bahkan bisa membuat anak-anak Indonesia menjadi berbahasa dan berperilaku buruk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lampung, pelitanews.com – Penggunaan Bahasa Indonesia dalam sinetron di Indonesia dinilai tidak mendidik dan menjurus kasar. Bukan saja di sinetron, di film-film pun artis Indonesia yang terlibat di dalamnya kerap menggunakan dialog yang mengajarkan anak-anak berpeliku dan berbahasa buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pernyataan tersebut terungkap dari sejumlah pendidik dalam acara Sosialisasi Rancangan Undang-Undang Kebahasaan oleh Pusat Bahasa melalui Kantor Bahasa Provinsi Lampung yang disampaikan Sukiman  dari Pusat Bahasa dan Tim, serta Kepala Kantor Bahasa Lampung Agus Sri Danardana, baru-baru ini di Bandar Lampung.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa film dan sinetron Indonesia disiarkan, (kebanyakan disiarkan di stasiun televisi swasta) sering menggunakan bahasa yang dinilai kasar, vulgar dan tidak layak didengar terutama oleh anak-anak. Pendapat tersebut diungkapkan sejumlah guru yang hadir dalam acara sosialisasi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya secara sengaja pernah memantau penggunaan bahasa pada sinetron di televisi. Paling tidak, setiap hari terdapat 100 lebih kata-kata yang tergolong kasar dan tidak pantas didengar. Tetapi justru digunakan setiap hari dan dapat dengan mudah ditonton anak-anak,” ungkap salah seorang guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menilai, jika fenomena itu dibiarkan, bukan saja akan merusak kaidah Bahasa Indonesia, tapi bahkan bisa membuat anak-anak Indonesia menjadi berbahasa dan berperilaku buruk. “Penggunaan bahasa yang dialihbahasakan dari sinetron asing ke dalam Bahasa Indonesia malah lebih baik, santun, dan menerapkan kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait mnasalah ini, Pusat Bahasa diharapkan dapat mengambil tindakan yang diperlukan agar penayangan sinetron dan film yang kerap menggunakan bahasa kasar dan kurang mendidik itu dapat ditertibkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara dalam draf RUU Kebahasaan, disebutkan bahwa pengaturan dalam penggunaan Bahasa Indonesia, bahasa asing, dan bahasa daerah terutama untuk para pejabat publik, penggunaan kata-kata dan kalimat nama-nama tempat umum, penggunaan bahasa di media massa yang harus memenuhi ketentuan kaidah bahasa yang baik dan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://pelitanews.com/news/122/ARTICLE/1844/2008-02-23.html"&gt;pelitanews.com&lt;/a&gt;, 23 Februarui 2008&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/599614232927624936-2158852099998062066?l=kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/feeds/2158852099998062066/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=599614232927624936&amp;postID=2158852099998062066' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/2158852099998062066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/2158852099998062066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/2008/12/kata-kata-dalam-sinetron-dinilai-vulgar.html' title='KATA-KATA DALAM SINETRON DINILAI VULGAR'/><author><name>KBPL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16084828709541586164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SUbCMBDnCxI/AAAAAAAAACA/Ak51aB4usOs/S220/Copy+1+of+Image028.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-599614232927624936.post-383302895836157693</id><published>2008-12-16T20:03:00.000-08:00</published><updated>2008-12-16T20:23:02.279-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KBPL Dalam Berita'/><title type='text'>PENGGUNAAN BAHASA DALAM SINETRON INDONESIA DINILAI KASAR</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kapanlagi.com--Para pendidik di Bandarlampung, Jumat (16/11), menilai, penggunaan Bahasa Indonesia pada film-film dan sinema elektronik (sinetron) di televisi di Indonesia cenderung sangat kasar, tidak mendidik, serta cenderung mengajarkan anak-anak dan remaja berbahasa buruk dan berperilaku kurang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penilaian terhadap film dan sinetron Indonesia itu, diungkapkan pada Sosialisasi Rancangan Undang-Undang Kebahasaan oleh Pusat Bahasa melalui Kantor Bahasa Provinsi Lampung yang disampaikan Sukiman (Pusat Bahasa) dan Tim, serta Agus Sri Danardana (Kepala Kantor Bahasa Lampung).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah guru Bahasa Indonesia menyebutkan contoh beberapa film dan sinetron Indonesia disiarkan umumnya televisi swasta yang kerapkali menggunakan bahasa yang dinilai "vulgar", serampangan, kasar, dan tidak layak didengar terutama oleh anak-anak dan generasi muda bertaburan setiap saat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Salah satu guru sampai memantau penggunaan bahasa pada sinetron di televisi itu, setidaknya setiap hari terdapat 100-an buah kata yang tergolong kasar dan tidak pantas didengar justru digunakan setiap hari dan dapat dengan mudah ditonton anak-anak maupun generasi muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau dibiarkan bukan saja akan merusak kaidah Bahasa Indonesia, tapi bahkan bisa membuat anak-anak kita menjadi berbahasa dan berperilaku buruk," kata Yusuf, salah satu pendidik itu pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia justru membandingkan dengan penggunaan bahasa yang disulihbahasakan dari sinetron asing ke dalam Bahasa Indonesia yang lebih baik, santun, dan menerapkan kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa sinetron atau film asing bahasanya malah lebih bagus, sopan dan santun, tapi film dan sinetron kita yang kasar dan sembarangan malah dibiarkan saja," tanya dia lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pusat Bahasa diharapkan dapat menertibkan dan mengambil tindakan yang diperlukan agar penayangan sinetron dan film yang kerap menggunakan bahasa kasar dan kurang mendidik itu, dapat ditertibkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ketentuan draf RUU Kebahasaan, pengaturan dalam penggunaan Bahasa Indonesia, bahasa asing, dan bahasa daerah terutama untuk para pejabat publik, penggunaan kata-kata dan kalimat nama-nama tempat umum, penggunaan bahasa di media massa yang harus memenuhi ketentuan kaidah bahasa yang baik dan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun untuk kepentingan kesenian dan sastra, agama, adat istiadat, dinyatakan tidak berlaku aturan penggunaan Bahasa Indonesia yang baku, baik dan benar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.kapanlagi.com/h/0000200038.html"&gt;Kapanlagi.com&lt;/a&gt;,  17 November 2007&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/599614232927624936-383302895836157693?l=kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/feeds/383302895836157693/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=599614232927624936&amp;postID=383302895836157693' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/383302895836157693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/383302895836157693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/2008/12/penggunaan-bahasa-dalam-sinetron.html' title='PENGGUNAAN BAHASA DALAM SINETRON INDONESIA DINILAI KASAR'/><author><name>KBPL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16084828709541586164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SUbCMBDnCxI/AAAAAAAAACA/Ak51aB4usOs/S220/Copy+1+of+Image028.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-599614232927624936.post-5635587430174381715</id><published>2008-12-16T19:55:00.000-08:00</published><updated>2008-12-16T20:23:18.292-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KBPL Dalam Berita'/><title type='text'>KONGRES BAHASA-BAHASA DAERAH REKOMENDASIKAN UU BAHASA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kapanlagi.com--Kongres Bahasa-Bahasa Daerah Wilayah Barat di Bandarlampung berlangsung dua hari sejak Senin (12/11) merekomendasikan dukungan bagi penetapan Rancangan Undang Undang Kebahasaan menjadi UU Kebahasaan, untuk memberikan perlindungan secara utuh terhadap bahasa daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Kantor Bahasa Provinsi Lampung, Agus Sri Danardana yang membacakan rumusan rekomendasi hasil Kongres Bahasa-Bahasa Daerah wilayah Barat, di Bandarlampung, Selasa siang, menyebutkan kondisi bahasa-bahasa daerah di Indonesia kini memprihatinkan, beberapa di antaranya bahkan terancam punah, dan itu tidak dapat dibiarkan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, hasil Kongres itu merekomendasikan berbagai pihak perlu mendukung dan ikut memperjuangkan RUU Kebahasaan menjadi Undang-Undang Kebahasaan sebagai landasan dalam upaya melindungi, melestarikan, dan mengembangkan bahasa dan sastra daerah sebagai manifestasi Pasal 32, 36, dan 36c Undang-Undang Dasar 1945.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam kongres yang diikuti utusan dari berbagai daerah di Sumatera, Kalimantan, DKI Jakarta, Jawa, NTT dan Bali itu, terungkap bahwa bahasa dan sastra daerah sebagai bagian dari kebudayaan nasional merupakan lambang kebanggaan dan identitas daerah, sarana komunikasi serta pendukung budaya daerah dan budaya nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pada era global seperti saat ini, keberadaan bahasa dan sastra daerah makin terancam akibat berbagai perubahan yang terjadi di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi tersebut harus segera diatasi melalui penanganan secara sungguh-sungguh, terarah, dan terencana, baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, dengan melibatkan lembaga sosial dan lembaga adat di daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, berbagai potensi yang tersedia harus digali dan dimanfaatkan semaksimal mungkin agar bahasa dan sastra daerah tetap lestari, terpelihara, dan berkembang sehingga kedudukan dan fungsi serta peran bahasa daerah pun makin mantap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah poin yang dirumuskan sebagai rekomendasi hasil Kongres Bahasa-Bahasa daerah itu, di antaranya menyatakan potensi bahasa dan sastra daerah serta nilai-nilai luhur dan kearifan lokal yang terkandung di dalamnya, perlu dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menepis budaya global yang dapat mengancam keberadaan bahasa dan sastra daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guna mendukung upaya pemeliharaan, pelestarian, dan pengembangan bahasa serta sastra daerah, termasuk untuk keperluan perumusan bahasa yang standar di setiap daerah, perlu dilakukan penelitian terhadap berbagai aspek kebahasaan dan kesusasteraan daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu pula dilakukan inventarisasi, dokumentasi, dan kodifikasi terhadap bahasa dan sastra daerah dalam bentuk kamus, tata bahasa, ensiklopedia, dan sejenisnya sebagai acuan bagi masyarakat dalam upaya peningkatan penguasaan bahasa daerah dan peningkatan apresiasi terhadap sastra daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penguasaan terhadap bahasa daerah dan sikap apresiatif terhadap sastra daerah perlu diturunkan kepada generasi penerus bangsa melalui pengajaran, baik di jalur formal (sekolah) maupun jalur informal (keluarga dan masyarakat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perlu dilakukan berbagai upaya untuk menanamkan kecintaan dan kebanggaan generasi penerus bangsa terhadap bahasa dan sastra daerah," kata Sri Agus Danardana pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kongres juga merekomendasikan agar bahasa daerah tetap lestari dan mampu mengemban fungsinya sebagai sarana komunikasi kedaerahan, dan karena itu peran serta dan kesadaran serta dukungan segenap komponen masyarakat, baik perseorangan, lembaga-lembaga sosial, lembaga adapt, maupun pemerintah sangat diperlukan, dengan tetap menggunakan bahasa daerah tersebut dalam ranah keluarga, adat istiadat, dan seni budaya daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga-lembaga sosial, lembaga-lembaga pemangku adat, media massa lokal, dan komunitas sastra perlu diberdayakan dan diperankan dalam upaya penanganan terhadap bahasa dan sastra daerah di setiap provinsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 40 Tahun 2007 tentang Pedoman bagi Kepala Daerah dalam Pelestarian dan Pengembangan Bahasa Negara dan Bahasa Daerah, perlu digunakan sebagai acuan dalam penanganan bahasa dan sastra daerah serta dijabarkan ke dalam peraturan-peraturan daerah di setiap provinsi untuk mendukung upaya pemeliharaan, pelestarian, dan pengembangan bahasa serta sastra daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah daerah dan lembaga-lembaga terkait di daerah, perlu memberikan dukungan dan fasilitasi terhadap upaya-upaya pemeliharaan, pelestarian, dan pengembangan bahasa serta sastra daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Evaluasi Kantor Pusat Bahasa dan hasil penelitian para ahli bahasa, menunjukkan dari sebanyak lebih 740 bahasa daerah yang dikenal di Indonesia, praktis hanya sekitar 13 bahasa daerah saja yang masih dalam kondisi "aman", dengan penutur dan pengguna masih banyak serta memiliki aksara dan tata bahasa telah dibukukan atau didokumentasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami harapkan setiap Pemda yang memiliki bahasa daerah masing-masing dapat bertanggungjawab untuk mengembangkan dan melestarikan bahasa daerahnya, sehingga tidak sampai mengalami kepunahan," kata Kepala Bidang Pembinaan Pusat Bahasa, Drs. Mustakim M.Hum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.kapanlagi.com/h/0000199473_print.html"&gt;Kapanlagi.com&lt;/a&gt;,  November 2007&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/599614232927624936-5635587430174381715?l=kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/feeds/5635587430174381715/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=599614232927624936&amp;postID=5635587430174381715' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/5635587430174381715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/5635587430174381715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/2008/12/kongres-bahasa-bahasa-daerah.html' title='KONGRES BAHASA-BAHASA DAERAH REKOMENDASIKAN UU BAHASA'/><author><name>KBPL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16084828709541586164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SUbCMBDnCxI/AAAAAAAAACA/Ak51aB4usOs/S220/Copy+1+of+Image028.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-599614232927624936.post-6091998263383285012</id><published>2008-12-16T19:47:00.000-08:00</published><updated>2008-12-16T19:49:29.007-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KBPL Dalam Berita'/><title type='text'>PENULISAN NAMA BANDARLAMPUNG DIANJURKAN DISAMBUNG</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kapanlagi.com--Kantor Bahasa Provinsi Lampung (KBPL) menganjurkan media massa dan semua pihak, dapat menggunakan penulisan nama Kota "Bandarlampung" (ibukota Provinsi Lampung) dengan digabungkan bukan dipisahkan ("Bandar Lampung").&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hal itu agar sejalan dengan standar baku penamaan yang ditetapkan oleh Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal), serta sesuai dengan aturan ejaan bahasa Indonesia yang baik dan benar," kata Kepala KBPL, Agus Sri Danardana, di Bandarlampung, Selasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agus menjelaskan, hingga kini penulisan nama ibukota Provinsi Lampung itu masih simpang siur dan berbeda-beda, di antaranya diterapkan berlainan oleh media massa dan wartawan maupun kantor pemerintah serta swasta di daerah ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dua media massa harian di Lampung juga berbeda dalam menuliskan "Bandarlampung" itu satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menegaskan, penulisan nama daerah sesungguhnya ditetapkan oleh Bakosurtanal dengan standar penamaan tempat (toponami/toponim) secara geografis maupun antropologis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi kalau Bakosurtanal belum menetapkan standar penamaan tempat dimaksud, kami anjurkan sesuai penerapan kaidah bahasa Indonesia yang benar adalah dengan digabungkan untuk nama tempat atau daerah yang terdiri atas dua kata," kata dia lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Danardana menegaskan pula, kendati nama tempat itu, seperti "Bandarlampung" telah ditetapkan secara hukum formal dalam dokumen yang sah melalui peraturan daerah (perda) atau ketentuan lain, dia tetap menyarankan untuk lebih baik menggabungkan penulisannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hal ini terkait pula dengan efisiensi penggunaan kata dan kalimat dalam berbahasa, sekaligus untuk menghindari kesalahan baca kalau kebetulan nama tempat itu terdiri atas tiga kata," ujar Danardana pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengingatkan, dengan anjuran penerapan ketentuan penulisan nama tempat itu, berarti "Bandarlampung" sebaiknya ditulis dengan digabungkan ("Bandarlampung") bukan dipisahkan ("Bandar Lampung").&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsekuensinya pula, penulisan nama tempat terdiri atas tiga kata, penggabungan dilakukan untuk dua kata pertamanya, seperti "Tanjung Karang Pusat" (salah satu kecamatan di Bandarlampung) secara lebih tepat dituliskan "Tanjungkarang Pusat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kantor Bahasa Provinsi Lampung, menurut Danardana, juga siap membantu memfasilitasi para wartawan dan media massa maupun kelompok masyarakat lainnya di daerah itu, untuk menyebarluaskan panduan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kantor itu mengajak pula kalangan wartawan dan media massa di Lampung untuk mengembangkan Forum bahasa Media Massa (FBMM) di daerahnya, untuk mengakomodasi kebutuhan penerapan penggunaan bahasa Indonesia bagi media massa yang tidak melanggar aturan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Danardana, seperti halnya para guru dan dosen, pekerjaan para wartawan dan media massa adalah identik dengan mereka yang dapat berperan sebagai "guru" dan "pendidik" yang baik bagi masyarakat luas untuk penggunaan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar melalui penyebarluasannya di media massa masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.kapanlagi.com/h/0000220553.html"&gt;Kapanlagi.com&lt;/a&gt;,  Selasa, 01 April 2008&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/599614232927624936-6091998263383285012?l=kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/feeds/6091998263383285012/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=599614232927624936&amp;postID=6091998263383285012' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/6091998263383285012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/6091998263383285012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/2008/12/penulisan-nama-bandarlampung-dianjurkan.html' title='PENULISAN NAMA BANDARLAMPUNG DIANJURKAN DISAMBUNG'/><author><name>KBPL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16084828709541586164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SUbCMBDnCxI/AAAAAAAAACA/Ak51aB4usOs/S220/Copy+1+of+Image028.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-599614232927624936.post-7637961926863331767</id><published>2008-12-16T19:40:00.000-08:00</published><updated>2008-12-16T19:45:12.233-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KBPL Dalam Berita'/><title type='text'>BAHASA DAERAH TERANCAM PUNAH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bandarlampung, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kompas&lt;/span&gt;, Keberadaan bahasa-bahasa daerah di wilayah Indonesia kurang terpelihara, bahkan terancam punah, termasuk di Lampung dan wilayah Sumatera pada umumnya. Hal itu terjadi karena derasnya pengaruh suatu budaya atau pengaruh luar terhadap penggunaan bahasa daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampaknya, bahasa daerah mulai dipinggirkan masyarakat penuturnya karena dianggap tak lagi memberikan kebanggaan. Padahal, beberapa bahasa daerah di wilayah Indonesia bagian barat bisa dikatakan menjadi bahasa yang mendukung perkembangan bahasa Indonesia dan turut serta dalam perkembangan budaya Nusantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merujuk pada persoalan itu, Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional bekerja sama dengan Kantor Bahasa Provinsi Lampung akan menggelar Kongres Bahasa-bahasa Daerah Wilayah Barat di Bandar Lampung, 12--13 November 2007.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Kongres akan mengusung tema menggali potensi lokal sebagai penapis budaya global," kata Kepala Kantor Bahasa Lampung Agus Sri Danardhana, Kamis (8/11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan tersebut direncanakan diikuti 300 peserta dari berbagai unsur yang berasal dari provinsi-provinsi di wilayah Jawa dan Sumatera. Mereka di antaranya pejabat, peneliti, budayawan, dosen, guru, mahasiswa, dan peminat bahasa daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hadirkan pakar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadir sebagai pembicara dalam kongres tersebut adalah para pakar bahasa dan sastra daerah, perwakilan pemerintah, serta pencinta dan peminat bahasa dan sastra daerah. Mereka di antaranya dosen bahasa dari Universitas Indonesia Prof. Dr. Multamia Lauder, Kepala Pusat Bahasa Dr. Dendy Sugono, dosen dari Universitas Sriwijaya Latifah Ratnawati, dan tim pemetaan bahasa daerah dari Sumatera Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Agus, dalam kongres itu diharapkan dapat teridentifikasi berbagai persoalan yang menyebabkan makin terpinggirkannya atau punahnya bahasa daerah. Selain itu, kongres juga diharapkan bisa mengungkap berbagai masalah yang dihadapi bahasa daerah dalam menghadapi pengaruh budaya luar dan perubahan pada masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kenyataan makin tergusurnya bahasa daerah di daerah sendiri, kongres diharapkan akan merumuskan strategi yang tepat untuk menangani bahasa daerah dalam memasuki era global. "Strategi diperoleh dari masukan-masukan setiap peserta," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0711/10/sumbagsel/3982265.htm"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kompas&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;,  Sabtu, 10 November 2007&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/599614232927624936-7637961926863331767?l=kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/feeds/7637961926863331767/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=599614232927624936&amp;postID=7637961926863331767' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/7637961926863331767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/7637961926863331767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/2008/12/bahasa-daerah-terancam-punah.html' title='BAHASA DAERAH TERANCAM PUNAH'/><author><name>KBPL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16084828709541586164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SUbCMBDnCxI/AAAAAAAAACA/Ak51aB4usOs/S220/Copy+1+of+Image028.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-599614232927624936.post-28745066145650369</id><published>2008-12-16T19:19:00.000-08:00</published><updated>2008-12-16T19:26:20.981-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>KERUNTUHAN “BAHASA” DAN “KEBUDAYAAN” DAERAH LAMPUNG?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Oleh Roveneldo*&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lampung sangat perlu memperhatikan bahasa daerahnya yang terancam punah. Sebab, kalau itu yang terjadi, bahasa Lampung bisa hanya tinggal kenangan. Saya tak habis mengerti mengapa kalangan masyarakat, khususnya penduduk asli, mengabaikan bahasa Lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pandangan atau pendapat bahasa Lampung itu bahasa yang aneh, lucu, dan kurang gengsi. Bahasa Lampung itu sulit dimengerti walaupun mereka orang Lampung tulen. Ada saja orang Lampung yang justru merasa malu dan terhina jika menggunakan bahasa Lampung. Lalu, mereka menggunakan bahasa asing. Mereka bangga dan senang walaupun mereka orang Lampung yang tidak bisa berbahasa Lampung (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Republika&lt;/span&gt;, Ahad, 17 Juli 2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pikir peran pemerintah daerah dalam upaya melestarikan dan mengembangkan bahasa, sastra, dan budaya sangat besar. Saya pikir kita perlu mencontoh Pemda Jawa Barat yang mewajibkan penggunaan bahasa Sunda di lingkungan perkantoran. Untuk sektor ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengeluarkan Peraturan Daerah No. 5 Tahun 2003 tentang Pelestarian, Pembinaan, dan Pengembangan Bahasa, Sastra, dan Budaya Daerah. Dengan perda itu, beberapa kabupaten di Jawa Barat telah menerapkan kebijakan untuk mempergunakan bahasa Jawa Barat di lingkungan kantor. Kabupaten Bandung, misalnya, telah mengeluarkan kebijakan mempergunakan bahasa Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tapi, mengapa hal ini tidak bisa kita contoh? Walaupun bahasa Lampung sudah hampir punah dan kita harus melibatkan peneliti, pemikir, budayawan, ahli bahasa Lampung, hingga pejabat setingkat gubernur, bupati, sekretaris daerah, dan kepala dinas, tidak ada salahnya memulai pekerjaan semacam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, bagaimana kita melihat keberadaan kebudayaan Lampung? Lampung sangat kaya seni atau banyak kebudayaan. Tapi, lagi-lagi kita dikecewakan dan merasa sedih karena nilai-nilai seni dibiarkan, tidak dilestarikan dan dipopulerkan. Bagi umumnya orang Lampung, apa yang diandalkan dan dibanggakan dari kebudayaan Lampung bisa saja hilang. Pemakaian adat istidat di zaman sekarang banyak ditiadakan. Mungkin karena akibat rumit dan mahalnya dana yang dikeluarkan, sehingga ada beberapa adat istiadat yang mereka tinggalkan. Alasan itu membuat mereka memilih hanya sebagian adat. Mereka memilih adat istiadat yang sangat sederhana. Sebab, jika mereka melakukan prosesi adat-istiadat, biayanya cukup tinggi. Sehingga, mereka jarang memakai adat Lampung. Salah satu masalah perlu mendapat penanganan serius dan sungguh-sungguh dari semua pihak adalah bahasa daerah. Kebudayaan Lampung harus dipelihara, dijaga, dan dilestarikan, sehingga tidak punah. Sebagai pendukung bahasa dan kebudayaan Indonesia, kedudukan dan fungsi bahasa dan kebudayaan daerah semestinya diprioritaskan dalam pembinaan dan pengembangannya. Perbendaharaan kosakata bahasa Indonesia harus diutamakan diserap dari bahasa daerah, khususnya kosakata atau istilah budaya dan seni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Era globalisasi atau pasar bebas yang sudah di depan mata, oleh banyak kalangan dianggap ancaman bagi kelangsungan hidup bahasa daerah dan kebudayaan. Hal ini sesungguhnya tidak perlu dikhawatirkan. Sebab, kedatangan era globalisasi hendaknya menjadi pendorong bagi masyarakat Indonesia untuk memantapkan dan mengukuhkan kedudukan dan fungsi bahasa daerah. Sehingga, jati diri dan kepribadian bangsa akan tetap terpelihara. Hal tersebut dapat dicapai jika masyarakat memiliki kesetiaan, kesadaran, dan kebudayaan daerah sebagai kebanggaan terhadap bahasa dan kebudayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedudukan dan fungsi bahasa dan kebudayaan daerah dalam era globalisasi kian mantap jika mendapat dukungan masyarakat dan pemerintah. Masyarakat harus berpikir positif dan meningkatkan mutu pemakaian bahasa dan kebudayaan daerahnya. Sementara itu, pemerintah menyediakan fasilitas yang memadai, seperti ketersediaan bahan bacaan dan media berbahasa dan kebudayaan daerah. Selain itu, yang tidak kalah pentingnya, memberi perhatian pada pendidikan dan pengajaran bahasa dan sastra daerah. Juga, kesempatan kerja yang lebih besar. Pendidikan dan pengajaran diharapkan menghasilkan tenaga ahli yang profesional dan modal penutur ideal yang diinginkan (memiliki sikap, setia, sadar, dan bangga). Sehingga, mereka dapat dijadikan ujung tombak pembinaan dan pengembangan bahasa dan kebudayaan daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, kendala yang dihadapi masyarakat dan pemerintah Provinsi Lampung, disikapi dengan biasa-biasa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Provinsi Lampung sama sekali tidak apresiatif terhadap bahasa dan kebudayaan Lampung. Seharusnya, pemerintah sadar akan hal ini. Perlu ada penanganan maksimal dari Dinas Pendidikan, misalnya. Kualitas tenaga pendidik atau guru bahasa Lampung tentunya harus dilatih, sehingga pengetahuan terhadap bahasa Lampung dapat lengkap, akurat, dan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi miris bahasa, sastra, dan budaya Lampung, perlu revisi kurikulum bahasa dan sastra daerah Lampung. Termasuk, menambah jam pelajaran bahasa Lampung, media penunjang pengajaran; serta mengadakan perlombaan atau festival. Bisa saja yang diperlombakan soal bahasa, debat, drama, menulis puisi dan cerpen, lomba menyanyi, dan sebagainya. Semuanya tentu memakai bahasa Lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih baik lagi jika pengembangan bahasa, sastra, dan budaya Lampung juga dilakukan dalam tangkai seni, baik tari, teater, musik, sastra maupun lainnya. Sehingga, bisa menyentuh minat dan kreativitas insan pendidikan, khususnya bahasa Lampung. Amat sayang jika kita tidak pernah memikirkan hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;*Pegawai Kantor Bahasa Provinsi Lampung&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2005080712055123"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lampung Post&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, Minggu, 7 Agustus 2005&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/599614232927624936-28745066145650369?l=kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/feeds/28745066145650369/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=599614232927624936&amp;postID=28745066145650369' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/28745066145650369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/28745066145650369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/2008/12/keruntuhan-bahasa-dan-kebudayaan-daerah.html' title='KERUNTUHAN “BAHASA” DAN “KEBUDAYAAN” DAERAH LAMPUNG?'/><author><name>KBPL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16084828709541586164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SUbCMBDnCxI/AAAAAAAAACA/Ak51aB4usOs/S220/Copy+1+of+Image028.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-599614232927624936.post-5357031615722479613</id><published>2008-12-16T18:57:00.000-08:00</published><updated>2008-12-16T19:00:47.715-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KBPL Dalam Berita'/><title type='text'>KONGRES BAHASA: PEMPROV RANCANG PERDA PELESTARIAN BAHASA LAMPUNG</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandarlampung (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lampost&lt;/span&gt;): Untuk melindungi bahasa Lampung dari kepunahan, Pemerintah Provinsi Lampung segera mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pelestarian Lembaga Adat dan Adat Istiadat Daerah Lampung. Raperda tersebut juga memuat pembinaan dan pelestarian bahasa Lampung sebagai bagian tidak terpisahkan dari budaya Lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekretaris Penyusunan Raperda Budaya Lampung Khaidarmansyah mengungkapkan hal itu dalam Konggres Bahasa Wilayah Barat yang berlangsung di Hotel Marcopolo, Senin (12/11). Kongres berlangsung dua hari, mulai Senin sampai hari ini (13/11), diikuti 150-an peserta utusan dari Pulau Jawa, Kalimantan, dan Sumatera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raperda yang juga memuat pemeliharaan bahasa Lampung itu merupakan inisiatif Majelis Penyimbang Adat Lampung (MPAL). "MPAL menyerahkan kepada Pemprov Lampung melalui Biro Hukum. Biro Hukum sudah mengkaji raperda itu dengan mengundang stake holder," kata Kasubdin Kebudayaan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung itu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Setelah menjadi draf, kemudian diserahkan ke Subdin Kebudayaan. "Tahun depan, kami akan mengadakan semiloka atau diskusi publik membahas raperda tersebut. Setelah itu baru diserahkan kepada DPRD. Kami optimistis raperda ini akan disahkan tahun 2008," ujar Khaidarmansyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah Pemprov&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sambutan saat membuka kongres, Asisten I Sekprov Lampung Husodo Hadi, yang mewakili Gubernur, menyatakan ada beberapa langkah yang akan ditempuh untuk melestarikan bahasa. Di antaranya, bahasa daerah wajib diajarkan mulai taman kanak-kanak, SD, dan SMP sesuai dengan peraturan yang diberlakukan di daerah. Kemudian, mewajibkan penulisan nama bangunan, nama jalan, kompleks permukiman, perkantoran, perdagangan, merek dagang, nama perusahaan, dan lembaga pendidikan dengan aksara Lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemprov juga akan memasyarakatkan bahasa daerah melalui media massa cetak maupun elektronik. "Kami juga akan memulai dari kantor-kantor pemerintah dengan mewajibkan menggunakan bahasa Lampung pada hari dan jam tertentu," kata Husodo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi langkah Pemprov ini, peserta asal Lampung Timur, Iskandar Kamaludin, menyangsikan bahasa Lampung bisa digunakan secara luas di Sai Bumi Ruwa Jurai. "Di Lampung ada dua dialeg, a dan o. Jika tidak ada kesepakatan, sulit menggunakan bahasa Lampung secara luas," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada diungkapkan Taufik Wijaya, peserta kongres asal Sumatera Selatan. "Harus ada konsensus antara penutur bahasa terbesar, pesisir dan pepadun, sehingga bahasa Lampung bisa disepakati dan diterima berbagai pihak," kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2007111301350413"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lampung Post&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, Selasa, 13 November 2007&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/599614232927624936-5357031615722479613?l=kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/feeds/5357031615722479613/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=599614232927624936&amp;postID=5357031615722479613' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/5357031615722479613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/5357031615722479613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/2008/12/kongres-bahasa-pemprov-rancang-perda.html' title='KONGRES BAHASA: PEMPROV RANCANG PERDA PELESTARIAN BAHASA LAMPUNG'/><author><name>KBPL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16084828709541586164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SUbCMBDnCxI/AAAAAAAAACA/Ak51aB4usOs/S220/Copy+1+of+Image028.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-599614232927624936.post-1608823218916450425</id><published>2008-12-16T18:49:00.000-08:00</published><updated>2008-12-16T18:54:36.082-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KBPL Dalam Berita'/><title type='text'>JADWAL KONGRES HARI INI</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jadwal Kongres Bahasa-Bahasa Daerah Wilayah Barat, Selasa (13/11);&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;08.00-09.15 Sidang Pleno VI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topik 1 : Pelestarian bahasa daerah melalui pendidikan formal, muatan lokal&lt;br /&gt;Pemakalah 1 : Sawit Sarwon, Universitas Bengkulu&lt;br /&gt;Topik 2 : Penumbuhan dan pengembangan komunitas sastra daerah&lt;br /&gt;Pemakalah 2 : Latifah Ratnawati (Unsri)&lt;br /&gt;Pemandu : Pardi&lt;br /&gt;Pencatat : 1. Hasnawati Nasution&lt;br /&gt;2. Sigit Arba'i&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;09.15-10.30&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topik 1 : Lokabahasa Sumatera Selatan&lt;br /&gt;Pemakalah 1 : Dewi Sartika dan Zulfi A&lt;br /&gt;(tim pemetaan balai bahasa Palembang)&lt;br /&gt;Topik 2 : Awalan-Ng dalam dialek Abung&lt;br /&gt;Pemakalah 2 : Junaiyah&lt;br /&gt;Pemandu : Erwina Burhanudin&lt;br /&gt;Pencatat : 1. Devi Luthfiah&lt;br /&gt;2. Achril Zalmansyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;10-45-12.00 Sidang Pleno VII&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topik 1 : Penelitian potensi bahasa/sastra daerah sebagai pemerkaya budaya nasional&lt;br /&gt;Pemakalah 1 : Akmal Jahidi (Asisten Pemprov Lampung)&lt;br /&gt;Topik 2 : Aksara dalam bahasa Melayu&lt;br /&gt;Pemakalah 2 : Abdul Kadir Ibrahim&lt;br /&gt;(Dinas Budaya Pariwisata Kepri)&lt;br /&gt;Pemandu : Muh, Andul Khak&lt;br /&gt;Pencatat : 1. Evi Maha Kastri&lt;br /&gt;2. Ferdinandus Moses&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;13.00-14.15 Sidang Pleno VIII&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topik 1 : Pesan rupa dari dataran tinggi Basemah&lt;br /&gt;Pemakalah 1 : A. Erwan Suryanegara&lt;br /&gt;(Dinas Pendidikan Sumatera Selatan)&lt;br /&gt;Topik 2 : Anggun nan Tungga Magek Jabang:&lt;br /&gt;Transformasi dan Produksi Teks&lt;br /&gt;Pemakalah 2 : Hasanudin (Kepri)&lt;br /&gt;Pemandu : Yon Adlis&lt;br /&gt;Pencatat : 1. Fadhilatun Hayatunufus&lt;br /&gt;2. Ramlan Andi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;14.30-15.30 Penutupan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pembacaan rumusan kongres&lt;br /&gt;2. Laporan panitia&lt;br /&gt;3. penutupan kongres oleh Sekprov Lampung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber : Buku Panduan Kongres Bahasa-Bahasa Daerah Wilayah Barat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2007111302060041"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lampung Post&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, Selasa, 13 November 2007&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/599614232927624936-1608823218916450425?l=kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/feeds/1608823218916450425/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=599614232927624936&amp;postID=1608823218916450425' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/1608823218916450425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/1608823218916450425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/2008/12/jadwal-kongres-hari-ini.html' title='JADWAL KONGRES HARI INI'/><author><name>KBPL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16084828709541586164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SUbCMBDnCxI/AAAAAAAAACA/Ak51aB4usOs/S220/Copy+1+of+Image028.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-599614232927624936.post-8657067452330193379</id><published>2008-12-16T18:45:00.000-08:00</published><updated>2008-12-16T18:48:57.647-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KBPL Dalam Berita'/><title type='text'>MARI KITA LESTARIKAN BAHASA DAERAH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bandarlampung, Untuk melestarikan bahasa daerah, pemerintah telah melakukan berbagai upaya. Salah satunya dengan memasukkan mata pelajaran bahasa daerah ke dalam kurikulum. Bagaimana komentar para peserta kongres bahasa tentang bahasa daerah, berikut petikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sarwit Sarwono (peserta asal Bengkulu)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar bahasa daerah di Bengkulu masih aktif, digunakan warga. Namun, ada satu bahasa, yakni bahasa Enggano, yang terancam punah. Karena jumlah penuturnya hanya sekitar 1.000 orang yakni sekitar 50 persen dari penduduk yang bermukim di daerah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita di Bengkulu terus melestarikan bahasa daerah. Caranya, dengan memasukkannya dalam kurikulum di sekolah mulai dari TK, SD, SMP, bahkan di perguruan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa yang kuliah di Bengkulu wajib mengikuti mata kuliah bahasa daerah. Sehingga diharapkan mereka tidak lupa pada akar budayanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Aji Aditya Junior (warga perantauan di Lampung)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sudah 20 tahun tinggal di Lampung. Tapi sampai sekarang belum juga bisa berbahasa Lampung. Menurut saya hal itu karena warga Lampung sendiri dalam hal itu generasi mudanya gengsi dan malu menggunakan bahasa mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, kalau warga Lampung menjunjung tinggi bahasa daerahnya, mau tidak mau kita pendatang pasti menggunakan bahasa Lampung. Seperti yang terjadi di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Sumatera Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini pemerintah sudah berupaya melestarikan budaya dan bahasa Lampung dengan membangun menara Siger, menuliskan nama jalan dengan huruf Lampung. Namun itu saja menurut saya belum cukup, karena baru berupa simbol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus ada upaya yang lebih keras lagi dari semua kalangan baik pemda maupun warga untuk melestarikan bahasa Lampung di daerahnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nadra (peserta kongres asal Sumatera Barat)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara paling efektif untuk melestarikan bahasa daerah adalah melalui keluarga yang dilakukan ibu kepada anaknya. Sebab, sejak masih dalam kandungan, dan mulai mengenal bahasa amak sudah sangat dekat dengan ibu. Berdasarkan data, ada sekitar 1.000 bahasa daerah yang hampir punah karena jumlah penuturnya kurang dari 12 orang. Di Indonesia sendiri penggunaan bahasa daerah saat ini sudah mulai berkurang. Namun, dengan pelestarian melalui keluarga dan lingkungan, bahasa daerah akan bisa terus dilestarikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Padang, selain melalui keluarga, kita juga melestarikan petatah-petitih Minang melalui arisan-arisan. Melalui kegiatan tersebut diharapkan generasi penerus bisa lebih mencintai dan mengenal bahasa daerahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Evi Maha Kasti (penduduk asli Lampung)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merasakan saat ini bahasa Lampung sudah mulai ditinggalkan penuturnya karena sebagian besar generasi muda di Lampung gengsi menggunakan bahasa daerahnya. Saya sendiri kalau di luar lingkungan rumah, agak malu menggunakan bahasa daerah. Sebab suka ditertawakan teman. Padahal, di kantor saya, teman-teman saya yang pendatang, dengan cueknya menggunakan bahasa daerah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau soal dialek "a" dan dialek "o" menurut saya itu bukan kendala utama bahasa Lampung tidak berkembang. Saya yang berasal dari daerah yang menggunakan dialek "a" dan kemudian menikah dengan warga Lampung yang menggunakan dialek "o" tidak kesulitan belajar bahasanya. Jadi, lebih pada kesadaran masyarakat Lampung dan pendatang untuk menjunjung tinggi bahasa daerahnya agar bisa lestari. Jadi, mari kita cari persamaan untuk melestarikan bahasa Lampung, bukannya memperlebar perbedaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2007111302060042"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lampung Post&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, Selasa, 13 November 2007&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/599614232927624936-8657067452330193379?l=kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/feeds/8657067452330193379/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=599614232927624936&amp;postID=8657067452330193379' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/8657067452330193379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/8657067452330193379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/2008/12/mari-kita-lestarikan-bahasa-daerah.html' title='MARI KITA LESTARIKAN BAHASA DAERAH'/><author><name>KBPL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16084828709541586164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SUbCMBDnCxI/AAAAAAAAACA/Ak51aB4usOs/S220/Copy+1+of+Image028.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-599614232927624936.post-8774840998068006829</id><published>2008-12-16T18:40:00.000-08:00</published><updated>2008-12-16T18:44:49.410-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KBPL Dalam Berita'/><title type='text'>KONGRES BAHASA: BAHASA LAMPUNG MULAI DITINGGALKAN PENUTURNYA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bandarlampung (Lampost): Bahasa Lampung mulai ditinggalkan penuturnya. Hal ini disebabkan era globalisasi yang memengaruhi sikap dan perilaku masyarakat, termasuk perilaku berbahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosen Bahasa dan Sastra Lampung FKIP Universitas Lampung A. Effendi Sanusi mengatakan bahasa daerah kini banyak ditinggalkan, dan tidak mendapat perhatian, termasuk bahasa daerah dan sastra Lampung. "Perubahan yang terjadi di berbagai bidang kehidupan pada era global berpengaruh pula terhadap sikap dan perilaku etnik Lampung, termasuk dalam berbahasa. Bahasa Lampung mulai ditinggalkan masyarakat penuturnya karena dianggap tidak lagi memberikan kebanggaan," kata Effendi Sanusi kepada Lampung Post, Minggu (11/11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Effendi mengatakan hal itu ketika dimintai tanggapan tentang Kongres Bahasa-Bahasa Daerah Wilayah Barat yang akan dibuka hari ini sampai esok di Hotel Marcopolo Bandar Lampung. "Kami berharap dari kongres akan dihasilkan strategi yang tepat untuk menangani permasalahan bahasa-bahasa daerah, termasuk bahasa Lampung," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Effendi, bahasa Lampung salah satu bahasa daerah yang ada di Nusantara. Dahulu, katanya, bahasa Lampung berfungsi sebagai lambang kebanggaan daerah, lambang identitas daerah, alat komunikasi di dalam keluarga dan masyarakat. "Bahasa Lampung memiliki fungsi pendukung bahasa Indonesia dan sumber kebahasaan untuk memperkaya bahasa Indonesia." katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Effendi mengaku prihatin dengan eksistensi bahasa Lampung kini. Dari pengalamannya sebagai dosen Bahasa dan Sastra Lampung di FKIP Universitas Lampung dan STKIP PGRI Bandar Lampung, ujarnya, banyak mahasiswa etnik Lampung yang tidak lagi bisa berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Lampung. "Mereka juga tidak lagi mengenal sastra Lampung. Apakah kondisi ini harus dibiarkan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Staf Ahli Depdiknas Prof. Dr. Hasanuddin W.S. mengatakan kondisi Indonesia kini dalam dilema ketika menghadapi persoalan bahasa daerah. "Karena ketika memajukan bahasa Indonsia, bahasa daerah harus mengalah. Dan ketika bahasa daerah dimunculkan, bahasa Indonesia harus mengalah," katanya. Oleh sebab itu, ujarnya, ada kebijakan pemerintah yang mengatur tentang penempatan bahasa yang harus digunakan. Daerah harus memberdayakan forum-forum untuk menghidupakan bahas daerah, sehingga tidak punah dan tetap lestari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2007111200510914"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lampung Post&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, Senin, 12 November 2007&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/599614232927624936-8774840998068006829?l=kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/feeds/8774840998068006829/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=599614232927624936&amp;postID=8774840998068006829' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/8774840998068006829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/8774840998068006829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/2008/12/kongres-bahasa-bahasa-lampung-mulai.html' title='KONGRES BAHASA: BAHASA LAMPUNG MULAI DITINGGALKAN PENUTURNYA'/><author><name>KBPL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16084828709541586164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SUbCMBDnCxI/AAAAAAAAACA/Ak51aB4usOs/S220/Copy+1+of+Image028.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-599614232927624936.post-372423614763722745</id><published>2008-12-16T18:35:00.000-08:00</published><updated>2008-12-16T18:40:28.911-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KBPL Dalam Berita'/><title type='text'>KONGRES BAHASA: BAHASA DAERAH TERANCAM PUNAH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bandarlampung (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lampost&lt;/span&gt;): Keberadaan bahasa daerah di Indonesia sampai kini belum terjaga, seperti yang terjadi di Lampung serta daerah lain di Sumatera. Yang lebih menyedihkan, bahasa daerah di beberapa daerah terancam punah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Kantor Bahasa Provinsi Lampung, Agus Sri Danardhana, Kamis (8/11), mengatakan ancaman yang harus dihadapi bahasa daerah tersebut makin besar karena era globalisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena dengan kondisi tersebut, keberadaan bahasa daerah makin terancam berbagai perubahan yang bisa saja terjadi. Akibatnya, posisi bahasa nasional makin tertinggal," kata Agus.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Terlebih lagi, kata dia, kini bahasa daerah banyak yang mulai ditinggalkan masyarakat penuturnya karena dianggap tidak lagi memberikan kebanggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kondisi ini tentu saja tidak seharusnya dibiarkan. Apalagi pemerintah telah menjamin hak hidup bagi bahasa-bahasa daerah seperti yang tercantum dalam Pasal 32 UUD 1945," kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itulah, menurut Agus, Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional bekerja sama Kantor Bahasa Provinsi Lampung dan Pemprov Lampung menggelar perhelatan Kongres Bahasa-Bahasa Daerah Wilayah Barat di Hotel Marcopolo, tanggal 12--13 November.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kegiatan yang penting dan strategis ini diharapkan akan diikuti sekitar 300 peserta yang berasal dari berbagai unsur seperti pejabat, peneliti, budayawan, dosen, guru, mahasiswa, dan peminat bahasa daerah," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tema yang diusung dalam kegiatan tersebut, kata dia, adalah Menggali Potensi Lokal sebagai Penapis Budaya Global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan kegiatan ini untuk merumuskan strategi yang tepat untuk menangani bahasa-bahasa daerah dalam memasuki era global. Selain itu, kongres ini juga dimaksudkan menggali masukan guna mengatasi berbagai persoalan bahasa-bahasa daerah di wilayah Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kongres tersebut, ujar Agus, diharapkan mampu teridentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi bahasa daerah. "Nantinya diperoleh masukan masyarakat dalam menangani persoalan bahasa daerah dan ditemukan solusi dan strategi yang tepat guna dalam mengatasi persoalan penanganan bahasa daerah," ujar dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun pemateri yang bakal tampil dalam kegiatan tersebut, di antaranya pakar bahasa dan sastra daerah, perwakilan pemda, pencinta dan peminat bahasa dan sastra daerah seluruh Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagi peminat yang ingin mengikuti kongres bisa mendaftarkan diri ke panitia pusat, Pusat Bahasa Deparetemen Pendidikan Nasional, Jalan Daksinapati Barat IV Rawamangun, Jakarta Timur atau di Kantor Bahasa Provinsi Lampung, Jalan Beringin II No. 40 Kompleks Gubernuran, Telukbetung," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2007111000415529"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lampung Post&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;,Sabtu, 10 November 2007&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/599614232927624936-372423614763722745?l=kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/feeds/372423614763722745/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=599614232927624936&amp;postID=372423614763722745' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/372423614763722745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/372423614763722745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/2008/12/kongres-bahasa-bahasa-daerah-terancam.html' title='KONGRES BAHASA: BAHASA DAERAH TERANCAM PUNAH'/><author><name>KBPL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16084828709541586164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SUbCMBDnCxI/AAAAAAAAACA/Ak51aB4usOs/S220/Copy+1+of+Image028.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-599614232927624936.post-9075443327940154733</id><published>2008-12-16T18:25:00.000-08:00</published><updated>2008-12-16T19:03:31.890-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KBPL Dalam Berita'/><title type='text'>LOMBA BACA PUISI GURU</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bandarlampung, Seni membaca puisi dinilai sangat relevan untuk mengasah kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual peserta didik dan tenaga pendidik. Selama ini, lomba seni membaca puisi lebih sering diperuntukkan siswa, kali ini Kantor Bahasa Provinsi Lampung bekerja sama DIN Production menggelar seni membaca puisi bagi guru se-Lampung di SMPN 16 Bandar Lampung, hari ini (15/12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Penyelenggara Lomba, Didi Pramudya, mengatakan lomba ini untuk menambah wawasan dan keterampilan seni guru. Terutama guru Bahasa dan Sastra Indonesia. Selain itu, seni membaca puisi juga digunakan sebagai media pembelajaran alternatif yang memberikan pencerahan dalam pembelajaran kesenian di sekolah-sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Guru-guru banyak yang memiliki bakat di bidang seni puisi. Atas masukan guru-guru, diadakan lomba ini," kata Didi Pramudya, Kamis (13/12).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 200 guru se-Lampung mengikuti lomba seni membaca puisi ini. Setiap guru diberi kebebasan membaca beberapa puisi dengan gaya yang berbeda yang dinilai juri yang terdiri dari Jalu Mampang (Taman Budaya Lampung) dan Sonie C. Sema (Teater Potlot Palembang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2007121502262457"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lampung Post&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, Sabtu, 15 Desember 2007&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/599614232927624936-9075443327940154733?l=kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/feeds/9075443327940154733/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=599614232927624936&amp;postID=9075443327940154733' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/9075443327940154733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/9075443327940154733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/2008/12/lomba-baca-puisi-guru.html' title='LOMBA BACA PUISI GURU'/><author><name>KBPL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16084828709541586164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SUbCMBDnCxI/AAAAAAAAACA/Ak51aB4usOs/S220/Copy+1+of+Image028.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-599614232927624936.post-7628986332414268784</id><published>2008-12-16T17:24:00.000-08:00</published><updated>2008-12-18T01:29:22.215-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>BAHASA LAMPUNG, BAGAIMANA NASIBMU? (1)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;Oleh Mukhammad Isnaeni dan Dian Anggraini*&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berbahasa tidak hanya perkara mengatakan kepada orang lain tentang sesuatu hal dengan sebuah lambang verbal. Berbahasa adalah berpikir, bahasa adalah pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa bukanlah entitas otonom, melaikan representasi pengalaman manusia atas dunia. Fungsi itulah yang disebut Halliday (1978) sebagai fungsi ideasional bahasa. Lebih lanjut, Louis Hjelmslev, seorang guru besar ilmu bahasa pada Universitas Kopenhagen, Denmark, pernah berkata, "Segala ide dapat diungkapkan dalam semua bahasa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa apa pun akan menyediakan perangkat dan peranti yang khas. Dengan bahasanya, setiap masyarakat bahasa (language community) dapat mengungkapkan cara dan konsep berpikir yang unik, autentik, dan mungkin juga renik. Bahasa berkaitan pula dengan kebudayaan seperti yang dihipotesiskan Sapir and Whorf yang berpendapat bahasa merupakan cara pandang manusia atas dunia (world-view) secara kolektif-kultural, atau menurut Saussure (1916), bahasa (langue) merupakan fakta sosial yang mengatur dan mengendalikan perilaku masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Demokrasi Berbahasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Era reformasi yang menggantikan era Orde Baru di negeri ini, secara tidak langsung, telah memfasilitasi dan memberi kelonggaran pada setiap orang untuk berbahasa sesuka hatinya. Para penutur bahasa yang semau gue, yang tidak mau tunduk pada kaidah berbahasa, akan selalu berlindung di balik tirai demokrasi berbahasa. Padahal, sikap santun berbahasa akan sangat berpengaruh terhadap eksistensi bahasa penuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang benar bahwasanya berbahasa adalah urusan setiap individu, sehingga setiap orang bebas mengekspresikan idenya dengan menggunakan bahasa masing-masing, terserah mau memakai bahasa daerah, bahasa Indonesia atau bahasa asing. Namun, bukankah tidak ada kebebasan yang tiada batas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Invasi Bahasa Asing&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua tahu bahwa masyarakat Indonesia adalah kebanyakan masyarakat dwibahasawan (bilingual), bahkan ada juga yang menguasai banyak bahasa (multilingual), walau ada juga yang masih ekabahasawan. Selain mengusai bahasa ibu (baca: bahasa daerah), masyarakat Indonesia juga menguasai bahasa Indonesia yang dipakai sebagai lambang identitas nasional. Seiring dengan datangnya arus globalisasi, bahasa asing (baca: bahasa Inggris) juga makin menyeruak di seantero negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini tentu saja patut diwaspadai sebagai sebuah ancaman terhadap eksistensi bahasa ibu dan bahasa Indonesia yang makin terbatas ruang gerak di daerah sendiri. Bagaimana tidak, hampir di sembarang tempat dan sembarang waktu, kita dapat dengan mudah menemukan tulisan-tulisan berbahasa asing yang dapat menjadi menu konsumsi publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menggambarkan keadaan ini, Alif Danya Munsyi, dengan penuh keprihatinan, mengatakan sembilan dari sepuluh kosakata bahasa Indonesia barasal dari bahasa asing. Artinya, secara kuantitas, bahasa asing memang sudah memonopoli hampir seluruh sendi kebahasaan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan ini, sepertinya, bukan sebagai sebuah ungkapan metaforis-hiperbolis dari sang munsyi, tapi hal ini lebih berbasis pada sebuah data empiris. Sungguh miris, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nasib Bahasa Daerah?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengakuan terhadap bahasa daerah diakui konstitusi, yakni Pasal 32 UUD 1945 yang menegaskan negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai bagian kebudayaan nasional. Hal ini berarti bahwa bahasa daerah memiliki hak hidup dalam tataran masyarakat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa daerah, sebagai wujud budaya tiap-tiap daerah, mempunyai peranan yang penting dalam membangun budaya nasional. Bahasa daerah merupakan salah satu akar budaya yang harus dipelihara dengan baik. Penulis percaya bahwa tanpa akar yang tumbuh kuat di budaya daerah, sangat sukar bagi kita melanjutkan membentuk budaya nasional. Kepunahan bahasa daerah sangat berpengaruh pada punahnya budaya nasional. Padahal, bahasa adalah refleksi dan identitas yang paling kokoh sebuah budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat makin bebasnya bahasa asing yang bergerak dan singgah di benak dan mulut penutur bahasa Indonesia, tidak berlebihan kiranya, jika Stephen A. Wurn (2001) dalam Atlas of The World's Languages in Danger of Disappearing menyatakan kepunahan bahasa daerah di Nusantara ini, jika tidak segera disikapi, tinggal menunggu waktu. Seperti yang disajikan dalam data tersebut, di Sulawesi, misalnya, dari 110 bahasa daerah, 36 bahasa terancam punah dan 1 sudah punah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Maluku, 22 bahasa terancam punah dan 11 sudah punah dari 80 bahasa daerah yang ada. Ancaman kepunahan cukup besar ada di Papua. Dari 271 bahasa yang ada di sana, 56 terancam punah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setali tiga uang, Mendiknas Bambang Sudibyo mengungkapkan 726 bahasa daerah di Indonesia terancam punah akibat globalisasi dan perkembangan teknologi (Suara Pembaruan, tanggal 12 September 2006). Turunnya persentase penggunaan atau pemakaian sejumlah bahasa daerah, jika tidak ditangani secara benar dan serius, dikhawatirkan keberadaannya hilang dan redup di tengah terang benderang dan ingar-bingarnya penggunaan bahasa asing yang terus tumbuh dan berkembang bagai tumbuhnya jamur di musim hujan, rata dan ada di mana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, bukan hanya bahasa asing yang dapat berpotensi mengancam eksistensi bahasa daerah di Indonesia, melainkan juga keberadaan bahasa Indonesia yang banyak memonopoli kegiatan formal akademik dapat menjadi variabel lain atau mempunyai kecenderungan dalam mempercepat punahnya bahasa daerah. Sudah barang tentu, hal ini patut dijadikan renungan bagi kita semua untuk dapat melakukan sinergi, antara bahasa yang satu dengan bahasa lainnya. Bahkan, sebisa mungkin, antara bahasa daerah, bahasa Indonesia, dan bahasa asing dapat bahu-membahu, bergandengan tangan, serta tidak saling bunuh dan meniadakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita justru harus berusaha agar bahasa daerah tetap berada berdampingan dengan bahasa Indonesia. Bahasa daerah seharusnya menguatkan pengayaan terhadap bahasa Indonesia. Demikian juga sebaliknya, perkembangan bahasa Indonesia jangan sampai mengalahkan bahasa daerah, yang merupakan bagian kekuatan bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patut disayangkan, ada kecenderungan di wilayah tertentu yang generasi mudanya tak lagi menggunakan bahasa daerah dalam percakapan sehari-hari, tapi lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa asing. Kondisi ini diperparah sikap orang tua di rumah yang juga tidak menggunakan bahasa daerah dalam berkomunikasi. Padahal, ranah keluarga merupakan benteng terakhir pemertahanan bahasa dan budaya daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;*Staf Pembinaan Kantor Bahasa Provinsi Lampung&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2007111900592449"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lampung Post&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, Senin, 19 November 2007&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/599614232927624936-7628986332414268784?l=kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/feeds/7628986332414268784/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=599614232927624936&amp;postID=7628986332414268784' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/7628986332414268784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/7628986332414268784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/2008/12/bahasa-lampung-bagaimana-nasibmu-1.html' title='BAHASA LAMPUNG, BAGAIMANA NASIBMU? (1)'/><author><name>KBPL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16084828709541586164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SUbCMBDnCxI/AAAAAAAAACA/Ak51aB4usOs/S220/Copy+1+of+Image028.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-599614232927624936.post-7467261840048839398</id><published>2008-12-15T11:25:00.000-08:00</published><updated>2008-12-15T11:33:34.637-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KBPL Dalam Berita'/><title type='text'>DUTA BAHASA: EVA-HAIKAL WAKILI LAMPUNG</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bandarlampung (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lampost&lt;/span&gt;): Eva Setiani, siswa SMA Taman Madya, dan M. Haikal Catur Saputra, siswa SMAN 2 Bandar Lampung, terpilih sebagai duta bahasa Lampung dalam final pemilihan duta bahasa Lampung di kantor Bahasa, Selasa (29/5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka berdua akan mewakili Provinsi Lampung dalam pemilihan duta bahasa tingkat nasional di Jakarta," kata Kepala Kantor Bahasa Lampung, Sri Agus Danardana, usai pemilihan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eva dan Haikal menyisihkan 28 finalis lainnya. Mereka menggantikan duta bahasa 2006 masing-masing Dina A. (dosen Teknokrat) dan Aris Purbalingga.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di kelompok putri, pemenang II, III, dan harapan masing-masing diraih Nanda Putri Safitri (mahasisa FKIP Unila), Ayu Tri Utami (SMAN 1 Gadingrejo, Tanggamus), dan Niki Kurniati (pengajar LBB Primagama).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kelompok putra, pemenang II, III, dan harapan masing-masing Adi Setyo Nugroho (SMAN 1 Gadingrejo, Tanggamus), Prince Alhidayat Islamy (FE Unila), dan Joni Arifin (SMA 2 Metro).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ketua panitia, Isnaeni, seluruh peserta berjumlah 69 orang. Di babak penyisihan diperoleh 30 peserta yang kemudian maju ke babak final. Kriteria penilaian yang dilakukan tim juri yang terdiri atas Sri Agus Danardana (Kepala Kantor Bahasa Lampung), Khaidarmansyah (Diknas Lampung), Ade Yunarso (Radar Lampung), dan Hesma Eryani (Lampung Post) meliputi kemampuan berbahasa, penampilan, dan wawasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Khaidarmansyah, hampir seluruh peserta memiliki wawasan lemah terhadap kebudayaan, adat istiadat, dan hal-hal terkait Lampung lainnya. "Namun mereka memiliki kemampuan cukup dalam pengetahuan bahasa," kata Khaidar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berharap para peserta baik pemenang atau bukan mempelajari hal-hal berkaitan adat istiadat dan budaya Lampung sehingga memiliki wawasan memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sri Agus Danardana, kegiatan yang telah dua kali dilakukan ini bertujuan membina generasi muda untuk mencintai bahasa, mencari tunas bangsa yang pandai berbahasa Indonesia yang baik dan benar, sekaligus mencari mitra Kantor Bahasa dalam memasyarakatkan bahasa Indonesia. "Kegiatan Gerakan Pengutamaan Bahasa Indonesia bukan berarti kita memerangi bahasa asing," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2007053000520918"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lampung Post&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, Rabu, 30 Mei 2007&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/599614232927624936-7467261840048839398?l=kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/feeds/7467261840048839398/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=599614232927624936&amp;postID=7467261840048839398' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/7467261840048839398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/7467261840048839398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/2008/12/duta-bahasa-eva-haikal-wakili-lampung.html' title='DUTA BAHASA: EVA-HAIKAL WAKILI LAMPUNG'/><author><name>KBPL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16084828709541586164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SUbCMBDnCxI/AAAAAAAAACA/Ak51aB4usOs/S220/Copy+1+of+Image028.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-599614232927624936.post-4012989006739107749</id><published>2008-12-15T11:21:00.000-08:00</published><updated>2008-12-15T11:33:34.637-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KBPL Dalam Berita'/><title type='text'>BAHASA: DINA ALADINA TERPILIH SEBAGAI DUTA BAHASA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bandarlampung (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lampost&lt;/span&gt;): Dina Aladina dan Aries Purbalingga terpilih menjadi duta bahasa Lampung dalam pemilihan duta bahasa di Kantor Balai Bahasa, Selasa (12/9). Keduanya akan mewakili Lampung dalam pemilihan duta bahasa tingkat nasional, November mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Panitia Pemilihan Duta Bahasa Balai Bahasa Lampung Rita Thamrin mengatakan keduanya berhak atas uang tunai Rp1,5 juta, piagam, dan menjadi wakil Lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka kita daulat untuk memasyarakatkan bahasa Indonesia yang baik dan benar," kata Rita saat ditemui di sela-sela pemilihan duta bahasa, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, kegiatan ini diikuti puluhan pemuda yang berusia minimal 17 tahun dari berbagai daerah di Lampung. "Para peserta kita uji kemampuannya berbahasa Indonesia dengan baik dan benar melalui Uji Kemahiran Bahasa Indonesia (UKBI). Selain itu juga kita uji wawasan dan kemampuan berbahasanya secara praktek," kata Rita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam final kemarin ada 20 peserta yang lolos dan diuji kemampuannya oleh tiga dewan juri, masing-masing Ibnu Khalid (Ketua Aliansi Jurnalis Independen/AJI Lampung), Efendi Sanusi (dosen dan budayawan), dan Agusri Danardana (Kakanwil Balai Bahasa Lampung).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain pemenang utama, final kemarin juga memilih juara kedua, ketiga, dan keempat. Juara kedua diraih M. Fajar dan Nurul Komaryasih, juara ketiga diraih Samsul D. Irfan, dan Afarel Seka R. Dan, juara keempat diraih Baiquni A.K. Sanjaya serta Puti Cresri Eka Cipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juara kedua berhak atas uang tunai Rp1 juta, juara ketiga berhak atas uang tunai Rp750 ribu, dan juara keempat berhak atas uang tunai Rp500 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, pemenang juga memperoleh piagam dari Kantor Bahasa Lampung. "Kegiatan itu baru pertama kita gelar dan terus dilaksanakan setiap tahun," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2006091301535343"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lampung Post&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;,Rabu, 13 September 2006&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/599614232927624936-4012989006739107749?l=kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/feeds/4012989006739107749/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=599614232927624936&amp;postID=4012989006739107749' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/4012989006739107749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/4012989006739107749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/2008/12/bahasa-dina-aladina-terpilih-sebagai.html' title='BAHASA: DINA ALADINA TERPILIH SEBAGAI DUTA BAHASA'/><author><name>KBPL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16084828709541586164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SUbCMBDnCxI/AAAAAAAAACA/Ak51aB4usOs/S220/Copy+1+of+Image028.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-599614232927624936.post-6344913923254016224</id><published>2008-12-15T11:05:00.000-08:00</published><updated>2008-12-15T11:33:34.637-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KBPL Dalam Berita'/><title type='text'>KEBUDAYAAN:ASPEK 400 BAHASA DAERAH DITELITI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bandarlampung (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lampost&lt;/span&gt;): Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional sedang meneliti 400 lebih bahasa daerah yang terancam punah. Kepala Pusat Bahasa Dendy Sugono saat hadir pada lomba musikalisasi puisi pelajar SMA se-Sumatera di Kantor Bahasa Provinsi Lampung, akhir pekan lalu, mengatakan bahasa derah tersebut sedang diteliti aspek morfologi, bentuk cerita yang pernah ada, sintaksis, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dendy menjelaskan bahasa yang terancam punah adalah bahasa yang penuturnya di bawah 1.000 orang. Penelitian itu, sebagai salah satu strategi mempertahankan bahasa daerah yang memang memiliki peranan penting dalam komunitas pendukungnya. "Bahasa derah yang tidak mungkin dipertahankan juga harus didokumentasikan agar kekayaan itu tidak hilang ditelan bumi," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dendy mengatakan bahasa mengalami kepunahan apabila bahasa itu tidak lagi digunakan masyarakat pendukungnya, baik sebagai sarana pengungkap maupun sebagai sarana komunikasi. Dia mengutip pendapat para peneliti yang memprediksikan dalam waktu 100 tahun ke depan bahasa-bahasa di dunia tinggal 50%, sedangkan yang 50% akan punah mengingat kuatnya pengaruh bahasa utama dalam kehidupan global.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Catatan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Linguist&lt;/span&gt;, di Indonesia terdapat 746 bahasa daerah, tersebar di kepulauan Indonesia, yang memiliki luas 1,7 juta km persegi dengan 17.508 pulau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, bahasa yang telah punah, yaitu sembilan bahasa dari Papua. Perinciannya, Kabupaten Sarmi ada tiga bahasa punah, yaitu Bapu, Darbe, dan Wares. Jayapura ada dua bahasa, yaitu Taworta dan Waritai. Jayawijaya ada dua bahasa punah, yaitu Murkim dan Walak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manokwari ada satu bahasa, yaitu Meoswar. Rajaampat satu bahasa, yaitu Loegenyem. Bahasa punah di Maluku Utara adalah bahasa Ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan bahasa yang terancam punah karena penutur hanya dua sampai 100 orang, yaitu Papua ada 32 bahasa. Perinciannya, Sarmi 10 bahasa, Jayapura 6 bahasa, Waropeng 7 bahasa, Jayawijaya 3 bahasa, Merauke 1 bahasa, Paniai 1 bahasa, Teluk Wondana 2 bahasa, Sorong Selatan 1 bahasa, Fakfak 1 bahasa, dan Maluku Utara 1 bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2008052201334323"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lampung Post&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, Kamis, 22 Mei 2008&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/599614232927624936-6344913923254016224?l=kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/feeds/6344913923254016224/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=599614232927624936&amp;postID=6344913923254016224' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/6344913923254016224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/6344913923254016224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/2008/12/kebudayaanaspek-400-bahasa-daerah.html' title='KEBUDAYAAN:ASPEK 400 BAHASA DAERAH DITELITI'/><author><name>KBPL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16084828709541586164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SUbCMBDnCxI/AAAAAAAAACA/Ak51aB4usOs/S220/Copy+1+of+Image028.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-599614232927624936.post-5625828141684359472</id><published>2008-12-15T10:55:00.000-08:00</published><updated>2008-12-15T11:33:34.638-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KBPL Dalam Berita'/><title type='text'>MUSIKALISASI PUISI: LAMPUNG KIRIM TIGA WAKIL</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bandarlampung (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lampost&lt;/span&gt;): Tiga SMA yakni SMAN 1 Natar, Lampung Selatan, SMAN 11 Bandar Lampung, dan SMAN 14 Bandar Lampung akan mewakili Lampung dalam Festival Musikalisasi Puisi Se-Sumatera yang rencananya akan digelar di Lampung, 17--19 Mei mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ramlan Andi, staf Kantor Bahasa Lampung, terpilihnya tiga sekolah tersebut setelah dilakukan penilaian terhadap lima sekolah dalam lomba yang digelar Kantor Bahasa, pada Sabtu (1/3). "Awalnya terdapat enam peserta, tetapi satu grup batal mengikuti perlombaan. Sedangkan dua sekolah lainnya yang tidak terpilih mewakili Lampung adalah SMAN 2 Bandar Lampung dan SMAN 1 Seputih Agung Mataram, Lampung Tengah," kata Ramlan, Senin (3/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjelaskan kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan Kantor Bahasa seluruh Indonesia. Tahun ini Lampung menjadi tuan rumah ajang tersebut. "Sampai saat ini daerah yang sudah memastikan untuk mendaftarkan diri adalah Aceh, Palembang, Jambi, Medan, dan Bengkulu. Sedangkan daerah lainnya belum melakukan konfirmasi," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Adapun peserta dalam kompetisi ini para pelajar yang sebelumnya mengikuti kegiatan bengkel sastra untuk materi musikalisasi puisi. "Jadi memang ini merupakan siswa-siswa yang direkrut Kantor Bahasa untuk mengikuti bengkel sastra," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penilaian berdasarkan kriteria penafsiran puisi, komposisi musikalisasi, vokal, penampilan, serta keselarasan karya yang dihasilkan. Sedangkan puisi yang dibawakan "Ia Akan Mengecup" karya Isbedy Stiawan Z.S. sebagai puisi wajib. Sedangkan puisi pilihan yakni "Pesan Bumi" (Munawar Syamsudin), "Kemana Ombak Akan Menepi" (M. Udaya Syamsudin), "Kepada Persada Cinta" (Widyartha Hastjarja), dan "Nyanyian Seekor Burung" (Pepi Pepiyana).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2008030414562529"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lampung Post&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, Rabu, 5 Maret 2008&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/599614232927624936-5625828141684359472?l=kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/feeds/5625828141684359472/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=599614232927624936&amp;postID=5625828141684359472' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/5625828141684359472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/5625828141684359472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/2008/12/musikalisasi-puisi-lampung-kirim-tiga.html' title='MUSIKALISASI PUISI: LAMPUNG KIRIM TIGA WAKIL'/><author><name>KBPL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16084828709541586164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SUbCMBDnCxI/AAAAAAAAACA/Ak51aB4usOs/S220/Copy+1+of+Image028.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-599614232927624936.post-1720725511700890055</id><published>2008-12-15T10:45:00.000-08:00</published><updated>2008-12-15T11:33:34.638-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KBPL Dalam Berita'/><title type='text'>MUSIKALISASI PUISI, LOYALITAS FREDIE ARSI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Udara bergetar dalam darahku. Ketika tasbih berputar dalam zikir. Wirid bertamburan memenuhi ruang. Dan kau tersenyum di penanggalan...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggalan puisi karya Ahmadun Yosi Herfanda berjudul Refleksi Jarak dan Waktu di atas tiba-tiba berubah menjadi satu syair lagu nan indah dengan komposisi dan harmonisasi musik yang begitu hangat dan bernuansa religius kental. Puisi tersebut menjadi pembuka penampilan Deavies Sanggar Matahari Jakarta, dalam pagelaran musikalisasi puisi yang digelar di Kantor Bahasa Provinsi Lampung, Rabu (13--2) malam yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, meluncur puisi karya Dediesputra Siregar berjudul "Ruh (u) Krak" yang juga diambil dari album CD kompilasi yang dikeluarkannya pada tahun 2007 lalu. Nuansa musik Nangroe Aceh Darusalam sangat terasa dalam aransemen yang dibuatnya. Terlebih dengan syair yang menggunakan bahasa Aceh. ... &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kala Sang Karang Ka Ku. Tuboh A Cehku. Nong. Na Cut Bang. Gampreh....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlebih lagi dengan gerak yang ditampilkan para pemain musik yang terdiri dari lima personel, yakni Dediesputra Siregar, Andrie Syahnila Putra Siregar, Devie Komala Syahni Siregar, Denie Syahnila Putra Siregar, dan Herie Syahnila Putra Siregar yang menampilkan lenggokan tari Saman, sehingga nuansa Aceh sangat terasa sekali.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun, selain nuansa Aceh yang tergambar, ada kemirisan yang amat sangat terasa lewat pekikan suara Devie yang sangat menyayat. Seakan-akan menyuarakan kepedihan masyarakat Aceh, saat musibah tsunami melanda pada medio Desember tahun 2004 yang lalu. Sebuah lengkingan akan luka yang amat dalam, tapi tidak terkatakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan itu pun dibenarkan pimpinan Deavies Sanggar Matahari yang juga merupakan ayah kandung dari kelima personelnya, Fredie Arsi, saat jeda setelah tembang "Ruh (u) Krak dibawakan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Puisi ini tercipta saat Januari 2005 ketika kita berkunjung ke Aceh. Saat itu saya bersama anak-anak melakukan terapi mental anak-anak Aceh. Dan ketika itu kami berhasil menemukan 14 jenazah korban tsunami, ada ibu hamil dan anak-anak. Pada malam harinya, saya melihat semua anak saya terdiam dan tidak bisa berkata-kata lagi. Sehingga kata-kata ketika itu tak mampu lagi menyuarakan apa yang terjadi dan dialami korban tsunami."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian komposisi menarik yang hampir satu napas dengan alunan sebelumnya, "Salam Damai" karya Fikar W. Eda mengalun dengan nada-nada yang tidak berbeda. Pun dengan puisi Sutardji Calzoum Bachri yang berjudul "Tanah Airmata" yang dibawakan dengan penuh penghayatan dan penjiwaan yang amat dalam. Begitu juga dengan karya Sapardi Djoko Damono "Yang Fana Adalah Waktu", yang dibuat dengan musikalitas yang sangat baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama juga lewat puisi karya Amir Hamzah "Padamu Jua". Dan yang sangat istimewa adalah manakala kelima personel yang sudah berkeliling seluruh Indonesia tersebut saat menghadirkan aransemennya pada puisi yang dikenal sejak masa kanak-kanak yakni "Diponegoro" karya Chairil Anwar yang menjadi sangat syahdu tetapi heroik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nuansa romantis kemudian berlanjut dengan "Inilah Cinta" karya Jalaludin Ar-Rumi yang dibawakan dengan nuansa padang pasir nan kental. Dan penampilan ditutup dengan sangat manis lewat puisi karya sang ayah yang berjudul Musik Alam. Pada saat menyanyikan tembang inilah, Devie sang vokalis menitikkan air mata saat mengutarakan terima kasihnya kepada kedua orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan Musikalisasi Puisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan musikalisasi puisi di Indonesia sangat menjanjikan, terutama yang ada di daerah-daerah. Hal ini terbukti dengan diborongnya event festival musikalisasi puisi tingkat nasional yang digelar di Jakarta beberapa waktu lalu, seluruh pemenangnya berasal dari SMA asal daerah. Bahkan, peserta dari Lampung yakni SMAN 11 Bandar Lampung, berhasil menjadi salah satu juaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fredie Arsi mengemukakan di sela-sela kegiatan Pelatihan Musikalisasi Puisi untuk Pelajar SMA Provinsi Lampung yang digelar di Kantor Bahasa Provinsi Lampung, Rabu (13--2). Dia mengatakan awal berkembangnya seni musikalisasi puisi sekitar tahun 1990 yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saat itu pertama kali digelar Festival Musikalisasi Puisi untuk tingkat pelajar SMA yang diadakan Kantor Pusat Bahasa. Setelahnya kegiatan ini menjadi kegiatan rutin yang digelar setiap tahunnya," kata Fredie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, pada tahun 1994, Kantor Bahasa mengeluarkan program Bengkel Sastra di mana dilakukan semacam pelatihan bagi guru dan siswa yang semakin concern mengembangkan musikalisasi puisi. "Barulah pada tahun 1999, Bengkel Sastra mulai didirikan di daerah seperti Medan, Semarang, Surabaya, dan Banjarmasin. Dan saat ini, hampir di seluruh provinsi di Indonesia sudah ada."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kemudian oleh Balai Bahasa, program musikalisasi puisi semakin dikenalkan kepada pelajar di setiap daerah. "Meksipun musikalisasi puisi ini sudah ada sejak dulu dan berkembang dalam budaya kita seperti dari Aceh yang memiliki budaya bersyair. Atau budaya di Riau di mana saat akan menangkap madu juga melafalkan mantra seperti bentuk musikalisasi puisi," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab itu, perkembangan musikalisasi puisi bagi pelajar SMA di daerah berkembang dengan baik. "Selain juga jalinan yang ada di daerah antarpeserta dengan pelatih dan kantor Bahasa terjalin baik. Sehingga, semakin memupuk rasa kedekatan emosional yang kemudian mendorong perkembangan musikalisasi puisi di daerah berjalan baik."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musikalisasi puisi sendiri merupakan upaya memberikan peningkatan pesan moral yang ada puisi di depan khalayak dengan menggunakan alat-alat sumber bunyi. "Jadi tidak melulu yang digunakan adalah alat musik. Sebab semuanya bergantung dari puisinya itu sendiri. Bisa jadi alat yang digunakan bukan dari alat musik konvensional, tapi dari alat lain yang mengeluarkan bunyi. Dan saat ini setiap peserta umumnya menggunakan alat-alat dari daerahnya masing-masing," tambahnya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pelatihan yang digelar di Kantor Bahasa Provinsi Lampung diikuti 36 peserta yang berasal dari enam sekolah, yakni SMAN 11 Bandar Lampung, SMAN 14 Bandar Lampung, SMAN 2 Bandar Lampung, SMA Taman Siswa Bandar Lampung, SMAN 1 Seputih Agung Lampung Tengah, dan SMAN 1 Natar. Dan rencananya hari ini, Kamis (14--2) setiap peserta akan mementaskan musikalisasi puisi karya masing-masing sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keloyalitasan Fredie Arsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bila membicarakan tentang musikalisasi puisi, sosok Fredie Arsi memang layak disebut. Karena sejak 1982, ia telah mengajarkan anak-anaknya menyanyikan puisi selain lagu-lagu ciptaannya sendiri. Ketika itu dia memiliki grup bernama Deavies Group yang kependekan dari trio Dedie, Andrie, dan Devie yang merupakan tiga putra putrinya. Berbagai ajang diikuti dari tingkat kelurahan, hingga perhelatan 50 tahun Majalah Sastra &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Horison&lt;/span&gt; di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1990, pertama kali digelar Festival Musikalisasi Puisi yang diadakan Pusat Bahasa. Ternyata, kemenangan berhasil diraih sehingga kemudian menonggakkan berdirinya Deavies Sanggar Matahari yang anggotanya enam saudara kandung. Tiga empat tahun berturut-turut berhasil meraih juara pertama di berbagai ajang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, tahun 1992--1996, Deavies Sanggar Matahari pun menyelenggarakan tur keliling untuk memasyarakatkan musikalisasi puisi di kota-kota Sumatera dan Jawa. Bahkan, pada bulan Oktober 1994, mendapat penghargaan dari Kementrian Pemuda dan Olahraga sebagai Pemuda Pelopor DKI Jakarta Bidang Pengabdian Seni dan Budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, bersama dengan keenam anaknya, Fredie Arsi menjadi mitra kerja Pusat Bahasa Diknas dalam program bengkel sastra, apresiasi sastra bidang musikalisasi puisi bagi pelajar SMA se-Indonesia sampai saat ini. Selain itu, pementasan yang dilakukan pun sudah sangat panjang, tidak hanya di Indonesia tapi hingga Kuala Lumpur, Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sebagai satu sosok yang berperan penting dalam melakukan sosialisasi atas perkembangan musikalisasi puisi di Indonesia, sosok Fredie adalah sosok yang sangat bersahaja. Bahkan, dia kerap disebut sebagai seniman yang paling kaya terutama kaya hati karena dalam pekerjaannya berkeliling Indonesia dan berkarya, selalu dikelilingi orang-orang terkasihnya, yakni istri, keenam anak, serta cucunya. Sebab, sesungguhnya kekayaan bukan hanya tecermin pada kekayaan materi, melainkan ketenangan dan kekayaan hati. Semoga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2008021615381027"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lampung Post&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, Minggu, 17 Februari 2008&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/599614232927624936-1720725511700890055?l=kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/feeds/1720725511700890055/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=599614232927624936&amp;postID=1720725511700890055' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/1720725511700890055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/1720725511700890055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/2008/12/musikalisasi-puisi-loyalitas-fredie.html' title='MUSIKALISASI PUISI, LOYALITAS FREDIE ARSI'/><author><name>KBPL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16084828709541586164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SUbCMBDnCxI/AAAAAAAAACA/Ak51aB4usOs/S220/Copy+1+of+Image028.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-599614232927624936.post-3035366955957917711</id><published>2008-12-15T10:13:00.000-08:00</published><updated>2008-12-15T11:33:34.638-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KBPL Dalam Berita'/><title type='text'>SENI: MUSIKALISASI MAKIN BERKEMBANG</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bandarlampung (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lampost&lt;/span&gt;): Musikalisasi puisi di Indonesia makin berkembang, khususnya di daerah-daerah. Terbukti dengan diborongnya penghargaan festival musikalisasi puisi tingkat nasional di Jakarta beberapa waktu lalu, seluruh pemenangnya adalah siswa sekolah menengah atas (SMA) dari daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pimpinan Deavies Sanggar Matahari Jakarta, Fredie Arsi, mengemukakan hal tersebut saat ditemui di sela-sela kegiatan Pelatihan Musikalisasi Puisi untuk Pelajar SMA Provinsi Lampung yang digelar di Kantor Bahasa Provinsi Lampung, Rabu (13--2). Dia mengatakan awal berkembangnya seni musikalisasi puisi sekitar tahun 1990 lalu. "Saat itu pertama kali digelar Festival Musikalisasi Puisi untuk tingkat pelajar SMA yang diadakan Kantor Pusat Bahasa. Setelahnya kegiatan ini menjadi kegiatan rutin yang digelar setiap tahunnya," kata Fredie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian pada tahun 1994, Kantor Bahasa mengeluarkan program Bengkel Sastra di mana dilakukan semacam pelatihan bagi guru dan siswa yang semakin peduli mengembangkan musikalisasi puisi. "Barulah pada tahun 1999, Bengkel Sastra mulai didirikan di daerah seperti Medan, Semarang, Surabaya, dan Banjarmasin. Dan saat ini, hampir di seluruh provinsi di Indonesia sudah ada," ujar dia.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kemudian oleh Balai Bahasa, program musikalisasi puisi semakin dikenalkan kepada pelajar di setiap daerah. "Meskipun musikalisasi puisi ini sudah ada sejak dulu dan berkembang dalam budaya kita seperti dari Aceh yang memiliki budaya bersyair. Atau budaya di Riau di mana saat akan menangkap madu juga melafalkan mantra seperti bentuk musikalisasi puisi," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, perkembangan musikalisasi puisi bagi pelajar SMA di daerah berkembang dengan baik. "Selain juga terjalinnya hubungan yang baik antarpeserta dengan pelatih dan Kantor Bahasa. Sehingga makin memupuk rasa kedekatan emosional yang mendorong perkembangan musikalisasi puisi di daerah berjalan dengan baik," ujar dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2008021403285858"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lampung Post&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, Kamis, 14 Februari 2008&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/599614232927624936-3035366955957917711?l=kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/feeds/3035366955957917711/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=599614232927624936&amp;postID=3035366955957917711' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/3035366955957917711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/3035366955957917711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/2008/12/seni-musikalisasi-makin-berkembang.html' title='SENI: MUSIKALISASI MAKIN BERKEMBANG'/><author><name>KBPL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16084828709541586164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SUbCMBDnCxI/AAAAAAAAACA/Ak51aB4usOs/S220/Copy+1+of+Image028.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-599614232927624936.post-7065726388170573966</id><published>2008-12-15T10:09:00.000-08:00</published><updated>2008-12-15T11:33:34.639-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KBPL Dalam Berita'/><title type='text'>SANGGAR SEBELAS RAIH JUARA HARAPAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sanggar Sebelas dari SMAN 11 Bandar Lampung akhirnya harus puas memboyong juara harapan kedua dalam ajang Festival Musikalisasi Puisi Tingkat Nasional yang berakhir pada hari Selasa (6-11) di Jakarta. Sementara itu, juara pertama diraih tim dari Provinsi Sumatera Barat dan juara kedua Tim Sumatera Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad Jusmar, selaku pelatih sanggar, Kamis (8-11), mengatakan persaingan antarpeserta sangat ketat, sehingga dewan juri yang terdiri dari Agus R. Sardjono, Fredi Arsi, dan Agus Arya Dipayana kesulitan menetapkan juara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tim SMAN 11 Bandar Lampung sudah tampil dengan maksimal. Tetapi, persaingan vokal dan kreativitas memang sangat ketat, sehingga hanya grup-grup terbaik saja yang masuk 10 besar." katanya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam penampilannya di Jakarta kemarin, Sanggar Sebelas yang digawangi Helmi Bahrul Ulum, Edi Suhaidi, Selviana, Ani Wulantari, Utari Anggraini, dan Linda Lestari membawakan puisi bertajuk "Lagu Yang Sederhana" karya Acep Zam-zam Noor, dan "Pohon di Depan Rumah" karya Isbedy Stiawan Z.S.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski belum berhasil menjadi yang terbaik, Kepala Kantor Bahasa Provinsi Lampung, Agus Sri Danardhana, mengatakan bangga atas keberhasilan Sanggar Sebelas yang memboyong juara harapan kedua dalam ajang festival tersebut. "Kami memang tidak membebani target. Keberhasilan ini membuktikan Provinsi Lampung merupakan ladang sastra yang potensial." katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama juga dikemukakan Kepala SMAN 11 Bandar Lampung, Milizal, pihak sekolah mengaku sangat bangga atas prestasi yang telah diraih Sanggar Sebelas. "Mudah-mudahan ini bisa menjadi motivasi siswa lain untuk berprestasi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2007111001191613"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lampung Post&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, Sabtu, 10 November 2007&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/599614232927624936-7065726388170573966?l=kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/feeds/7065726388170573966/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=599614232927624936&amp;postID=7065726388170573966' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/7065726388170573966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/7065726388170573966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/2008/12/sanggar-sebelas-raih-juara-harapan.html' title='SANGGAR SEBELAS RAIH JUARA HARAPAN'/><author><name>KBPL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16084828709541586164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SUbCMBDnCxI/AAAAAAAAACA/Ak51aB4usOs/S220/Copy+1+of+Image028.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-599614232927624936.post-8079916185617803652</id><published>2008-12-15T09:55:00.000-08:00</published><updated>2008-12-15T11:33:34.639-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KBPL Dalam Berita'/><title type='text'>RENDAH, MINAT MEMPELAJARI BAHASA INDONESIA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bandarlampung, Minggu, Minat masyarakat memperlajari bahasa Indonesia semakin turun. Hal itu karena masyarakat berpandangan bahasa Indonesia tidak memiliki nilai ekonomis seperti bahasa Inggris sehingga minat mempelajari tidak terlalu besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Pusat Bahasa Dendy Sugono saat kunjungan kerja dan peresmian kantor bahasa Lampung, Sabtu (17/5) mengatakan, masyarakat sampai saat ini masih berpandangan manfaat mempelajari bahasa Indonesia tidak sebesar manfaat mempelajari bahasa asing seperti bahasa Inggris. "Di dunia pekerjaan pandangan masyarakat seolah terbuktikan," kata Dendy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengamatan pusat bahasa, lanjut Dendy, setiap kantor yang mencari karyawan baru , kantor-kantor itu lebih banyak mengadakan tes kecakapan bahasa Inggris, dan hanya sedikit yang menyelenggarakan tes kecakapan bahasa Indonesia. Apalagi, di perusahaan-perusahaan asing yang banyak mempekerjakan pekerja asing, hanya sedikit tenaga kerja asing yang mampu berbicara dalam bahasa Indonesia yang lancar dan baik.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Realita lain yang dapat dilihat adalah saat ujian nasional. Bahasa Indonesia menjadi salah satu mata pelajaran yang diujikan pada ujian nasional. Namun, banyak siswa cenderung mendapatkan nilai tidak baik untuk mata pelajaran bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendala lainnya, era perdagangan bebas dewasa ini membuat masyarakat Indonesia seenaknya menyerap bahasa asing dan menerapkan dalam komunikasi sehari-hari. Kosakata bahasa Indonesia menjadi tidak karuan. Hal itu membuktikan, kemampuan ber bahasa Indonesia masyarakat Indonesia tidak baik, kata Dendy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai upaya menumbuhkan cinta kepada bahasa Indonesia sekaligus upaya melestarikan bahasa Indonesia dan memperbaiki citra bahasa Indonesia, Pusat Bahasa akan memicu kemauan warga negara berbahasa Indonesia melalui pemberian penghargaan. Yaitu penghargaan kepada warga negara yang mampu berbahasa dengan baik dan benar. Bentuknya bisa sayembara atau penghargaan adi bahasa, ujar Dendy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu diiringi dengan peraturan yang mengharuskan setiap warga negara Indonesia dan warga asing untuk berbahasa Indonesia. Keharusan itu akan diterapkan di semua aspek, mulai dari lingkungan pekerjaan, keluarga, sosial, ataupun pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi tenaga kerja asing, lanjut Dendy, Pusat Bahasa juga akan mengatur para pekerja asing harus bisa berbahasa Indonesia sebelum bekerja di Indonesia. Kita saja harus bisa berbahasa Inggris kalau bekerja di luar negeri. Kita harus menerapkan hal yang sama bagi para pekerja asing di Indonesia, katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaturan-pengaturan itu akan diperketat melalui undang-undang bahasa. Rancangan undang-undang (RUU) bahasa itu saat ini tengah digodok dan siap disahkan sebagai alat untuk melindungi bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/05/18/18493818/rendah.minat.mempelajari.bahasa.indonesia."&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kompas&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, Minggu, 18 Mei 2008&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/599614232927624936-8079916185617803652?l=kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/feeds/8079916185617803652/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=599614232927624936&amp;postID=8079916185617803652' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/8079916185617803652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/8079916185617803652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/2008/12/rendah-minat-mempelajari-bahasa.html' title='RENDAH, MINAT MEMPELAJARI BAHASA INDONESIA'/><author><name>KBPL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16084828709541586164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SUbCMBDnCxI/AAAAAAAAACA/Ak51aB4usOs/S220/Copy+1+of+Image028.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-599614232927624936.post-4654254816688117535</id><published>2008-12-15T09:27:00.000-08:00</published><updated>2008-12-15T11:33:34.639-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KBPL Dalam Berita'/><title type='text'>LAMPUNG JUARA MUSIKALISASI PUISI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bandarlampung, Minggu, Provinsi Lampung, diwakili oleh SMA Negeri 11 Bandarlampung, menjuarai Festival Musikalisasi Puisi se-Sumatera yang diselenggarakan di Bandarlampung, Sabtu-Minggu (17--18/5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juara kedua, pada festival yang  mengambil tema "Musikalisasi Puisi dalam Pelestarian Bumi" dengan tuan rumah Kantor Bahasa Provinsi Lampung (KBPL) itu, diraih perwakilan dari Jambi, disusul para juara berikutnya, yakni perwakilan dari Padang, Palembang, dan NAD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta lomba itu sebanyak 11 tim, terdiri masing-masing satu tim pelajar dari Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Riau, NAD, Bengkulu, dan dua tim dari Jambi. Sementara Provinsi Lampung sebagai tuan rumah mengirimkan tiga tim.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Setiap peserta membacakan satu puisi wajib berjudul Kepada Persada Tercinta karya Widyartha Hastjarja, dan satu puisi bebas. Hal-hal yang dinilai dalam festival tersebut di antaranya penafsiran peserta terhadap puisi, komposisi musikal, harmonisasi, vokal, serta penampilan peserta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim juri terdiri atas Fredie Arsi (pengasuh Teater Matahari, Jakarta), Ari Pahala Hutabarat (penyair/pegiat teater, Dewan Kesenian Lampung), dan Rusli Syukur (pegiat seni Taman Saburai Bandarlampung).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pemenang selain mendapatkan uang tunai, juga piala serta piagam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/05/19/02591265/lampung.juara.musikalisasi.puisi."&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kompas&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, Senin, 19 Mei 2008&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/599614232927624936-4654254816688117535?l=kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/feeds/4654254816688117535/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=599614232927624936&amp;postID=4654254816688117535' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/4654254816688117535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/4654254816688117535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/2008/12/lampung-juara-musikalisasi-puisi.html' title='LAMPUNG JUARA MUSIKALISASI PUISI'/><author><name>KBPL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16084828709541586164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SUbCMBDnCxI/AAAAAAAAACA/Ak51aB4usOs/S220/Copy+1+of+Image028.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-599614232927624936.post-4679648913229927720</id><published>2008-12-15T09:13:00.000-08:00</published><updated>2008-12-15T11:33:34.640-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KBPL Dalam Berita'/><title type='text'>LAMPUNG, TUAN RUMAH FESTIVAL MUSIKALISASI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bandarlampung, Senin, Lampung akan menjadi tuan rumah Festival Musikalisasi Puisi tingkat Sumatera pada 17--19 Mei 2008. Untuk mendukung festival, Kantor Bahasa Lampung sudah menyeleksi dan memilih peserta festival.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramlan Nandi, Ketua Panitia Seleksi Peserta Festival Musikalisasi Puisi Tingkat Sumatera, Senin (3/3) mengatakan, seleksi peserta sudah dilakukan Sabtu (1/3). Seleksi diikuti lima peserta yaitu SMAN 2 Bandar Lampung, SMAN 11 Bandar Lampung, SMAN 14 Bandar Lampung, SMAN 1 Natar Lampung Selatan, dan SMAN 1 Seputih Agung Lampung Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para siswa dari lima sekolah tersebut merupakan peserta pelatihan Bengkel Sastra Musikalisasi Puisi yang diselenggarakan Kantor Bahasa Lampung Februari 2008. Berbekal pelatihan, para peserta menampilkan puisi wajib berjudul Ia Akan Mengecup karya penyair Lampung Isbedy Setiawan ZS dan puisi pilihan berjudul Pesan Bumi karya Munawar Syamsudin, Kemana Ombak Akan Menepi karya M Udaya Syamsudin, Kepada Persada Cinta karya Widyartha Hastjarja, serta Nyanyian Seekor Burung karya Pepiyana.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ramlan, berdasar pada materi musikalisasi puisi saat bengkel sastra, tim juri menyeleksi peserta berdasarkan kemampuan menafsirkan puisi, kemampuan bermusikalisasi puisi, komposisi musikalisasi, vokal, dan penampilan. Bengkel sastra terbukti membantu para siswa menafsirkan dan menampilkan puisi dalam bentuk musikalisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasar kriteria tersebut, tim juri yang terdiri atas Kepala Kantor Bahasa Lampung Agus Sri Danardana dan empat staf kantor bahasa memilih SMAN 1 Natar Lampung Selatan, SMAN 11 Bandar Lampung, dan SMAN 14 Bandar Lampung sebagai peserta festival. Kemampuan ketiga kelompok dari tiga SMA itu sebelumnya sudah terasah pada festival musikalisasi puisi nasional 2007 dan melalui bekal bengkel sastra, kata Ramlan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Festival Musikalisasi Puisi Tingkat Sumatera akan diikuti para peserta dari sejumlah kota besar di Sumatera. Para peserta yang sudah menyatakan kesiapan sebagai peserta diantaranya berasal dari Banda Aceh, Palembang, Medan, Jambi, dan Bengkulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ramlan, para pemenang pada festival musikalisasi puisi tingkat Sumatera akan diikutkan pada festival musikalisasi puisi tingkat nasional. "Seperti tahun 2007, festival tingkat nasional akan diselenggarakan pada Oktober untuk memperingati bulan bahasa," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/03/03/19414638"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kompas&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, Senin, 3 Maret 2008&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/599614232927624936-4679648913229927720?l=kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/feeds/4679648913229927720/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=599614232927624936&amp;postID=4679648913229927720' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/4679648913229927720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/4679648913229927720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/2008/12/lampung-tuan-rumah-festival.html' title='LAMPUNG, TUAN RUMAH FESTIVAL MUSIKALISASI'/><author><name>KBPL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16084828709541586164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SUbCMBDnCxI/AAAAAAAAACA/Ak51aB4usOs/S220/Copy+1+of+Image028.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-599614232927624936.post-5890189059716064621</id><published>2008-12-15T08:48:00.000-08:00</published><updated>2008-12-15T11:33:34.640-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KBPL Dalam Berita'/><title type='text'>SASTRA SUFI KEMBALI DILIRIK DI INDONESIA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bandarlampung, Kompas, Perkembangan sastra sufi atau sastra yang memuat nilai-nilai religius universal sempat terhambat selama tiga abad di Indonesia. Memasuki abad ke-20 hingga saat ini, sastra sufi kembali berkembang dan dilirik peminat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdul Hadi WM, pengajar sastra sufistik di Universitas Paramadina Mulia dan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, pada acara ceramah sastra di Balai Bahasa Lampung, Jumat (21/11), mengatakan, di Indonesia sastra sufi masuk pada abad ke-13. Saat itu, sastra sufi masuk ke Indonesia dalam bentuk saduran atas cerita-cerita dari Arab Saudi dan Persia. Saduran cerita dalam bahasa Melayu itu dipakai sebagai alat syiar agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Abdul Hadi, sebagai alat syiar, para penulis yang menuliskan nilai-nilai religius Islam banyak berhadapan dengan nilai-nilai lokal masyarakat Jawa atau Sumatera yang saat itu tengah berkembang, di antaranya animisme dan ajaran Hindu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;”Sebagai alat syiar, kombinasi dari nilai-nilai yang dianut masyarakat dengan nilai-nilai dalam ajaran Islam dilakukan supaya masyarakat mau menerima syiar tersebut,” ujar Abdul Hadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan mengenai ajaran Islam yang dipadu dengan nilai-nilai lokal mencapai puncaknya pada abad ke-16 dan ke-17 berupa berkembangnya sastra sufi. Saat itu, agama Islam di Indonesia sudah tersebar dan diiringi dengan banyaknya lembaga pendidikan besar yang membutuhkan banyak buku-buku ajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/24/02004335/sastra.sufi.kembali.dilirik.di.indonesia"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kompas&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, Senin, 24 November 2008&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/599614232927624936-5890189059716064621?l=kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/feeds/5890189059716064621/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=599614232927624936&amp;postID=5890189059716064621' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/5890189059716064621'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/5890189059716064621'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/2008/12/sastra-sufi-kembali-dilirik-di.html' title='SASTRA SUFI KEMBALI DILIRIK DI INDONESIA'/><author><name>KBPL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16084828709541586164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SUbCMBDnCxI/AAAAAAAAACA/Ak51aB4usOs/S220/Copy+1+of+Image028.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-599614232927624936.post-5211264223249798374</id><published>2008-12-15T08:44:00.000-08:00</published><updated>2008-12-15T11:33:34.640-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KBPL Dalam Berita'/><title type='text'>KANTOR BAHASA LAMPUNG KEMBANGKAN MUSIKALISASI PUISI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bandarlampung, Rabu, Kantor Balai Bahasa Lampung berupaya mengembangkan bengkel sastra musikalisasi puisi sebagai cara alternatif mengapresiasi puisi. Upaya itu ditempuh untuk mewadahi minat dan kreativitas berkesenian generasi muda Lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Kantor Bahasa Lampung Agus Sri Danardana, Rabu (13/2), mengatakan, puisi sebagai salah satu aliran sastra yang tidak begitu diminati sebelumnya hanya tampil konvensional melalui tampilan deklamasi atau pendramaan puisi. Dalam tiga tahun terakhir, kegiatan musikalisasi puisi sebagai cara lain mengapresiasi puisi baik dalam bentuk festival atau pertunjukan makin marak di Lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang menggembirakan, peserta atau pelaku musikalisasi puisi tersebut adalah siswa-siswa SMA se-Lampung. Banyaknya peserta siswa SMA menjadikan pengembangan musikalisasi di Lampung akan lebih panjang dan diharapkan bisa bertahan lama," katanya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam kurun waktu 2006--2007, para peserta SMA itu tidak hanya mengikuti festival, melainkan juga memenangi festival. Diantaranya Festival Musikalisasi Puisi tingkat provinsi, festival se-Sumatera, dan festival nasional. Dalam pandangan Agus Sri, potensi dan bakat berkesenian tersebut harus diwadahi supaya tidak putus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini musikalisasi puisi yang diwadahi dalam bentuk bengkel sastra Kantor Bahasa Lampung tengah melatih 36 siswa SMA se-Lampung yang berminat pada musikalisasi puisi. Pelatihan selama tiga hari mulai Selasa (12/2) hingga Kamis (14/2) dilakukan bekerja sama dengan Deavies Sanggar Matahari yang merupakan penggiat musikalisasi puisi dari Jakarta. Selama pelatihan, para siswa mendapat gemblengan tentang musikalisasi puisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/02/13/22264446"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kompas&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, Rabu, 13 Februari 2008&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/599614232927624936-5211264223249798374?l=kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/feeds/5211264223249798374/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=599614232927624936&amp;postID=5211264223249798374' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/5211264223249798374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/5211264223249798374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/2008/12/kantor-bahasa-lampung-kembangkan.html' title='KANTOR BAHASA LAMPUNG KEMBANGKAN MUSIKALISASI PUISI'/><author><name>KBPL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16084828709541586164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SUbCMBDnCxI/AAAAAAAAACA/Ak51aB4usOs/S220/Copy+1+of+Image028.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-599614232927624936.post-9193926148043908341</id><published>2008-12-15T08:21:00.000-08:00</published><updated>2008-12-15T11:33:34.641-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KBPL Dalam Berita'/><title type='text'>PENULISAN YANG BENAR MENURUT KANTOR BAHASA: BANDARLAMPUNG</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bandarlampung, Selasa, Kantor Bahasa Provinsi Lampung (KBPL) menganjurkan media massa dan semua pihak, dapat menggunakan penulisan nama Kota "Bandarlampung" (ibukota Provinsi Lampung) dengan digabungkan bukan dipisahkan ("Bandar Lampung").&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hal itu agar sejalan dengan standar baku penamaan yang ditetapkan oleh Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal), serta sesuai dengan aturan ejaan bahasa Indonesia yang baik dan benar," kata Kepala KBPL, Agus Sri Danardana, di Bandarlampung, Selasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agus menjelaskan, hingga kini penulisan nama ibukota Provinsi Lampung itu masih simpangsiur dan berbeda-beda, di antaranya diterapkan berlainan oleh media massa dan wartawan maupun kantor pemerintah serta swasta di daerah ini. Dua media massa harian di Lampung juga berbeda dalam menuliskan "Bandarlampung" itu satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dia menegaskan, penulisan nama daerah sesungguhnya ditetapkan oleh Bakosurtanal dengan standar penamaan tempat (toponami/toponim) secara geografis maupun antropologis. "Tapi kalau Bakosurtanal belum menetapkan standar penamaan tempat dimaksud, kami anjurkan sesuai penerapan kaidah bahasa Indonesia yang benar adalah dengan digabungkan untuk nama tempat atau daerah yang terdiri atas dua kata," kata dia lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Danardana menegaskan pula, kendati nama tempat itu, seperti "Bandarlampung" telah ditetapkan secara hukum formal dalam dokumen yang sah melalui peraturan daerah (perda) atau ketentuan lain, dia tetap menyarankan untuk lebih baik menggabungkan penulisannya. "Hal ini terkait pula dengan efisiensi penggunaan kata dan kalimat dalam berbahasa, sekaligus untuk menghindari kesalahan baca kalau kebetulan nama tempat itu terdiri atas tiga kata," ujar Danardana pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengingatkan, dengan anjuran penerapan ketentuan penulisan nama tempat itu, berarti "Bandarlampung" sebaiknya ditulis dengan digabungkan ("Bandarlampung") bukan dipisahkan ("Bandar Lampung"). Konsekuensinya pula, penulisan nama tempat terdiri atas tiga kata, penggabungan dilakukan untuk dua kata pertamanya, seperti "Tanjung Karang Pusat" (salah satu kecamatan di Bandarlampung) secara lebih tepat dituliskan "Tanjungkarang Pusat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kantor Bahasa Provinsi Lampung, menurut Danardana, juga siap membantu memfasilitasi para wartawan dan media massa maupun kelompok masyarakat lainnya di daerah itu, untuk menyebarluaskan panduan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kantor itu mengajak pula kalangan wartawan dan media massa di Lampung untuk mengembangkan Forum bahasa Media Massa (FBMM) di daerahnya, untuk mengakomodasi kebutuhan penerapan penggunaan bahasa Indonesia bagi media massa yang tidak melanggar aturan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Danardana, seperti halnya para guru dan dosen, pekerjaan para wartawan dan media massa adalah identik dengan mereka yang dapat berperan sebagai "guru" dan "pendidik" yang baik bagi masyarakat luas untuk penggunaan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar melalui penyebarluasannya di media massa masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/04/01/19011862/penulisan.yang.benar.menurut.kantor.bahasa.bandarlampung"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kompas&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, Selasa, 1 April 2008&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/599614232927624936-9193926148043908341?l=kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/feeds/9193926148043908341/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=599614232927624936&amp;postID=9193926148043908341' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/9193926148043908341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/9193926148043908341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/2008/12/penulisan-yang-benar-menurut-kantor.html' title='PENULISAN YANG BENAR MENURUT KANTOR BAHASA: BANDARLAMPUNG'/><author><name>KBPL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16084828709541586164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SUbCMBDnCxI/AAAAAAAAACA/Ak51aB4usOs/S220/Copy+1+of+Image028.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-599614232927624936.post-5761405275494082274</id><published>2008-12-15T08:09:00.000-08:00</published><updated>2008-12-15T11:33:34.641-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KBPL Dalam Berita'/><title type='text'>PENYAIR LAMPUNG IKUTI MASTERA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bandarlampung (Lampost): Penyair Lampung, Lupita Lukman mengikuti Bengkel Sastra Majelis Sastra Asia Tenggara (Mastera) di Samarinda, 25--31 Juli 2007. Kegiatan ini diprakarsai negara-negara di Asia Tenggara, yang berlangsung rutin setiap tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan itu akan membahas puisi, cerpen, esai, dan naskah drama. Bengkel Mastera, selain mendatangkan tutor dari negara-negara peserta, juga dari Indonesia yaitu penyair D. Zawawi Imron dan Agus R. Sarjono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tahun ini, saya ikut untuk penulisan puisi," ujar Lupita Lukman yang mengaku mendapatkan dukungan dan bantuan biaya transportasi dari Kantor Bahasa Provinsi Lampung itu pula.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lupita Lukman adalah salah satu penyair perempuan Lampung, kelahiran Kotabumi-Lampung Utara, 17 Maret 1985.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan Bengkel Sastra Majelis Sastra Asia Tenggara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Ketua Harian Dewan Kesenian Lampung (DKL), Syaiful Irba Tanpaka, Kamis (26-7), mengatakan keberangkatan salah satu penyair Lampung itu menambah deretan para sastrawan dan penyair daerah ini yang diundang ke berbagai tempat termasuk ke luar negeri (mancanegara).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kiprah sastrawan Lampung itu menunjukkan tidak benar kalau dinilai bahwa sastra modern sedang 'tidur'," kata Syaiful.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, DKL juga mengutus tiga sastrawan Lampung menghadiri Pertemuan Sastrawan Nusantara (PSN) di Kedah, Malaysia dari 27 hingga 30 Juli. Tiga sastrawan Lampung tersebut, A. Arman Az (cerpenis), Isbedy Stiawan Z.S. dan Syaiful Irba Tanpaka (penyair).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam PSN ini, ketiganya akan bertemu dengan sastrawan dari berbagai negara, Malaysia, Singapura, Brunei, dan Thailand.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2007072801153457"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lampung Post&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, Sabtu, 28 Juli 2007&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/599614232927624936-5761405275494082274?l=kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/feeds/5761405275494082274/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=599614232927624936&amp;postID=5761405275494082274' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/5761405275494082274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/5761405275494082274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/2008/12/penyair-lampung-ikuti-mastera.html' title='PENYAIR LAMPUNG IKUTI MASTERA'/><author><name>KBPL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16084828709541586164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SUbCMBDnCxI/AAAAAAAAACA/Ak51aB4usOs/S220/Copy+1+of+Image028.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-599614232927624936.post-6289426387811609018</id><published>2008-12-15T07:55:00.000-08:00</published><updated>2008-12-16T18:17:13.275-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>“KEMALUAN” BERBAHASA LAMPUNG</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Oleh Udo Z. Karzi*&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bahasa Lampung kian terpinggirkan! Ini pernyataan yang kesekian tentang betapa menyedihkan "nasib" bahasa Lampung. Kali ini datang dari Kepala Kantor Bahasa Lampung Agus Sri Danardana. Agus mengatakan akibat tidak banyak penutur asli Lampung yang memakai bahasa Lampung dalam kegiatan sehari-hari, bahasa Lampung semakin terpinggirkan dalam kehidupan masyarakat Lampung. Penurunan jumlah penutur bahasa Lampung terjadi akibat model pengajaran bahasa daerah tersebut di sekolah-sekolah, dukungan pemerintah daerah kurang, dan kepercayaan diri masyarakat Lampung berbahasa Lampung rendah (Kompas, 25 Januari 2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal ulun Lampung (orang beretnik Lampung) yang "malu" berbahasa Lampung sudah menjadi cerita lama sebagaimana dikisahkan Prof. Hilman Hadikusuma (alm), Rizani Puspawijaya, dan seterusnya. Meskipun berbeda, Lampung itu sebenarnya Melayu juga. Dan, ulun Lampung dari dulu lebih bangga berbahasa Melayu (Indonesia) daripada bahasanya sendiri, bahasa Lampung. Dari dulu, kalau berbicara dengan menggunakan bahasa Melayu akan merasa lebih terpelajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ini masih ditambah dengan jumlah penutur bahasa Lampung di Lampung yang sedikit. Data Sensus Penduduk tahun 2000, misalnya menyebutkan hanya ada 792.312 jiwa suku Lampung (11,92%) dari 6.646.890 jiwa penduduk Provinsi Lampung.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Komposisi penduduk Lampung menurut suku bangsa tahun 2000 adalah Jawa 4.113.731 jiwa (61,88%), Lampung 792.312 jiwa (11,92%), Sunda, termasuk Banten 749.566 jiwa (11,27%), Semendo dan Palembang 36.292 jiwa (3,55%), suku bangsa lain (Bengkulu, Batak, Bugis, Minang, dll.) 754.989 jiwa (11,35%).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapakah jumlah ulun Lampung (penduduk bersuku Lampung) di Lampung saat ini? Tak ada data pasti. Karena, sensus penduduk setelah tahun 2000 tak lagi menanyakan suku atau etnik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita asumsikan orang Lampung otomatis bisa berbahasa Lampung, dari sensus itu, tidak sampai 15%, yaitu 11,92% saja penduduk Lampung yang bertutur dalam bahasa Lampung. Namun, kalau melihat banyak orang Lampung yang berbahasa Lampung lagi, angkanya di bawah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kondisi saat ini? Saya kira lebih parah lagi. Mungkin di bawah 10% orang yang berbicara dalam bahasa Lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar, ada kecenderungan masyarakat asli Lampung yang mau berbahasa Lampung semakin menurun. Namun, saya pikir, bukan--salah satunya--karena banyaknya variasi bahasa Lampung seperti yang diutarakan Agus. Masalah terpenting sebenarnya adalah, maukah para penutur berbahasa Lampung itu mempertahankan bahasa Lampung; tak peduli apakah dia menggunakan logat a (api) atau logat o (nyow). Saya mempunyai pengalaman berinteraksi yang intensif (terus-menerus) di antara para penutur bahasa Lampung itu, lama-lama di antara para penutur itu akan bisa saling berkomunikasi dan saling mengerti, meskipun di antara mereka menggunakan subdialek masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Keegoisan daerah" yang dimaksud dari setiap subdialek (logat) itu--dalam pikiran saya--tidak masalah karena itu bagian dari identitas dan kebanggaan setiap penutur bahasa Lampung. Kalau interaksi di antara para "penganut" subdialek itu berlangsung sinambung, lama-kelamaan akan lahir bahasa Lampung yang dapat dipahami oleh semua penutur bahasa Lampung dari subdialek manapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, masalah terbesar justru terletak pada keengganan berbahasa Lampung itu. Malu berbahasa Lampung, itu soalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengajaran di Sekolah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua pihak yang peduli dengan bahasa Lampung memang patut sedikit bersyukur karena bahasa Lampung sudah lama masuk ke dalam kurikulum muatan lokal di sekolah dasar dan menengah pertama. Kita lantas berharap ada sedikit celah bagi "pelestarian" bahasa Lampung. Akan tetapi, harapan itu jauh panggang dari api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengamatan Agus, rata-rata setiap guru pengajar bahasa Lampung hanya mengajarkan aksara Lampung tanpa percakapan Bahasa Lampung di sekolah. Hasilnya, murid-murid sekolah di Lampung banyak yang bisa menulis dalam aksara Lampung, tetapi tidak mampu bercakap dalam bahasa Lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kerangka yang lebih besar, saya melihat seharusnya mengajarkan bahasa bukan sekadar mengajarkan bahasa, melainkan siswa diajak belajar berbahasa. Belajar bahasa berbeda belajar berbahasa. Kalau belajar bahasa berkaitan dengan pengetahuan kebahasaan, belajar berbahasa berarti langsung mempraktekkan bahasa yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari, minimal saat sedang berlangsung proses belajar-mengajar. Kemampuan berbahasa itu meliputi mendengar, berbicara, membaca, dan menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaitan ini patut juga kita perhatikan penelitian Wiwik Dyah Aryani dalam tesisnya berjudul "Pengajaran Bahasa Lampung sebagai Muatan Lokal di Wilayah Transmigrasi Kabupaten Lampung Tengah" (1999) yang mengatakan pengajaran bahasa Lampung sebagai muatan lokal di wilayah transmigrasi Kabupaten Lampung Tengah tidak dapat dilaksanakan secara optimal karena apa yang diajarkan di sekolah tidak ditunjang lingkungan dan belum didayagunakannya lingkungan sebagai sumber belajar-mengajar bahasa Lampung sebagai muatan lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa komunikasi yang digunakan dalam lingkungan pembelajar adalah bahasa Indonesia dan bahasa Jawa, sehingga para pembelajar tidak pernah menerapkan apa-apa yang diterima di sekolah dalam kehidupannya. Dengan demikian, mereka belajar bahasa Lampung hanya melalui pengajaran, tidak melalui pemerolehan (acquisition). Indikator-indikator lain yang menunjukkan pengajaran bahasa Lampung sebagai muatan lokal belum dilaksanakan secara optimal, dapat dilihat dari tujuannya yang masih didominasi oleh aspek pengetahuan dan keterampilan, belum banyak hal-hal yang menyentuh sikap atau perubahan sikap pembelajar, dan penilaian yang masih didasarkan hanya pada hasil belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, agak aneh juga ketika Wiwik mengatakan para guru telah berusaha secara optimal untuk melaksanakan pengajaran bahasa Lampung sebagai muatan lokal sesuai dengan petunjuk dan pedoman dalam GBPP, dan telah berusaha mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan berbagai kemampuan yang dimilikinya, tetapi karena keterbatasan waktu, keterbatasan biaya dan fasilitas, serta kurangnya partisipasi masyarakat, apa yang dilakukannya belum menghasilkan sesuatu yang maksimal bagi pengajaran bahasa Lampung sebagai muatan lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang paling menggemaskan, Wiwik dalam rekomendasinya meminta agar pengajaran bahasa Lampung di daerah transmigrasi (tentu saja di Lampung) harus ditinjau lagi. Dengan kata lain, sebaiknya yang diajarkan di daerah transmigrasi itu adalah bahasa asli peserta didik (bahasa Jawa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas, ini bukan rekomendasi yang bagus untuk sebuah usaha menjaga agar bahasa Lampung tidak punah. Kalau di Lampung muatan lokalnya malah diisi dengan pelajaran bahasa Jawa, bahasa Sunda, bahasa Bali, dan sebagainya, dapat dibayangkan, tekanan yang akan dialami bahasa Lampung yang jumlah penuturnya saja hanya sekitar 15% di Lampung sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agaknya, berbagai pihak yang berkompeten (Dinas Pendidikan Lampung, akademisi perguruan tinggi, guru bahasa Lampung, serta para peminat dan pemerhati yang peduli bahasa Lampung) perlu merumuskan lagi bagaimana metode (strategi) pengajaran bahasa Lampung itu, selain membenahi kurikulum pengajaran bahasa Lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Memberdayakan Bahasa Lampung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya, saya bersepakat dengan pihak yang masih peduli dengan bahasa (juga sastra dan budaya) Lampung untuk secara bersama-sama menjaga, melestarikan, dan memberdayakan bahasa Lampung. Bahasa menunjukkan bangsa, kata pepatah. Ya, bahasa Lampung sebagai unsur yang paling dominan dalam pembentukan kebudayaan Lampung sudah semestinya kita pertahankan dari ancaman kepunahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali, ada banyak orang yang berpikir, untuk apa memelihara bahasa Lampung yang nyata-nyata tidak mampu menjawab kebutuhan orang dalam dunia yang semakin modern, semakin global. Tapi, kalau kita biarkan bahasa Lampung punah, saya kira Lampung sebagai sebuah masyarakat (society) dan kebudayaan (culture) juga akan "mati". Kalau itu yang terjadi, siapakah yang berbahagia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt; *Sastrawan&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2007022101031370"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lampung Post&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, Rabu, 21 Februari 2007  &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/599614232927624936-6289426387811609018?l=kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/feeds/6289426387811609018/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=599614232927624936&amp;postID=6289426387811609018' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/6289426387811609018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/6289426387811609018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/2008/12/kemaluan-berbahasa-lampung.html' title='“KEMALUAN” BERBAHASA LAMPUNG'/><author><name>KBPL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16084828709541586164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SUbCMBDnCxI/AAAAAAAAACA/Ak51aB4usOs/S220/Copy+1+of+Image028.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-599614232927624936.post-6202837801443742126</id><published>2008-12-15T07:35:00.000-08:00</published><updated>2008-12-15T11:33:34.642-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KBPL Dalam Berita'/><title type='text'>MUSIKALISASI PUISI: BAGUS, APRESIASI SISWA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bandarlampung--Luar biasa. Demikian kalimat yang meluncur dari Kepala Kantor Bahasa Provinsi Lampung Agus Sri Danardana saat menyaksikan penampilan para siswa dalam penutupan Bengkel Sastra: Musikalisasi Puisi untuk Siswa SMA Se-Provinsi Lampung, Kamis (14/2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keharuannya ia menyampaikan pesan kepada seluruh peserta, guru, dan pelatih agar tidak memutuskan tali silaturahmi yang telah terjalin dalam pelatihan ini. "Penampilan mereka sangat luar biasa. Ternyata mereka mampu mengapresiasi musikalisasi puisi dengan baik," ujar dia. Hal senada disampaikan pelatih musikalisasi puisi Fredie Arsie dan putrinya Devi Syahni dari Deavies Sanggar Matahari Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengaku sangat takjub melihat kemauan dan kemampuan para peserta yang masih duduk di bangku sekolah tersebut. "Para peserta memiliki kreativitas sangat baik. Juga semangat tinggi baik saat pelatihan hingga penutupan," kata Devi Syahni.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ia mengungkapkan musikalisasi sangat lekat dengan persoalan penafsiran, komposisi musikal, keselarasan, serta kekompakan vokal dan suara alat musik. "Yang utama visi musikalisasi puisi ini adalah ingin menyampaikan kesan dan pesan kepada penikmatnya," ujar dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutupan Bengkel Sastra ini diawali dengan penampilan para peserta yang mengapresiasi karya dalam musikalisasi puisi yang apik. Penampil perdana dari SMA Taman Siswa Bandar Lampung yang menyanyikan puisi bertajuk Ke Mana Ombak akan Menepi karya M. Udaya Syamsudin. Harmonisasi musik yang dijalin sudah sangat baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilanjutkan SMAN 1 Seputih Agung, Lampung Tengah, yang juga mengusung puisi karya M. Udaya Syamsudin. Meski demikian, harmonisasi serta hasil kreativitas yang ditampilkan sangat berbeda. Tetapi keduanya tampil cukup kompak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyusul SMAN 1 Natar, Lampung Selatan, membawakan puisi berjudul Pesan Bumi karya Munawar Syamsudin. Kemudian dilanjutkan SMAN 2 Bandar Lampung membawakan puisi Nyanyian Seekor Burung karya Pepi Epiyana. Lalu SMAN 11 Bandar Lampung membawakan puisi Ke Mana Ombak akan Menepi karya M. Udaya Syamsudin. Penampil terakhir SMAN 14 Bandar Lampung menyuguhkan puisi Pesan Bumi karya Munawar Syamsudin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heru Susanto, guru SMAN 1 Seputih Agung mengaku senang mengikuti kegiatan bengkel sastra. "Ilmu yang saya peroleh selama mengikuti bengkel sastra sangat berguna dan akan ditularkan kepada para siswa agar musikalisasi puisi dapat membumi di Lampung," ujar dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara salah seorang peserta Rio Ulfia H. dari SMAN 1 Natar mengharapkan kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini saja. "Mudah-mudahan dapat berlanjut untuk menggali potensi sastra yang lebih dalam lagi," ujar dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Sumber: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lampung Pos&lt;/span&gt;t, Sabtu, 16 Februari 2008&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/599614232927624936-6202837801443742126?l=kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/feeds/6202837801443742126/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=599614232927624936&amp;postID=6202837801443742126' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/6202837801443742126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/6202837801443742126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/2008/12/musikalisasi-puisi-bagus-apresiasi.html' title='MUSIKALISASI PUISI: BAGUS, APRESIASI SISWA'/><author><name>KBPL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16084828709541586164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SUbCMBDnCxI/AAAAAAAAACA/Ak51aB4usOs/S220/Copy+1+of+Image028.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-599614232927624936.post-6609700195610028434</id><published>2008-12-15T06:59:00.000-08:00</published><updated>2008-12-16T17:23:34.099-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KBPL Dalam Berita'/><title type='text'>SAYEMBARA: DIGELAR LOMBA PENULISAN CERPEN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bandarlampung (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lampost&lt;/span&gt;): Kantor Bahasa Provinsi Lampung menggelar sayembara penulisan cerpen remaja se-Provinsi Lampung yang diselenggarakan dalam rangka memeriahkan Tahun Bahasa 2008. Kepala Kantor Bahasa Provinsi Lampung Agus Sri Danardana menjelaskan tema yang diusung peserta bebas, tetapi disesuaikan dengan dunia remaja, dan tidak mengandung unsur SARA dan pornografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selain itu, cerpen harus asli dan bukan saduran atau terjemahan serta belum pernah dipublikasikan dan belum pernah diikutkan dalam sayembara apa pun," kata Danardana, akhir pekan lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun peserta yang boleh mengikuti sayembara ini, yaitu remaja yang berusia 14--18 tahun. Setiap peserta boleh mengirimkan lebih dari satu naskah cerpen dan maksimal tiga cerpen. Persyaratan lain, cerpen diketik dengan komputer sepanjang 7--12 halaman, dan menggunakan huruf Times New Roman, ukuran huruf 12, spasi 2, dan ukuran kertas kuarto.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Naskah yang dikirim, kata Danardana, harus disertai dengan lembar data pribadi. "Pengumpulan naskah dimulai 5 Maret--23 Mei. Naskah dibuat empat rangkap dan dikirim ke alamat Kantor Bahasa Provinsi Lampung, Komplek Gubernuran Jalan Beringin II No. 40 Telukbetung, Bandar Lampung. Pengumuman pemenang pada 17 Juni di Harian Umum Lampung Post. Penilaian dan penentuan pemenang akan dilakukan tim juri yang terdiri atas pakar sastra dan sastrawan. Penilaian dilakukan atas isi, gagasan, daya imajinasi, tema, penokohan, teknik penulisan, dan gaya bahasa. Keputusan tim juri tidak dapat diganggu gugat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayembara ini memperebutkan hadiah I Rp1 juta, hadiah II Rp750 ribu, hadiah III Rp500 ribu, dan harapan Rp300 ribu, dan setiap uang hadiah dipotong pajak. Di samping itu, setiap pemenang akan memperoleh piagam penghargaan. "Naskah pemenang juga akan diikutkan pada sayembara penulisan cerpen remaja tingkat nasional yang diadakan oleh Pusat Bahasa. Naskah cerpen yang masuk ke panitia menjadi milik panitia dan Kantor Bahasa Provinsi Lampung berhak menerbitkan dan menggandakan naskah yang terpilih," tambah Danar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2008031003275530"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lampung Post&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, Senin, 10 Maret 2008&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/599614232927624936-6609700195610028434?l=kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/feeds/6609700195610028434/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=599614232927624936&amp;postID=6609700195610028434' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/6609700195610028434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/6609700195610028434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/2008/12/kantor-bahasa-gelar-lomba-penulisan.html' title='SAYEMBARA: DIGELAR LOMBA PENULISAN CERPEN'/><author><name>KBPL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16084828709541586164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SUbCMBDnCxI/AAAAAAAAACA/Ak51aB4usOs/S220/Copy+1+of+Image028.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-599614232927624936.post-8031894539912743744</id><published>2008-12-15T06:38:00.000-08:00</published><updated>2008-12-15T11:33:34.642-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KBPL Dalam Berita'/><title type='text'>LAMPUNG PILIH DUTA BAHASA TAHUN 2008</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bandarlampung, 7/4 (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Antara&lt;/span&gt;) - Kantor Bahasa Provinsi Lampung (KBPL) segera menyeleksi para calon dari kalangan pelajar dan mahasiswa di daerahnya untuk dipilih menjadi Duta Bahasa Provinsi Lampung tahun 2008, kata Kepala KBPL Agus Sri Danardana, di Bandarlampung, Senin (7/4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Agus Sri Danardana, keberadaan Duta Bahasa Provinsi Lampung itu akan mendukung peran dan fungsi KBPL memasyarakatkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar sekaligus mendorong pelestarian bahasa daerah Lampung dan pengenalan seni dan budaya daerahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menyebutkan, para duta bahasa itu selama ini dinilai berperan cukup baik dalam pemasyarakatan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, pengenalan seni dan budaya daerah Lampung, termasuk bahasa Lampung, khususnya di kalangan remaja dan generasi muda di daerah itu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pendaftaran untuk mengikuti seleksi mulai 1 April 2008 hingga 9 Mei 2008 di Kantor Bahasa Provinsi Lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persyaratan yang diperlukan, antara lain, menguasai bahasa Indonesia, bahasa Lampung, dan bahasa asing secara proporsional. Berusia 17-25 tahun, berpenampilan menarik, memiliki tinggi dan berat badan ideal (minimal 157 cm untuk putri dan 162 cm untuk pria), menyerahkan fotocopy KTP atau identitas lain yang sah, menyertakan foto close-up, serta memiliki wawasan budaya Lampung yang memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap seleksi akan berlangsung dua kali pada pertengahan dan akhir Mei 2008, sekaligus untuk memeriahkan Tahun Bahasa 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duta Bahasa yang terpilih akan mewakili daerah Lampung dalam ajang Pemilihan Duta Bahasa tingkat Nasional di Pusat Bahasa di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Sumber: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Antara&lt;/span&gt;, 7 April 2008&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/599614232927624936-8031894539912743744?l=kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/feeds/8031894539912743744/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=599614232927624936&amp;postID=8031894539912743744' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/8031894539912743744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/8031894539912743744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/2008/12/lampung-pilih-duta-bahasa-tahun-2008.html' title='LAMPUNG PILIH DUTA BAHASA TAHUN 2008'/><author><name>KBPL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16084828709541586164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SUbCMBDnCxI/AAAAAAAAACA/Ak51aB4usOs/S220/Copy+1+of+Image028.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-599614232927624936.post-8165387683699414523</id><published>2008-12-15T06:19:00.000-08:00</published><updated>2008-12-15T11:33:34.643-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KBPL Dalam Berita'/><title type='text'>DUTA BAHASA: PENDAFTARAN MASIH BUKA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bandarlampung (Lampost): Kantor Bahasa Provinsi Lampung masih menerima pendaftaran peserta Pemilihan Duta Bahasa tingkat Provinsi Lampung yang rencananya digelar Mei mendatang. Kegiatan tersebut digelar dalam rangka menyambut Tahun Bahasa 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Panitia Kegiatan, Bambang Kartono, Minggu (13/4), mengatakan pihaknya masih menerima pendaftaran peserta. Kegiatan ini pernah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya dan hasilnya telah dikirimkan mewakili Lampung berlomba di tingkat nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di ajang Pemilihan Duta Bahasa tahun 2006 tingkat nasional yang diikuti seluruh provinsi di Indonesia, perwakilan Provinsi Lampung menjadi pemenang II," kata Bambang.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Untuk itulah, menurut Bambang, kegiatan yang bertujuan mendapatkan generasi-generasi muda yang tangguh di bidang kebahasaan sekaligus sebagai ajang pengenalan budaya Lampung di tingkat nasional ini kembali digelar. Kegiatan ini hampir serupa dengan ajang-ajang pengembangan bakat remaja seperti muli-mekhanai yang diselenggarakan Provinsi Lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bambang menambahkan bagi yang terpilih berkesempatan menjadi ikon dan mitra kerja Kantor Bahasa Provinsi Lampung selama setahun. Selain itu, mereka menjadi wakil Provinsi Lampung pada pemilihan Duta Bahasa tingkat nasional di Pusat Bahasa Jakarta. Apabila memenangkan ajang di tingkat nasional, pemenang akan menjadi ikon dan mitra kerja Pusat Bahasa Jakarta selama setahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendaftaran peserta dibuka pada 1 April 2008 dan akan berakhir pada 9 Mei 2008. Tempat pendaftaran di Kantor Bahasa Provinsi Lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persyaratan yang dikenakan di antaranya menguasai bahasa Indonesia, bahasa asing, dan bahasa Lampung secara proporsional, dan berusia antara 17 dan 25 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka wajib menyertakan fotokopi KTP atau kartu identitas lain, foto close up, serta memiliki wawasan budaya Lampung yang memadai," tambah dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta yang akan mengikuti seleksi di bidang kebahasaan akan dilaksanakan pada 13 Mei 2008. Jenis tes yang akan diberikan berupa tes tertulis uji kemahiran berbahasa Indonesia (UKBI), bahasa asing, dan bahasa Lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berdasar pada tes inilah nantinya terpilih 30 peserta terdiri dari putra dan putri yang nantinya masuk babak akhir pada 28 Mei 2008," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Sumber: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lampung Post&lt;/span&gt;, Senin, 14 April 2008&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/599614232927624936-8165387683699414523?l=kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/feeds/8165387683699414523/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=599614232927624936&amp;postID=8165387683699414523' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/8165387683699414523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/8165387683699414523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/2008/12/duta-bahasa-pendaftaran-masih-buka.html' title='DUTA BAHASA: PENDAFTARAN MASIH BUKA'/><author><name>KBPL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16084828709541586164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SUbCMBDnCxI/AAAAAAAAACA/Ak51aB4usOs/S220/Copy+1+of+Image028.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-599614232927624936.post-3113964177509856729</id><published>2008-12-15T06:08:00.000-08:00</published><updated>2008-12-15T11:33:34.643-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KBPL Dalam Berita'/><title type='text'>SENI: SMAN 11 JUARA PERTAMA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bandarlampung (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lampost&lt;/span&gt;): Tim SMAN 11 Bandar Lampung berhasil membawa kemenangan bagi Provinsi Lampung pada festival musikalisasi puisi tingkat SMA se-Sumatera 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim itu terdiri atas Linda Lestari, Septi Rahayu, Retno Kusuma P., Rizki Kurniaawan, Rizki Ramadhan, dan Edi Suhaidi. Tim membawakan puisi Ia akan Mengecupmu karya Isbedy Stiawan Z.S. Enam siswa SMAN 11 tersebut berhasil memukau juri dan penonton festival yang digelar Kantor Bahasa Provinsi Lampung, Sabtu (17/5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan juara II jatuh kepada Provinsi Jambi, dan juara III diraih Sumatera Barat. Juara harapan I diraih Sumatera Selatan, dan harapan II diraih Nangroe Aceh Darusalam.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pendamping SMAN 11 Bandar Lampung, Ahmad Jusmar, mengatakan anak didiknya memang menampilkan performa terbaik. Walaupun pada penilaian, juri memberikan kritikan kecil, tim tersebut berhasil membawa kemenangan bagi Lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad menjelaskan terdapat lima kriteria penilaian pada festival dengan tim juri yang terdiri dari Fredie Arsi (pengasuh Teater Matahari Jakarta), Ari Pahala Hutabarat (penyair Lampung), dan Rusly Sukur (penggiat seni Taman Saburai Bandar Lampung) itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima kriteria itu ialah penafsiran puisi, komposisi musikal, harmonisasi atau keselarasan, vokal, dan penampilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi yang dibawakan Linda Lestari dengan iringan musik yang didominasi alat tradisional Lampung itu mampu memukau ketiga juri. Menurut Ahmad, selain rebana, mereka juga memasukkan unsur musik Melayu pada pembukaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anak-anak (tim SMAN 11, red) menemukan sendiri bunyi alat tradisional itu, lalu muncullah harmoni yang dapat dipadukan dengan alat musik modern seperti gitar sehingga timbul perpaduan yang sangat unik pada musik pengiring puisi itu," kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ahmad, adanya harmonisasi musik dan puisi itu menjadi penilaian khusus juri bagi anak didiknya. Selain itu, interpretasi teks puisi yang dapat disampaikan dengan lugas juga menambah poin lebih bagi tim dengan kostum hitam putih itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Walaupun juri mengatakan mereka masih belum rileks, kemenangan dapat kami raih," kata guru Seni Budaya di SMAN 11 Bandar Lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2008051901340523"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lampung Post&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, Senin, 19 Mei 2008&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/599614232927624936-3113964177509856729?l=kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/feeds/3113964177509856729/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=599614232927624936&amp;postID=3113964177509856729' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/3113964177509856729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/3113964177509856729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/2008/12/sman-11-juara-pertama-musikalisasi.html' title='SENI: SMAN 11 JUARA PERTAMA'/><author><name>KBPL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16084828709541586164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SUbCMBDnCxI/AAAAAAAAACA/Ak51aB4usOs/S220/Copy+1+of+Image028.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-599614232927624936.post-8900225732674878114</id><published>2008-12-15T05:51:00.000-08:00</published><updated>2008-12-15T11:33:34.643-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KBPL Dalam Berita'/><title type='text'>MENGOLAH HARMONI DENGAN MUSIKALISASI PUISI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Puisi sebagai sebuah media meresapkan pesan estetika, moral, simpati, rasa, dan sejenisnya terus dipanggungkan. Dan, musikalisasi puisi menjadi "mazhab" tersendiri. Satu perhelatan bertajuk Festival Musikalisasi Puisi Tingkat SMA Se-Sumatera digelar pekan lalu di Lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam busana hitam putih dan balutan kain tapis di pinggang, Septi Rahayu, siswa SMAN 11 Bandar Lampung, menuturkan sastra lisan Lampung, wawancan yang dilagukan. Diiringi gitar petikan Lampung, kolintang dan keprak rebana. Bagian selanjutnya, syair puisi yang dilagukan dan terkadang dibaca pun dituturkan, dengan iringan musik. Sebuah kolaborasi musikalisasi puisi yang menawan. Mereka serius membawakan sajak Iya akan Mengecupmu karya Isbedy Stiawan Z.S. dan Kepada Persada Tercinta karya Widyarta Hastjarja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah panggung pentas Festival Musikalissi Puisi Tingkat Sekolah Menengah Atas Se-Sumatera, di Aula Kantor Bahasa Provinsi Lampung, Sabtu (17/5). Kegiatan mengusung tema Musikalisasi puisi dalam pelestarian bumi, diprakarsai Kantor Bahasa Prvinsi Lampung. Tema tersebut diharapkan menggugah untuk lebih mencintai bumi dan turut melestarikannya. Festival ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh Balai/Kantor Bahasa yang ada di Sumatera. Festival yang kali ini digelar di Lampung adalah festival ketiga. Sebelumnya tahun 2006 di Kantor Bahasa Provinsi Jambi dan tahun 2007 digelar Balai Bahasa Nangroe Aceh Darussalam.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam festival ini, Lampung untuk pertama kalinya berhasil menjadi jawara, yaitu tim SMAN 11 Bandar Lampung. Juara II Jambi (tim Gromospa), dan juara III Sumatera Barat (SMAN 1 Bukittinggi). Juara harapan I diraih oleh Sumatera Selatan (SMKN 3 Palembang) dan harapan II diraih oleh Nangroe Aceh Darusalam (SMAN 4 Banda Aceh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh sekolah menengah atas Se-Sumatera mengikuti festival bergengsi bagi seni perpaduan musik dan puisi itu. Sepuluh tim peserta festival itu terdiri atas SMA 1 Binjai Medan, SMAN 1 Bukittinggi Padang, SMKN 3 Palembang, dan Jambi yang diwakili oleh Gromospa dan ACC. Kemudian SMAN 4 Banda Aceh, dan SMAN 2 Bangkinang Pekanbaru. Sedangkan, Lampung sebagai tuan rumah mengirimkan tiga perwakilan, yaitu SMAN 1 Natar, SMAN 14 Bandar Lampung, dan SMAN 11 Bandar Lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan dengan latihan serius yang dilakukan tim SMAN 11 Bandar Lampung sejak Februari lalu, berhasil menyuguhkan musikalisasi puisi, yang diperkaya dengan kesenian lokal. Tim itu terdiri atas Linda Lestari (puisi), Septi Rahayu dan Retno Kusuma P (vokal), Rizki Kurniawan (melodi), Rizki Ramadhan (gitar) dan Edi Suhaidi (perkusi). Tim yang di sekolahnya di bawah payung Teater Sebelas binaan Ahmad Jusmar itu, memasukkan unsur musik tradisional Lampung dengan rebana, kolintang dan suling, sehingga warna musik Melayu pun lebih kental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami berusaha menemukan sendiri bunyi alat tradisional itu, untuk memunculkan harmonisasi dengan alat musik moderen seperti gitar, sehingga tercipta perpaduan sangat unik pada musik pengiring puisi itu," ujar Septi, yang dijumpai di sekolahnya, Rabu (21/5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penampilan mereka memukau sejak awal, dengan suguhan wawacan, yang dilantunkan Septi. Setelah salam, melantunkan Tabik Pun Nabik Tabik, Sikin Dua Joganta Haga dan Bupantun Cutik. Selanjutnya, syair-syair puisi yang dibacakan Linda, diiringan musik yang didominasi oleh alat tradisional Lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warahan Lampung yang ditampilkan diakui Rusli Syukur, salah seorang juri festival, sebagai keunggulan tim ini. Juri lainnya adalah penyair Lampung Ari Pahala Hutabarat dan pengasuh Teater Matahari Jakarta Fredie Arsi. Aspek lain yang dinilai adalah penafsiran puisi ketika diapresiasikan dalam musikalisasi puisi. Komposisi musikal, yaitu keselarasan musik dan puisi, sehingga menghasilkan musikalisasi puisi yang indah. Juga, kemampuan vokal dan penampilan. Secara umum, diakui Rusli penampilan 10 tim peserta memiliki keunggulan masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, tata panggung yang dipersiapkan panitia, terlihat kurang mendukung penampilan para peserta. Menurut Gus Martin, sastrawan Bali, seni musikalisasi puisi tetap memiliki aturan, konsep dan karakter tersendiri. Ada tiga elemen dalam musikalisasi puisi, yaitu karya puisi, musik dalam makna fisik dan aturan, dan pengetahuan pemanggungan/pementasan. Menurut Gus Martin, meskipun bentuk musikalisasi puisi lebih dekat ke format audio (media dengar) dibanding visual (media tontonan), pengetahun pemanggungan/ pementasan tetap amat diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, berpijak dari hal tersebut, ada yang patut disayangkan dari festival musikalisasi untuk pelajar SMA tersebut. Tata panggung pementasan kurang mendukung tema yang diusung tentang lingkungan hidup. Terkesan sederhana dan apa adanya. Untuk event yang termasuk besar ini, karena melibatkan peserta dari Aceh hingga Lampung ini, alangkah baiknya mempersiapkan tata panggung yang sesuai. Tujuannya, tak lain mendukung penampilan para peserta, agar mereka mampu berekspresi maksimal. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah, sarana sound system. Bagi pertunjukkan seni ini, tampaknya lebih banyak membutuhkan pengeras suara, untuk keseimbangan hasil bunyi dari vokal, puisi dan musik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna Musikalisasi Puisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggiat seni Lampung Rusli Syukur menjelaskan musikalisasi puisi tentu berawal dari karya puisi. Materi puisi itu kemudian dilagukan, diberi warna musikal, yang dikemas untuk mendukung suasana sesuai isi puisi. "Syair puisi yang menekankan makna ketenangan, dapat lebih terekspresikan dengan bunyi-bunyian yang mendukung suasana tenang. Syair dengan emosi meledak-ledak, dapat lebih terdeskripsi dengan musik dan seterusnya," jelas dia, Jumat (23/5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musikalisasi puisi ke dalam lirik lagu dapat dilakukan, untuk menonjolkan pesan penyair dalam bait puisinya. Lagu akan menjelma sebagai latar dan penguat pesan atau roh dalam syair ketika penampilan panggung. Menurut dia, diperlukan wawasan kesenimanan dalam membuat musikalisasi puisi. "Tidak semua puisi dapat dimusikalisasikan Ini membutuhkan kejelian dan kreativitas sang seniman tersebut," ucap dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang kreator musikalisasi puisi pun, harus berhati-hati dalam menciptakan musikalisasi puisi ke dalam lirik lagu, karena ini kaitannya dengan penjiwaan sebuah pesan puisi. Sinergi musik dan lirik juga dilakukan untuk memperkuat lagu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan persoalan aliran musik mana yang paling pas untuk musikalisasi puisi, Rusli berpandangan, sebaiknya tak perlu dibatasi dengan aliran atau jenis musik. "Musikalisasi puisi sebaiknya dibebaskan saja dari aliran atau jenis musik apa pun. Jangan terperangkap pada batasan dan genre musik yang ada," kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga mengingatkan, dalam menggarap karya musikalisasi puisi, hendaknya diperhatikan harmonisasi antara karya puisi dan musikalitasnya. Jangan sampai sebuah puisi akhirnya justru "dirusak" oleh musikalitasnya sendiri. Idealnya, dalam musikalisasi puisi mampu mengangkat atau memaksimalkan karakter sebuah puisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musikalisasi Puisi di Tanah Air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menilik akar sejarah budaya Indonesia, tradisi musikalisasi puisi (jadi lirik lagu) telah ada dalam seni tradisi semacam mantra Melayu, tembang Sunda Cianjuran, tembang Jawa, pantun Dul Muluk Palembang, seni Lukah Melayu hingga ke puisi modern semacam Sutardji Calzoum Bachri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa silam sajak-sajak Chairil Anwar dan Usmar Ismail sudah digubah menjadi komposisi musik dan lagu oleh komponis Mochtar Embut dan Cornel Simanjuntak. Berikutnya Bimbo kerap melagukan puisi-puisi Taufik Ismail. Juga Emha Ainun Najib sering membawakan sajak-sajak dalam bentuk musikalisasi bersama kelompok Dinasti, yang berlanjut pada Kiai Kanjeng. Pada sekitar 1980-an marak digelar Festival Musikalisasi Puisi di berbagai kota. Pusat Bahasa juga mengisi apresiasi sastra bagi pelajar mengambil bentuk ini dan menyiarkannya di beberapa stasiun radio. Dalam bentuk album rekaman, salah satu contoh Hujan Bulan Juni (dalam bentuk kaset terbatas pada 1987) dihasilkan oleh mahasiswa-mahasiswa UI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musikalisasi puisi di Lampung pun sedang tumbuh seiring dengan perkembangan seni lainnya. Rusli mengatakan untuk mendorong geliat seni ini tidak perlu tergesa-gesa karena tergantung pada apresiasi masyarakat. "Tugas para kreator, penyair, dan musisi untuk mengembangkan itu," jelas Rusli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2008053114130028"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lampung Post&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, Minggu, 1 Juni 2008&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/599614232927624936-8900225732674878114?l=kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/feeds/8900225732674878114/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=599614232927624936&amp;postID=8900225732674878114' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/8900225732674878114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/8900225732674878114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/2008/12/mengolah-harmoni-dengan-musikalisasi.html' title='MENGOLAH HARMONI DENGAN MUSIKALISASI PUISI'/><author><name>KBPL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16084828709541586164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SUbCMBDnCxI/AAAAAAAAACA/Ak51aB4usOs/S220/Copy+1+of+Image028.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-599614232927624936.post-1943292059138965175</id><published>2008-12-15T05:35:00.000-08:00</published><updated>2008-12-15T11:33:34.644-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KBPL Dalam Berita'/><title type='text'>"NASI AKING" SISIHKAN 167 CERITA PENDEK</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bandarlampung (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lampost&lt;/span&gt;): Cerpen "Nasi Aking" menjadi cerpen terbaik dalam Sayembara Penulisan Cerpen se-Provinsi Lampung 2008 yang digelar Kantor Bahasa Provinsi Lampung. Cerpen karya Miftakhul Lutfiana, siswa SMA Negeri 1 Metro itu menyisihkan 167 cerpen hasil karya 126-an peserta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juara kedua diraih Yasmine Papusuny, juga dari SMA 1 Metro, dengan cerpen berjudul Sepatu Haram. Juara ketiga dan harapan pertama direbut Merta Arum Prastika dari SMA 1 Gadingrejo dengan cerpen Reinkarnasi Plot Pegasus dan Muhammad Amin, siswa SMA 1 Kotaagung, Tanggamus, dengan cerpen berjudul Tangisan Umak Tiap Tengah Malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para juara mendapatkan hadiah masing-masing Rp1 juta, Rp750 ribu, Rp500 ribu, dan Rp300 ribu. Karya para pemenang juga berhak diikutkan sayembara penulisan cerpen nasional yang diselenggarakan Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa (P3B).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dewan juri yang terdiri Agus Sri Danardana, Isbedy Stiawan Z.S., Oyos Saroso H.N., dan A.M. Zulqornain, memutuskan kualitas karya pemenang di atas rata-rata cerpen lain yang diikutkan sayembara.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dewan juri menilai cerpen Nasi Aking menampilkan teknik bercerita yang memikat, mengalir lancar, penuh kejutan, dan tema yang kontekstual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nasi aking itu sendiri sebenarnya soal biasa, terutama bagi kehidupan rakyat miskin. Namun, dalam cerpen yang ditulis Miftakhul Lutfiana itu nasi aking begitu mengejutkan. Kejutan terjadi saat nasi aking itu bicara dalam lambung orang yang memakannya. Ini luar biasa, layaknya cerpen yang ditulis pengarang profesional," kata Isbedy Stiawan, Senin (16/6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik bercerita yang sangat memikat juga dilakukan Yasmine Papusuny dalam cerpen Sepatu Haram. Dengan tema yang sederhana, Yasmine mampu mengeksplorasi tema dengan gaya bercerita mengalir lancar dan memikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isbedy Stiawan mengatakan pada umumnya, peserta sayembara belum paham tentang bagaimana cara menulis cerpen. "Masih banyak hal mendasar tentang cerpen yang belum dikuasai. Selain pola belajar-mengajar sastra di SMA harus ditingkatkan kualitasnya pada masa mendatang dan harus ada pembinaan serius. Di sinilah Kantor Bahasa dan lembaga lain bisa berperan," ujar penyair yang juga penulis cerpen ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sumber:&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Lampung Post&lt;/span&gt;, Senin, 14 April 2008&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/599614232927624936-1943292059138965175?l=kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/feeds/1943292059138965175/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=599614232927624936&amp;postID=1943292059138965175' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/1943292059138965175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/1943292059138965175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/2008/12/nasi-aking-sisihkan-167-cerita-pendek.html' title='&quot;NASI AKING&quot; SISIHKAN 167 CERITA PENDEK'/><author><name>KBPL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16084828709541586164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SUbCMBDnCxI/AAAAAAAAACA/Ak51aB4usOs/S220/Copy+1+of+Image028.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-599614232927624936.post-6611913867776007192</id><published>2008-12-15T05:08:00.000-08:00</published><updated>2008-12-15T11:33:34.644-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KBPL Dalam Berita'/><title type='text'>YUNI ANGRAINI DAN DIAN ATIKA SRIKANDI JUARA MENULIS WISATA BAHASA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Waykambas, Lampung Timur, 21/7 (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Antara&lt;/span&gt;) - Yuni Anggraini dan Dian Atika Srikandi menjadi juara pertama pada lomba menulis opini dan features yang diselenggaran pada rangkaian wisata bahasa oleh Kantor Bahasa Provinsi Lampung (KBPL) tahun 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah dilakukan di objek wisata Pusat Latihan Gajah (PLG) Way Kambas, di Karang Sari, Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur, Minggu petang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ketua Panitia Wisata Bahasa KBPL, Danang Harry Wibowo, lomba penulisan untuk dua kategori (opini dan features) itu diikuti 30 finalis Duta Bahasa Provinsi Lampung dan peserta pemilihan duta bahasa daerahnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dewan Juri yang menilai sebanyak 37 buah karya yang masuk, dengan menetapkan kelayakan karya tulis peserta dari aspek dan kriteria tulisan ilmiah populer di media massa serta penilaian aspek kebahasaan di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juri akhirnya memutuskan untuk kategori tulisan opini sebagai juara pertama Yuni Anggraini, dengan judul tulisan "Bahasa Lampung Terancam Punah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juara kedua adalah Mas Muhammad Gibran (juara pertama duta bahasa pria daerah Lampung 2008), dengan judul tulisan "HIV/AIDS Versus Narkoba", dan juara ketiga Reza Parluvi dengan tulisan "Bantuan Langsung Tunai (BLT), Sogokan atau Bantuan?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kategori tulisan features, juri menetapkan juara pertama Dian Atika Srikandi, dengan tulisan "Orang Kenyang Aku Senang", juara kedua Rebecca Gatan (juara pertama duta bahasa perempuan Lampung 2008) dengan tulisan "Sketsa Kehidupan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juara ketiga tulisan features adalah Angky Verdian Diputra dengan judul tulisan "Eksotika Keindahan Danau Ranau".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lomba penulisan ilmiah populer itu, sebelumnya didahului dengan pelatihan yang menghadirkan instruktur jurnalis dan ahli bahasa di Lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Kantor Bahasa Provinsi Lampung (KBPL) Agus Sri Danardana menyatakan, para finalis dan peserta pemilihan duta bahasa di daerahnya tahun 2008 itu, perlu terus dibekali ilmu praktik kebahasaan dan tulis menulis yang akan berguna bagi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KBPL melaksanakan Wisata Bahasa, diantaranya membekali kemampuan praktis menulis para duta bahasa serta mempraktikkan dan melombakan karya tulis yang dihasilkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengumuman pemenang lomba dirangkai dengan wisata serta sosialisasi bahasa Indonesia kepada para pengunjung PLG Way Kambas di Kabupaten Lampung Timur itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Sumber: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Antara, 21 Juli 2008&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/599614232927624936-6611913867776007192?l=kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/feeds/6611913867776007192/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=599614232927624936&amp;postID=6611913867776007192' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/6611913867776007192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/6611913867776007192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/2008/12/yuni-angraini-dan-dian-atika-srikandi.html' title='YUNI ANGRAINI DAN DIAN ATIKA SRIKANDI JUARA MENULIS WISATA BAHASA'/><author><name>KBPL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16084828709541586164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SUbCMBDnCxI/AAAAAAAAACA/Ak51aB4usOs/S220/Copy+1+of+Image028.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-599614232927624936.post-420745451877853540</id><published>2008-12-15T00:26:00.000-08:00</published><updated>2008-12-16T18:14:53.536-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>MEMELIHARA BAHASA DAN AKSARA LAMPUNG</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Oleh Agus Sri Danardana*&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam upaya menciptakan masyarakat Lampung yang berjati diri, berakhlak mulia, dan berperadaban, pada 29 April 2008 telah diundangkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pemeliharaan Kebudayaan Lampung. Perda Nomor 2 Tahun 2008 itu antara lain mengatur pemeliharaan bahasa dan aksara Lampung (bab IV, bagian kedua) dalam dua pasal yang berbunyi: Bahasa dan aksara Lampung sebagai unsur kekayaan budaya wajib dikembangkan (Pasal 7). Pasal 8 berbunyi: Pelestarian bahasa dan atau aksara Lampung dilakukan melalui cara-cara antara lain sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua catatan yang dapat diberikan atas bunyi bagian perda itu. Pertama, dilihat dari segi bahasa, pengalimatan bagian perda itu tidak efektif sehingga memberi peluang salah tafsir. Kedua, dilihat dari segi substansi, bagian perda itu terdapat beberapa konsep yang masih perlu dikaji, baik kebenaran maupun kelayakan kemungkinan implementasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari dua catatan itu, tulisan ini hendak menyajikan pemikiran yang mungkin dapat dijadikan alternatif pemecahan masalah dalam pemeliharaan bahasa dan aksara Lampung.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bahasa Standar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu upaya pemeliharaan bahasa dan aksara Lampung yang diamanatkan perda itu melalui jalur pendidikan. Maksudnya, selain sebagai bahasa pengantar, bahasa Lampung (dan aksaranya) juga harus diajarkan sebagai salah satu mata ajar di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah masalahnya. Selama ini bahasa Lampung sudah menjadi mata ajar muatan lokal di sekolah, setidaknya di tingkat dasar (SD dan SMP). Namun, pada kenyataannya itu belum dapat mengangkat "kemeranaan" bahasa Lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab utama, di samping penyebab lain yang sudah sering dilontarkan banyak orang: Keterbatasan guru, buku, dan penekanan materi pada aksara. Kegagalan pengajaran bahasa Lampung belum adanya bahasa standar bahasa Lampung yang harus diajarkan. Selama ini perbedaan dialek nyo dan api masih dijadikan perbalahan yang nyaris tak berkesudahan. Penutur dua dialek itu selalu bersikukuh, saling mengaku (mengklaim) bahwa dialeknyalah yang paling baik dan pantas diajarkan di sekolah. Sebagai akibatnya, materi pelajaran bahasa Lampung pun berbeda-beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya, masalah pengajaran bahasa (baik bahasa nasional, daerah, ataupun asing) selalu berkutat dengan persoalan bahasa standar. Ini penting karena untuk mengukur capaian keberhasilan proses pengajaran harus didasarkan pada kriteria penilaian yang baku atau standar. Karena itu, penentuan standar evaluasi capaian hasil belajar akan berpedoman pada satu kerangka acuan berbahasa secara baik dan benar. Itulah yang disebut bahasa standar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standardisasi bahasa mencakup dua hal: Standardisasi bahasa dalam pengertian penentuan bahasa standar (baku) dan standardisasi bahasa dalam pengertian pengodefikasian aspek-aspek kebahasaan. Dalam suatu bahasa, apakah itu bahasa nasional, bahasa asing, atau bahasa daerah, dalam praktik pemakaiannya tidak pernah hadir dalam suatu sosok homogen. Ia hadir dalam berbagai varian, baik berupa variasi sosial maupun variasi dialektal (geografis). Karena itu, untuk penentuan bahasa standar bahasa Lampung haruslah dilakukan kajian sosiolinguistis dan melakukan musyawarah penentuan bahasa standar yang melibatkan berbagai stakeholder dengan bertumpu pada hasil kajian sosiolinguistis tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penentuan varian tertentu sebagai representasi berbahasa secara baik dan benar pada bahasa Lampung harus didahului suatu kajian komprehensif tentang jumlah varian, jumlah penutur serta daerah sebaran geografis dari penggunaan varian-varian tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bahasa standar ditentukan, standardisasi bahasa berikutnya adalah pengodefikasian aspek-aspek kebahasaan, seperti standardisasi aspek ejaan (tata tulis) dan tata bahasa. Standardisasi dalam pengertian yang terakhir ini akan memanfaatkan hasil kajian linguistis teoretis, seperti kajian fonologi untuk dasar penentuaan standardisasi ejaan, hasil kajian bidang morfologi, dan sintaksis untuk standardisasi tata bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, karena dalam pengajaran bahasa tercakup pula pengajaran kesastraan, diperlukan pula bahan-bahan yang menyangkut kesastraan Lampung. Dalam hal ini, informasi yang menyangkut bentuk, jenis, sikap masyarakat pendukung, kapan karya itu digunakan, serta kira-kira berapa jumlah peminat dan pencipta sastra yang masih hidup dalam komunitas tutur bahasa Lampung dapat dijadikan bahan materi pengajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, kajian yang menyangkut persoalan distribusi bentuk dan jenis karya sastra yang masih tumbuh dan berkembang pada masyarakat tutur yang menjadi objek pengembangan materi muatan lokal harus dilakukan komprehensif serta diarahkan pada kebutuhan dalam mendesain materi pengajaran yang sesuai dengan tingkat pendidikan yang dikehendaki. Harus tergambar misalnya bentuk dan jenis sastra yang relevan bagi materi untuk tingkat TK berbeda dengan untuk tingkat SD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan itu tidak hanya materi kebahasaan dan kesastraan yang akan dijadikan bahan pengembangan Garis-garis Besar Program Pengajaran dan pengembangan materi pengajaran bahasa Lampung yang sesuai dengan jenjang pendidikan tempat materi itu akan diajarkan. Pada akhirnya, materi yang tersusun itu haruslah diuji coba tentang kelayakannya, kesesuaiannya dengan tujuan pengajaran, mengevaluasi pelaksanaanya, serta membuat rekomendasi. Tentunya, kegiatan ini haruslah diawali dengan kegiatan pelatihan calon guru yang akan mengajarkan materi bahasa Lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keegoisan Daerah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar, keberagaman bahasa (dialek dan subdialek) semestinya tidak jadi kendala pelestarian suatu bahasa. Namun, ketiadaan bahasa standar sebagai garis haluan pengajaran dan perencanaan bahasa jelas menyulitkan pengodifikasian, pengelaborasian, dan pengimplementasian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dilihat bahasa Jawa. Meskipun memiliki banyak dialek dan subdialek--Banyumas, Tegal, Surabaya, dll., sama dengan bahasa Lampung--bahasa Jawa yang disepakati sebagai bahasa standar adalah dialek Yogyakarta-Surakarta. Bahasa Jawa dialek Yogyakarta-Surakarta itulah yang diajarkan di sekolah-sekolah sehingga secara umum pengetahuan dan keterampilan berbahasa Jawa anak didik relatif sama dan merata. Meskipun demikian, dalam kehidupan sehari-hari mereka (anak didik) tetap menggunakan bahasa Jawa dialek masing-masing, tanpa dibayangi perasaan apa pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka (orang Jawa), perbedaan dialek adalah sebuah keniscayaan yang pantas disyukuri. Mereka meyakini betul bunyi pepatah lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya sehingga menganggap perbedaan (dalam hal ini dialek) hanyalah sebagai variasi (bahasa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan sekarang, sudah siapkah ulun Lampung meninggalkan keegoisan daerahnya untuk duduk bersama, berdialog, menggagas ancangan alternatif perencanaan bahasa Lampung? Hadirnya Perda Nomor 2 Tahun 2008 tentang Pemeliharaan Kebudayaan Lampung tidak menjamin bahasa Lampung eksis di daerah sendiri tanpa didahului upaya nyata yang dapat membangkitkan rasa memiliki masyarakat (baik ulun Lampung maupun pendatang) terhadap bahasa Lampung. Upaya nyata itu, salah satunya, melalui jalur pendidikan. Semoga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;*Agus Sri Danardana, Kepala Kantor Bahasa Provinsi Lampung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2008072711191347"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lampung Post&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, Minggu, 27 Juli 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/599614232927624936-420745451877853540?l=kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/feeds/420745451877853540/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=599614232927624936&amp;postID=420745451877853540' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/420745451877853540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/420745451877853540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/2008/12/bingkai-memelihara-bahasa-dan-aksara.html' title='MEMELIHARA BAHASA DAN AKSARA LAMPUNG'/><author><name>KBPL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16084828709541586164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SUbCMBDnCxI/AAAAAAAAACA/Ak51aB4usOs/S220/Copy+1+of+Image028.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-599614232927624936.post-8596196204622471747</id><published>2008-12-15T00:15:00.000-08:00</published><updated>2008-12-15T11:33:34.645-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KBPL Dalam Berita'/><title type='text'>PELAJAR, MAHASISWA DIASAH MEMBUAT CERPEN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bandarlampung (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lampost/Ant&lt;/span&gt;): Para pelajar dan mahasiswa di Lampung, di antaranya finalis dan peserta pemilihan duta bahasa Provinsi Lampung tahun 2008, diasah memiliki kemampuan menulis artikel dan membuat karya sastra (cerpen dan puisi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peningkatan apresisasi dan motivasi menulis pelajar dan mahasiswa Lampung itu, menurut Kepala Kantor Bahasa Provinsi Lampung (KBPL), Agus Sri Danardana, di Bandar Lampung, pekan lalu, dapat memberikan bekal kemampuan praktis menulis bagi mereka sekaligus menumbuhkan apresiasi karya sastra yang bermutu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka memiliki potensi untuk menjadi penulis artikel di media massa maupun penulis cerita pendek dan karya puisi yang baik," kata Danardana.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Rangkaian kegiatan untuk mengasah kemampuan menulis para duta bahasa daerah Lampung maupun para pelajar dan mahasiswa di daerah itu, di antaranya melalui Wisata Bahasa dengan pelatihan penulisan opini dan features, lomba menulis opini dan features, serta Bengkel dan Kemah Sastra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wisata bahasa diakhiri dengan kunjungan sekaligus sosialisasi penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di objek wisata Pusat Latihan Gajah (PLG) Way Kambas di Kabupaten Lampung Timur, Minggu (20/7), sekaligus mengumumkan para juara lomba menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan lanjutan berupa rangkaian Bengkel dan Kemah Sastra dipusatkan di halaman KBPL di Bandar Lampung, Selasa--Kamis (22--24/7), diikuti 45 pelajar dan mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Bengkel dan Kemah Sastra itu, peserta diberikan pembekalan materi penulisan cerita pendek (cerpen) dan apresiasi cerpen untuk kemudian dapat menulis dan akan dilombakan (lomba baca puisi dan baca cerpen).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh cerpen terbaik dari peserta akan diikutikan pada lomba dalam kegiatan serupa di Jakarta pada Oktober 2008 dalam memeriahkan peringatan Bulan Bahasa tahun 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Danardana, potensi menulis pada diri para pelajar dan mahasiswa di Lampung perlu terus diasah, sekaligus sebagai bagian kampanye penggunaan bahasa Indonesia baik dan benar yang dapat langsung diterapkan mereka melalui tulisannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi para duta bahasa daerah Lampung, kemampuan menulis itu diharapkan menjadi pelengkap aktivitas mereka terus menyebarluaskan penggunaan bahasa Indonesia di tengah masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sumber: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lampung Post&lt;/span&gt;, Senin, 28 Juli 2008&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/599614232927624936-8596196204622471747?l=kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/feeds/8596196204622471747/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=599614232927624936&amp;postID=8596196204622471747' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/8596196204622471747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/8596196204622471747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/2008/12/pelajar-mahasiswa-diasah-membuat-cerpen.html' title='PELAJAR, MAHASISWA DIASAH MEMBUAT CERPEN'/><author><name>KBPL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16084828709541586164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SUbCMBDnCxI/AAAAAAAAACA/Ak51aB4usOs/S220/Copy+1+of+Image028.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-599614232927624936.post-788047922337615337</id><published>2008-12-14T23:45:00.000-08:00</published><updated>2008-12-15T09:44:40.417-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KBPL Dalam Berita'/><title type='text'>KEBIJAKAN KELIRU AKAN MUSNAHKAN BAHASA LAMPUNG</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bandarlampung (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lampost&lt;/span&gt;): Bahasa dan sastra Lampung tidak berkembang. Bahkan, akan punah akibat kebijakan yang keliru pemerintah daerah dan ketidakpedulian para stakeholder, khususnya mereka yang terlibat langsung dengan keberadaan bahasa Lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian terungkap dalam diskusi bertajuk Melestarikan bahasa Lampung, menguatkan posisi sosial masyarakat di Kantor Bahasa Lampung, Senin (3/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskusi yang digagas Yayasan Sekolah Kebudayaan Lampung (SKL) itu sekaligus peluncuran dan pembacaan puisi dalam buku Mak Dawah Mak Dibingi karya Udo Z. Karzi yang memenangkan Hadiah Sastera Rancage tahun 2008.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pembicara dalam diskusi Syaiful Irba Tanpaka (ketua Dewan Kesenian Lampung/DKL), Sutan Purnama (seniman), Agus Sri Danardana (kepala Kantor Bahasa Lampung), Iqbal Hilal (dosen FKIP Unila), dan M. Yaman (Dinas Pariwisata) dengan moderator Y. Wibowo (Direktur SKL).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Forum diskusi menyatakan ketidakhadiran pihak terkait seperti para penyimbang adat, Dinas Kebudayaan, dan lembaga-lembaga adat mengindikasikan ketidakpedulian mereka pada bahasa Lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula dengan kebijakan pemerintah antara lain dengan tidak menampung para lulusan sarjana bahasa Lampung untuk berkarya, dan dukungan kebiajakan lainnya. "Alumni kita belum diberdayagunakan oleh Pemda," ujar Iqbal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena para alumni tak mendapat ruang untuk bekerja, akhirnya FKIP Unila menutup jurusan bahasa Lampung, dan akan membukanya jika ada komitmen jelas pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten dan kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengajaran bahasa Lampung di sekolah, katanya, juga tidak mendukung karena hanya mengajarkan aksara, bukan berbasis budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ini diperparah dengan keengganan masyarakat Lampung menggunakan bahasa Lampung dalam keseharian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sri Agus, bahasa tak terlepas dari kehidupan. Sebab itu, harus ada rekayasa agar orang lain mau berbahasa Lampung. Selain itu harus ada kebijakan yang mengharuskan orang berbahasa Lampung dan memopulerkan wisata Lampung dengan simbol-simbol daerah. "Kapan kita menggunakan bahasa daerah, kapan bahasa Inggris, dan kapan bahasa Indonesia harus jelas," tandas Agus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Yaman Aziz, berbagai program daerah digelar untuk mengimplementasikan budaya Lampung. Visit Lampung Year 2008 dapat dijadikan untuk melaksanakan hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Syaiful, tanggung jawab budaya orang Lampung lemah, sehingga manajemen budaya tidak baik. Dia mengusulkan dilakukan kolaborasi untuk membuat kongres bahasa Lampung sehingga ada rekomendasi yang dikeluarkan dalam bentuk pelestarian bahasa daerah. "Agar bahasa Lampung menjadi tuan rumah di negeri sendiri, kita harus lakukan manajemen," kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Direktur Riset Yayasan SKL Budi Hutasuhut, pihaknya akan terus menggulirkan berbagai kegiatan menyangkut keberadaan budaya, bahasa, dan sastra Lampung karena mereka sangat peduli dengan hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami juga mendukung berbagai upaya, termasuk pelatihan bagi para guru-guru dan masyarakat agar punya rasa memiliki kuat terhadap daerah ini," kata Budi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Sumber: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lampung Post&lt;/span&gt;, Selasa, 4 Maret 2008&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/599614232927624936-788047922337615337?l=kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/feeds/788047922337615337/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=599614232927624936&amp;postID=788047922337615337' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/788047922337615337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/788047922337615337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/2008/12/kebijakan-keliru-akan-musnahkan-bahasa.html' title='KEBIJAKAN KELIRU AKAN MUSNAHKAN BAHASA LAMPUNG'/><author><name>KBPL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16084828709541586164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SUbCMBDnCxI/AAAAAAAAACA/Ak51aB4usOs/S220/Copy+1+of+Image028.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-599614232927624936.post-3314928372829312893</id><published>2008-12-14T23:36:00.000-08:00</published><updated>2008-12-15T08:08:08.562-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KBPL Dalam Berita'/><title type='text'>FINALIS DUTA BAHASA LAMPUNG IKUT DIKLAT PENULISAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kepala KBPL Agus Sri Danardana di Bandar Lampung, Rabu (2/7), mengatakan pelatihan penulisan ini dilaksanakan pada pertengahan Juli, dengan menghadirkan instruktur dari KBPL dan penulis buku serta jurnalis yang juga penulis artikel di Lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami ingin memberikan pengetahuan praktis bagi para finalis duta bahasa daerah Lampung itu, sehingga dapat berguna bagi mereka dan juga contoh bagi masyarakat," kata Danardana.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pelatihan akan dilaksanakan satu hari penuh dengan pola dialog interaktif, simulasi praktis, dan pembimbingan berlanjut bagi seluruh peserta. Usai pelatihan, seluruh peserta ditugasi membuat karya tulis ilmiah populer bertema bebas yang harus diselesaikan untuk kemudian dinilai oleh tim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Sumber: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lampung Post&lt;/span&gt;, Minggu, 6 Juli 2008&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/599614232927624936-3314928372829312893?l=kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/feeds/3314928372829312893/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=599614232927624936&amp;postID=3314928372829312893' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/3314928372829312893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/3314928372829312893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/2008/12/finalis-duta-bahasa-lampung-ikut-diklat.html' title='FINALIS DUTA BAHASA LAMPUNG IKUT DIKLAT PENULISAN'/><author><name>KBPL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16084828709541586164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SUbCMBDnCxI/AAAAAAAAACA/Ak51aB4usOs/S220/Copy+1+of+Image028.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-599614232927624936.post-1399970371763471668</id><published>2008-12-11T04:09:00.000-08:00</published><updated>2008-12-15T08:08:08.563-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KBPL Dalam Berita'/><title type='text'>KANTOR BAHASA GELAR KEMAH SASTRA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bandarlampung (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lampost&lt;/span&gt;&lt;span&gt;)&lt;/span&gt;: Kantor Bahasa Provinsi Lampung menggelar kemah sastra pada 22--24 Juli. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Bahasa Provinsi Lampung, Kompleks Pemprov Lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Panitia Ferdinandus Moses dan Mamad Ahmad didampingi salah satu panitia Rahmat Idris, mengatakan kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kecintaan siswa maupun guru terhadap sastra. Siswa dan guru yang berasal dari 17 SMA di Lampung menginap di Kantor Bahasa. Mereka mengikuti berbagai kegiatan yang berkaitan dengan bahasa dan sastra. Kegiatan tersebut antara lain diisi materi bahasa dan sastra oleh Agus Sri Danardhana. Motivasi menulis oleh A.M. Zulkarnaen, teknik penulisan cerpen oleh Arman A.Z. dan apresiasi sastra dengan pemateri Asarpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahmat Idris mengatakan kegiatan ini diikuti 17 sekolah, terdiri dari tujuh sekolah asal kabupaten/kota di luar Bandar Lampung. Kemudian, 10 sekolah asal Bandar Lampung. "Melalui kegiatan ini kami berharap rasa cinta terhadap sastra di antara siswa dan guru tumbuh subur, sehingga sastra di Lampung tumbuh subur," kata dia.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebab, selama ini disinyalir rasa kecintaan dan kesukaan siswa dan guru terhadap sastra mulai menurun. Hal itu bisa dilihat dari minimnya karya sastra di kalangan siswa belakangan ini. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini, diharapkan rasa cinta siswa terhadap sastra kembali tumbuh dan mekar bersemi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahmat mengatakan selain kegiatan pada siang hari pada malam hari, panitia juga menggelar berbagai kegiatan olah sastra. Kegiatannya antara lain lomba pembuatan akhir cerita, lomba membaca puisi, lomba mendongeng untuk guru, dan lomba berbalas pantun. Kemudian, pada malam terakhir akan digelar renungan sastra. "Semua acara untuk malam hari dipandu oleh sastrawan Edy Samudra Kertagama," kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahmat mengatakan pihaknya mengundang 62 peserta. Namun, hingga pukul 12.00 kemarin siang, baru 50 peserta yang hadir. Pihaknya berharap semua peserta yang diundang bisa berpartisipasi mengikuti acara ini. Sedangkan teknis kegiatan, untuk peserta putra menginap di tenda yang disiapkan panitia. Sedangkan peserta putri menginap di ruangan Kantor Bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2008072409380076"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lampung Post&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, Kamis, 24 Juli 2008&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/599614232927624936-1399970371763471668?l=kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/feeds/1399970371763471668/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=599614232927624936&amp;postID=1399970371763471668' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/1399970371763471668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/1399970371763471668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/2008/12/kantor-bahasa-gelar-kemah-sastra.html' title='KANTOR BAHASA GELAR KEMAH SASTRA'/><author><name>KBPL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16084828709541586164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SUbCMBDnCxI/AAAAAAAAACA/Ak51aB4usOs/S220/Copy+1+of+Image028.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-599614232927624936.post-8522618632295523371</id><published>2008-12-11T03:54:00.000-08:00</published><updated>2008-12-15T11:17:59.177-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KBPL Dalam Berita'/><title type='text'>KANTOR BAHASA GELAR PEMILIHAN DUTA BAHASA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bandarlampung (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lampost&lt;/span&gt;): Dalam rangka menyambut Tahun Bahasa 2008, Kantor Bahasa Provinsi Lampung akan menggelar Pemilihan Duta Bahasa tingkat Provinsi Lampung, Mei mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Panitia Kegiatan, Bambang Kartono, saat ditemui Selasa (8/4), mengatakan kegiatan ini pernah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, hasil pemilihan telah diikutkan lomba tingkat nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Malahan di ajang Pemilihan Duta Bahasa tahun 2006 di tingkat nasional yang diikuti seluruh provinsi di Indonesia, perwakilan Provinsi Lampung menjadi pemenang kedua," kata Bambang.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Untuk itulah, kata Bambang, kegiatan yang bertujuan mendapatkan generasi-generasi muda yang tangguh di bidang kebahasaan sekaligus sebagai ajang pengenalan budaya Lampung di tingkat nasional ini kembali digelar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun bentuk kegiatan ini hampir serupa dengan ajang-ajang pengembangan bakat remaja seperti muli mekhanai yang diselenggarakan Provinsi Lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bambang menambahkan bagi yang terpilih berkesempatan menjadi ikon dan mitra kerja Kantor Bahasa Provinsi Lampung selama setahun. Selain itu juga, mereka menjadi wakil Provinsi Lampung pada Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional di Pusat Bahasa Jakarta. Apabila wakil Lampung menang di tingkat nasional, akan menjadi ikon dan mitra kerja Pusat Bahasa Jakarta selama setahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendaftaran dibuka pada 1 April 2008 dan akan berakhir pada 9 Mei 2008. "Tempat pendaftaran dilakukan di Kantor Bahasa Provinsi Lampung yang beralamat di Jalan Beringin No. 40 Kompleks Gubernuran, Telukbetung, Bandar Lampung."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persyaratan yang dikenakan di antaranya menguasai bahasa Indonesia, bahasa asing, dan bahasa Lampung secara proporsional. Lalu berusia antara 17 dan 25 tahun, berpenampilan menarik, serta memiliki tinggi dan berat badan yang ideal, yakni 157 sentimeter untuk putri dan 162 sentimeter untuk putra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka wajib menyertakan fotokopi KTP atau kartu identitas lain, foto close up, serta memiliki wawasan budaya Lampung yang memadai," tambah dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta yang akan mengikuti seleksi di bidang kebahasaan akan dilaksanakan pada 13 Mei 2008. Jenis tes yang akan diberikan berupa tes tertulis uji kemahiran berbahasa Indonesia (UKBI), bahasa asing, dan bahasa Lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berdasar pada tes inilah nantinya dipilih 30 peserta terdiri dari putra dan putri yang masuk babak akhir pada 28 Mei 2008," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2008041002281818"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lampung Post&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, Kamis, 10 April 2008&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/599614232927624936-8522618632295523371?l=kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/feeds/8522618632295523371/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=599614232927624936&amp;postID=8522618632295523371' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/8522618632295523371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/8522618632295523371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/2008/12/kantor-bahasa-gelar-pemilihan-duta.html' title='KANTOR BAHASA GELAR PEMILIHAN DUTA BAHASA'/><author><name>KBPL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16084828709541586164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SUbCMBDnCxI/AAAAAAAAACA/Ak51aB4usOs/S220/Copy+1+of+Image028.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-599614232927624936.post-259329075855595324</id><published>2008-12-11T01:00:00.000-08:00</published><updated>2008-12-15T09:52:15.236-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil KBPL'/><title type='text'>KANTOR BAHASA PROVINSI LAMPUNG</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kantor Bahasa Provinsi Lampung berkedudukan sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional, berada di bawah Pusat Bahasa. Dalam melaksanakan tugasnya, baik secara teknis maupun administratif, Kantor Bahasa Provinsi Lampung dibina dan bertanggung jawab kepada Kepala Pusat Bahasa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional (Nomor 157/O/2003), Kantor Bahasa Provinsi Lampung berdiri pada tanggal 17 Oktober 2003. Namun, karena alasan teknis, Kantor Bahasa Provinsi Lampung baru dapat beroperasi pada tanggal 1 Juni 2004. Itu pun peresmiannya baru dilakukan (oleh Kepala Pusat Bahasa, Dr. Dendy Sugono) pada tanggal 23 September 2004, bersamaan dengan kegiatan “Sosialisasi Piagam Kerja Sama antara Pemerintah Daerah Provinsi Lampung dan Pusat Bahasa,” yang dilaksanakan oleh Biro Binsos Sekda Provinsi Lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A. Dasar Kebijakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;UUD Tahun 1945&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pasal 36UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Instruksi Mendagri No. 20 Tahun 1991 tentang Pemasyarakatan Bahasa Indonesia dalam Rangka Memperkukuh Persatuan dan Kesatuan Bangsa&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Instruksi Mendikbud No. 1/U/1992 tentang Peningkatan Usaha Pemasyarakatan Bahasa Indonesia dalam rangka Memperkukuh Persatuan dan Kesatuan Bangsa&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Surat Edaran Mendagri No. 434/102/26 Tahun 1995, 28 Oktober 1995&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pidato Presiden RI pada Peringatan Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 1995&lt;/li&gt;&lt;li&gt;UU No. 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hasil Rapat Koordinasi Pemasyarakatan Bahasa Indonesia pada bulan Mei 2001 (yang dihadiri oleh para Koordinator Pemasyarakatan Bahasa, Wakil Pemerintah Daerah, Ketua Bappeda, dan komisi E DPRD seluruh Indonesia)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keputusan Menteri Pendidikan Nasional tentang Pembentukan Kantor Bahasa, Nomor 157/O/2003, 17 Oktober 2003&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Piagam Kerja Sama antara Pemerintah Daerah Provinsi Lampung dan Pusat Bahasa, Nomor 434/08979/07/2002 dan Nomor 160/Kep/Pb/2002, 21 Mei 2002&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B. Visi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terwujudnya Kantor Bahasa Provinsi Lampung sebagai lembaga penelitian yang unggul dan pusat informasi serta pelayanan yang prima di bidang kebahasaan dan kesastraan (Indonesia dan daerah) di Provinsi Lampung dalam upaya menjadikan bahasa dan sastra sebagai sarana dan wahana pembangun kehidupan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;C. Misi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Meningkatkan mutu bahasa dan sastra&lt;br /&gt;2. Meningkatkan sikap positif masyarakat terhadap bahasa dan sastra&lt;br /&gt;3. Mengembangkan bahan/sarana informasi kebahasaan dan kesastraan&lt;br /&gt;4. Mengembangkan tenaga kebahasaan dan kesastraan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;D. Tugas Pokok dan Fungsi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas pokok Kantor Bahasa Provinsi Lampung adalah melaksanakan penelitian, pengembangan, serta pembinaan bahasa dan sastra di Provinsi Lampung. Sementara itu, fungsi Kantor Bahasa Provinsi Lampung adalah&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;melaksanakan kebijakan teknis Pusat Bahasa di bidang pembinaan dan pengembangan bahasa dan sastra Indonesia;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis di bidang pembinaan dan pengembangan bahasa dan sastra Indonesia di daerah (Provinsi lampung);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;melakukan kerja sama dengan pemerintah daerah (provinsi/kabupaten/kota) dalam merumuskan kebijakan teknis di bidang kebahasaan dan kesastraan daerah.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;E. Wilayah Kerja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wilayah kerja Kantor Bahasa Provinsi Lampung, sesuai dengan namanya, meliputi seluruh wilayah Provinsi Lampung yang mencakupi dua kota dan sembilan kabupaten, yakni&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kota Bandarlampung&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kabupaten Lampung Tengah&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kabupaten Tanggamus&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kabupaten Tulangbawang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kabupaten Waykanan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kota Metro&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kabupaten Lampung Selatan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kabupaten Lampung Utara&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kabupaten Lampung Timur&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kabupaten Lampung Barat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kabupaten Pesawaran&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;F. Struktur Organisasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SUDYXMbA_WI/AAAAAAAAABs/U_1OCFz61Lg/s1600-h/Organisasi.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 218px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SUDYXMbA_WI/AAAAAAAAABs/U_1OCFz61Lg/s320/Organisasi.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278456656261348706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;G. Program Kerja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar dapat mewujudkan visi dan melaksanakan misinya, Kantor Bahasa Provinsi Lampung (selanjutnya disingkat KBPL) harus segera melakukan pembenahan di segala sektor. Dalam kurun waktu lima tahun ke depan (2005—2009) pembenahan yang akan dilakukan KBPL tertuang dalam program kerja berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;I. Peningkatan Mutu Bahasa dan Sastra&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;1.1 Penelitian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan misinya, KBPL akan melakukan penelitian terhadap berbagai aspek bahasa dan sastra Indonesia (termasuk pengajarannya). Dalam upaya menggali dan melestarikan eksistensi bahasa dan sastra Lampung, KBPL juga akan membuka diri, menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah dan/atau pihak-pihak terkait lainnya, untuk melakukan penelitian terhadap berbagai aspek bahasa dan sastra Lampung. Hasil penelitian itu sedapat mungkin akan diterbitkan dan disebarluaskan kepada masyarakat sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan studi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian dapat dilakukan oleh perseorangan (disebut penelitian mandiri) dan dapat pula dilakukan oleh kelompok (disebut penelitian tim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;1.2 Pengembangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebagai tindak lanjut dari program/kegiatan penelitian, KBPL akan melakukan serangkaian kegiatan pengembangan bahasa dan sastra. Kegiatan, yang juga dimaksudkan sebagai pendukung program pembinaan atau pemasyarakatan bahasa dan sastra itu, antara lain berupa penyusunan buku (tata bahasa, kamus, pedoman ejaan, bahan penyuluhan, sejarah sastra, dsb.) dan pengklipingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;II. Pembinaan/Pemasyarakatan Bahasa dan Sastra&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;2.1 Penyuluhan Bahasa yang Baik dan Benar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terpaan arus global yang menawarkan isu perdagangan bebas telah memberikan dampak yang kurang menguntungkan terhadap perkembangan bahasa-bahasa di Indonesia. Bahasa Indonesia, apalagi bahasa daerah, seakan-akan menjadi subordinasi bahasa asing (terutama bahasa Inggris) yang perannya begitu penting dalam komunikasi di bidang Iptek dan ekonomi. Sementara itu, gerakan reformasi yang bergulir sejak 1998 pun telah memberikan corak dan warna tersendiri pada dinamika kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di Indonesia. Tatanan kehidupan yang semula serba sentralistik, termasuk pengelolaan masalah bahasa dan sastra, telah berubah menjadi desentralistik. Sebagai akibatnya, kewenangan pemerintah pusat hanya terbatas pada pengelolaan masalah bahasa dan sastra Indonesia, sedangkan pemerintah daerah terbatas pula pada pengelolaan masalah bahasa dan sastra daerah. Dalam menghadapi perubahan seperti itu, pemerintah pusat dan pemerintah daerah perlu membangun sinergi yang berwawasan jauh ke depan dalam pengelolaan masalah bahasa dan sastra agar upaya pembinaan dan pengembangan bahasa dan sastra Indonesia dapat dilakukan secara berdampingan dengan upaya pembinaan dan pengembangan bahasa dan sastra daerah, termasuk pengajarannya. Strategi untuk memantapkan peran bahasa, meningkatkan mutu bahasa, dan meningkatkan mutu penggunaan bahasa (terutama bahasa Indonesia dan bahasa daerah), dengan demikian, perlu dirumuskan kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan hal tersebut, KBPL siap bekerja sama dengan berbagai pihak (pemerintah daerah, sekolah, organisasi profesi, dll.) untuk mengadakan penyuluhan bahasa dan/atau sastra. Penyuluhan ini diharapkan dapat membekali peserta akan pengetahuan praktis berbahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan jenis/bidang pekerjaan masing-masing peserta, seperti konseptor (surat-menyurat), pembawa acara, orator, wartawan, dan esais.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;2.2 Bengkel Bahasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Keterampilan seseorang dalam berbahasa seharusnya tidak hanya tampak pada saat berbicara (berbahasa secara lisan), tetapi harus tampak juga pada saat menulis (berbahasa secara tulisan). Untuk itu, Kantor Bahasa Provinsi Lampung akan membuat program Bengkel Bahasa.&lt;br /&gt;Program Bengkel Bahasa ini dimaksudkan sebagai tempat berlatih keterampilan berbahasa, baik berbicara (pidato, kotbah, pembawa acara, dsb.) maupun menulis (artikel, esai, makalah, laporan, dsb.). Materi pelatihan ditekankan pada proses kreatif yang berkaitan dengan retorika (bahasa lisan) dan teknik atau cara penggalian, pengklasifikasian, penggeneralisasian, serta penuangan ide ke dalam bentuk tulisan yang memenuhi kriteria kaidah bahasa yang baik dan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta program ini tidak terbatas pada siswa sekolah, tetapi juga masyarakat umum. Pola pelatihan yang diterapkan adalah pola 30 jam (@ 45 menit), dengan rincian 8 jam untuk teori dan 22 jam untuk praktik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;2.3 Bengkel Sastra&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bengkel Sastra merupakan sebuah program pelatihan proses kreatif bersastra. Program Bengkel Sastra, yang akan dilaksanakan secara rutin ini, dimaksudkan sebagai wadah pembinaan apresiasi, ekspresi, dan kreasi karya sastra. Program ini akan mencakup berbagai genre sastra: puisi, prosa, drama (baik tradisional maupun modern), serta kritik/esai sastra. Metode pelatihannya lebih difokuskan pada praktik bersastra, mulai dari cara menangkap momen-momen puitik/dramatik, menggali ide/gagasan kreatif, dan mengembangkan imajinasi, sampai dengan cara mengolah, mengkristalkan, dan mengekspresikan ide/gagasan ke dalam bentuk karya kreatif (puisi, cerpen, drama, dll.), serta olah vokal dan teknik pembacaan/pemanggungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program Bengkel Sastra ditujukan bagi guru dan siswa sekolah (SLTP dan SLTA) se-Provinsi Lampung. Pola yang akan diterapkan adalah 30 jam (@ 45 menit), dengan rincian 8 jam untuk teori dan 22 jam untuk praktik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;2.4 Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Departemen Pendidikan Nasional (melalui Pusat Bahasa) telah mengembangkan instrumen pengukur kemahiran berbahasa Indonesia seseorang. Instrumen, yang kemudian disebut uji kemahiran berbahasa Indonesia (UKBI) itu, atas dasar kerja sama antara Pusat Bahasa dan Direktorat Jenderal Pendidikan Kejuruan, akan diterapkan di SMK pada tahun ajaran 2006/2007, sebagai pengganti ujian nasional (UN) untuk pelajaran Bahasa Indonesia. Secara bertahap UKBI juga akan diterapkan pada berbagai lapisan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehubungan dengan hal itu, KBPL akan mengadakan sosialisasi UKBI kepada guru SMK se-Provinsi Lampung, sebelum menerapkannya kepada siswa SMK. Sosialisasi UKBI juga akan dilakukan bagi berbagai lapisan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan ini akan dilakukan melalui kerja sama antara KBPL dengan sekolah (SMK), Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP), serta Dinas Pendidikan Provinsi/ Kabupaten/Kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;2.5 Siaran di Media Massa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;KBPL akan menggalang kerja sama dengan media massa, baik cetak maupun elektronik, untuk mengadakan siaran pembinaan bahasa dan sastra (Indonesia dan Lampung). Dengan media massa cetak, KBPL akan membuka sebuah rubrik yang dapat secara rutin (seminggu sekali) diikuti (dibaca) masyarakat. Sementara itu, dengan media massa elektronik, KBPL akan membuat sebuah program siaran secara rutin (seminggu sekali) dengan format “dialog” dan/atau “dialog interaktif”. Rubrik dan siaran tersebut akan membahas berbagai masalah praktis dan aktual tentang bahasa dan sastra (Indonesia dan Lampung) agar masyarakat dapat mengetahui (dan bahkan ikut berperan aktif) perkembangan bahasa dan sastra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;2.6 Penerbitan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Agar dapat diketahui dan dinikmati masyarakat, KBPL akan selalu berusaha menerbitkan hasil-hasil penelitian kebahasaan dan kesastraan yang bermutu, baik yang dilakukan oleh pegawai KBPL sendiri maupun orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping menerbitkan hasil penelitian (dalam bentuk buku), KBPL juga akan menerbitkan jurnal ilmiah Kelasa. Jurnal itu akan memuat berbagai artikel, ulasan, dan kajian tentang kebahasaan dan kesastraan (Indonesia dan Lampung), baik yang ditulis oleh tenaga teknis KBPL sendiri maupun yang ditulis oleh peminat bahasa dan sastra umumnya (mahasiswa, guru, dosen, seniman, pejabat, budayawan, dll.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;2.7 Bulan Bahasa dan Sastra&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda, terutama butir ketiga: Menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia, KBPL akan selalu menyelenggaran serangkaian kegiatan yang dikemas dalam Bulan Bahasa dan Sastra. Kegiatan itu akan digelar setiap tahun, pada bulan Oktober.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Bahasa dan Sastra, yang akan diisi dengan berbagai kegiatan kebahasaan dan kesastraan yang bersifat apresiatif (seperti pertemuan sastrawan, pemberian penghargaan, dan lomba itu), tidak hanya melibatkan para siswa/mahasiswa, tetapi juga masyarakat umum. Aneka kegiatan itu diharapkan dapat membangkitkan sikap positif peserta terhadap bahasa (Indonesia) serta mampu meningkatkan apresiasi peserta terhadap karya sastra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;III. Pengembangan Sarana Informasi Kebahasaan dan Kesastraan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebagai tindak lanjut dari program/kegiatan penelitian, KBPL akan melakukan serangkaian kegiatan pengembangan. Kegiatan yang dimaksudkan sebagai pendukung program pembinaan atau pemasyarakatan bahasa dan sastra kepada khalayak luas itu, antara lain, berupa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;3.1 Pengembangan Pustaka Kebahasaan dan Kesastraan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(a) Penyelenggaraan perpustakaan&lt;br /&gt;(b) Penyusunan buku pedoman (tata bahasa, kamus, ejaan, , dsb.).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;3.2 Penyelenggaraan Pertemuan Ilmiah dan Sayembara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebagai wahana dalam upaya pembinaan dan peningkatan kualitas berbahasa dan sastra, KBPL akan menyelenggarakan berbagai pertemuan ilmiah (sarasehan, seminar, lokakarya, dll.) serta berbagai jenis lomba (mendongeng cerita rakyat, berpidato, menulis cerpen, menulis puisi, menulis artikel, dll.).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;IV. Peningkatan Mutu Pegawai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;4.1 Pendidikan Formal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam kurun waktu lima tahun ke depan (2005—2009) KBPL sekurang-kurangnya sudah harus memiliki 10 pegawai berpendidikan S2 dan beberapa pegawai berpendidikan S3. Untuk keperluan itu, KBPL akan mengirimkan pegawainya ke berbagai perguruan tinggi negeri untuk mengikuti program magister (S2) dan program doktor (S3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;4.2 Penataran dan Seminar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk meningkatkan kualitas SDM, KBPL akan mengirimkan pegawainya untuk mengikuti kursus-kursus/penataran-penataran serta seminar-seminar, seperti&lt;br /&gt;a. Pembekalan Ilmu Kebahasaan dan Kesastraan&lt;br /&gt;b. Penataran Penelitian Bahasa&lt;br /&gt;c. Penataran Penelitian Sastra&lt;br /&gt;d. Penataran Pengajaran Bahasa dan sastra&lt;br /&gt;e. Penataran Ketatausahaan&lt;br /&gt;f. Seminar yang diselenggarakan oleh organisasi profesi, seperti HPBI, Hiski, MLI, dan Manasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;V. Peningkatan Pengelolaan/Pelayanan Ketatausahaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di samping terus melakukan koordinasi, secara vertikal (dengan Pusat Bahasa) dan secara horisontal (dengan kantor/balai bahasa di seluruh provinsi), KBPL juga akan melakukan koordinasi ke dalam (pembenahan), terutama dalam hal keuangan, kepegawaian, dan perencanaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;VI. Sarana dan Prasarana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Guna menunjang keterlaksanaan seluruh program kegiatan yang dirancangkan, KBPL memerlukan sarana dan prasarana, seperti gedung kantor, wisma, aula, kendaraan operasional, alat pengolah data, perekam, dan sound system. Gedung KBPL akan dibangun di atas sebidang tanah (luas 2000 m2) secara bertahap, bergantung pada ketersediaan dana. Hak pakai atas tanah yang terletak di Kompleks Dinas Pengembangan Masyarakat Desa, Provinsi Lampung tersebut, telah diberikan oleh Gubernur Lampung kepada Kepala Pusat Bahasa melalui Surat Keputusan Gubernur Lampung, Nomor: G/406/B.VII/HK/2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;VII. Kerja Sama dan Layanan Kebahasaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menyadari akan keterbatasannya, baik sumber daya manusia (SDM) maupun dana, KBPL selalu membuka diri kepada semua pihak untuk menjalin kerja sama dalam segala hal yang berkaitan dengan kebahasaaan dan kesastraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, KBPL juga memberi layanan kebahasaan kepada masyarakat, baik secara perseorangan maupun secara kelembagaan. Dalam hal ini, KBPL akan memberikan jasa konsultasi kebahasaan untuk berbagai keperluan, seperti penyusunan/pembuatan undang-undang dan peraturan-peraturan lainnya serta saksi ahli di pengadilan (untuk kasus-kasus tertentu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PROGRAM KEGIATAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KANTOR BAHASA PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2005 – 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SUDYvMmunRI/AAAAAAAAAB0/Q2QzzGKXRe4/s1600-h/Graphic1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 155px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SUDYvMmunRI/AAAAAAAAAB0/Q2QzzGKXRe4/s320/Graphic1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278457068627336466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/599614232927624936-259329075855595324?l=kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/feeds/259329075855595324/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=599614232927624936&amp;postID=259329075855595324' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/259329075855595324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/259329075855595324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/2008/12/kantor-bahasa-provinsi-lampung.html' title='KANTOR BAHASA PROVINSI LAMPUNG'/><author><name>KBPL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16084828709541586164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SUbCMBDnCxI/AAAAAAAAACA/Ak51aB4usOs/S220/Copy+1+of+Image028.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SUDYXMbA_WI/AAAAAAAAABs/U_1OCFz61Lg/s72-c/Organisasi.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-599614232927624936.post-3515211049165135347</id><published>2008-12-11T00:53:00.000-08:00</published><updated>2008-12-15T09:48:18.158-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil KBPL'/><title type='text'>KANTOR BAHASA PROVINSI LAMPUNG DARI TAHUN KE TAHUN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;TAHUN 2004&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama lebih kurang sepuluh bulan (tepatnya sejak 1 Juni 2004 s.d. 28 April 2005) Kantor Bahasa Provinsi Lampung (KBPL) menumpang di Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Jalan Warsito 72, Bandarlampung, menempati Gedung Darma Wanita. Inventaris KBPL ketika itu hanyalah satu unit komputer (dan printernya), dua buah filing cabinet, serta tiga stel meja-kursi pegawai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pegawai KBPL ketika itu berjumlah 9 orang: 6 tenaga teknis, 1 tenaga administrasi, dan 2 pembantu (honorer). Dari 6 tenaga teknis itu, 1 orang berpendidikan S2 dan sisanya (5 orang) berpendidikan S1. Seorang tenaga administrasi berpendidikan D3 (komputer), dan dibantu 2 tenaga honorer berpendidikan SLTA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kantor Bahasa Provinsi Lampung dipimpin oleh seorang kepala, Drs. Agus Sri Danardana, M.Hum., berstatus pelaksana harian (Plh.). Meskipun SK Pengangkatannya per 1 Januari 2004, Plh. Kepala Kantor Bahasa Provinsi Lampung baru mulai bertugas pada 1 Juni 2004. Begitu pula enam pegawai Kantor Bahasa Provinsi Lampung lainnya. Meskipun SK CPNS-nya per 1 Januari dan ST-nya per 1 Juni tahun yang sama, mereka baru bekerja per 1 Juli 2004.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Foto Pegawai KBPL tahun 2004&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar dapat mewujudkan visi dan melaksanakan misinya, pada tahun 2004 KBPL seharusnya sudah dapat melakukan berbagai kegiatan. Namun, karena terjadi kesalahpahaman antara Pusat Bahasa dan Pemda Provinsi Lampung dalam pengelolaan dana, berbagai kegiatan itu belum dapat dilaksanakan oleh Kantor Bahasa Provinsi Lampung secara optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang telah diketahui bahwa dalam melaksanakan tugas utamanya, yakni melakukan penelitian dan pemasyarakatan bahasa dan sastra Indonesia, pada tahun anggaran 2004 Kantor Bahasa Provinsi Lampung memiliki Bagian Proyek Pembinaan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah yang dibiayai oleh Dana Pembangunan Pusat melalui Proyek Pembinaan Taman Kanak-kanak dan Sekolah Luar Biasa yang dititipkan melalui anggaran Dinas Pendidikan Provinsi Lampung. Karena dianggap dana dekonsentrasi, dana tersebut kemudian diambil (dikelola) oleh Dinas Pendidikan Provinsi Lampung (dengan menunjuk Drs. Kasman Tarigan, staf Subbagian Perlengkapan pada Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, sebagai Pemimpin Bagian Proyek Pembinaan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan petunjuk operasional (PO), dana pada Bagian Proyek Pembinaan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah sebesar Rp200.000.000,00. Dana sebesar itu dialokasikan untuk membiayai empat kelompok kegiatan: (1) administrasi proyek, Rp19.060.000,00, (2) pengadaan alat pengolah data, Rp20.000.000,00, (3) penelitian/penyusunan bahasa dan sastra, Rp104.595.000,00, dan (4) pemasyarakatan bahasa dan sastra, Rp56.345.000,00.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun tidak mengelola dana secara langsung, pada tahun 2004 KBPL dapat melaksanakan tiga kegiatan pemasyarakatan bahasa dan sastra serta memperoleh alat pengolah data. Rincian ketiga jenis kegiatan serta alat pengolah data itu adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;Kegiatan:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Penyuluhan Bahasa Indonesia bagi Guru Bahasa Indonesia SMA Se-Bandarlampung (30 guru, di Taman Budaya Lampung).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lomba Mendongeng bagi Guru TK dan SD Se-Bandarlampung (40 peserta, di Taman Budaya Lampung).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bengkel Sastra bagi Siswa SMA Se-Bandarlampung (30 siswa, di Taman Budaya Lampung).&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Alat Pengolah Data:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Satu unit komputer.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Satu unit printer.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Di samping itu, atas dana Pusat Bahasa, pada tahun 2004 KBPL dapat melakukan lima penelitian (mandiri) dan satu kegiatan pelatihan: Pelatihan Penulisan Artikel bagi Guru SD dan SMP Se-Bandarlampung (30 guru, di SMPN 16 Bandarlampung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan lain yang pernah dilakukan KBPL pada tahun 2004 adalah layanan kebahasaan pada masyarakat. Dalam hal ini KBPL pernah diundang oleh Poltabes Bandarlampung untuk menjadi saksi ahli (bahasa) dalam kasus pencemaran nama baik Presiden dan Wakil Presiden RI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TAHUN 2005&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2005 dapat dikatakan sebagai tahun awal beroperasinya KBPL, secara normal sebagaimana layaknya sebuah kantor. Di samping sudah memiliki dan dapat mengelola anggaran sendiri, KBPL juga mendapat tambahan tenaga (pegawai) serta sarana dan prasarana yang semakin memadai.&lt;br /&gt;Dengan bertambahnya jumlah pegawai, dari 9 orang menjadi 29 orang, KBPL tidak mungkin lagi menempati Gedung Darma Wanita di Kompleks Dinas Pendidikan Provinsi Lampung yang hanya berukuran 6 x 9 meter itu. Oleh karena itu, sejak 28 April 2005 KBPL mengontrak sebuah rumah  di Jalan Raden Saleh No. 10, Tanjungkarang Pusat, Bandarlampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Foto Kantor Bahasa Provinsi Lampung Tahun 2005&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Ketenagaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pegawai KBPL pada tahun 2005 berjumlah 29 orang. Berdasarkan statusnya (sesuai dengan SK), ke-29 orang itu terdiri atas 21 tenaga teknis: 3 S2 dan 18 S1; 3 tenaga administrasi:  1 S1 (ekonomi), 1 D3 (komputer), dan 1 SLTA; serta 5 tenaga honorer: 1 S1 dan 4 SLTA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Foto Pegawai Tahun 2005&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Kegiatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berbagai kegiatan, baik berupa penelitian maupun pemasyarakatan bahasa dan sastra, sudah dilakukan oleh KBPL pada tahun 2005. Penelitian tim berjumlah tiga judul dan penelitian mandiri berjumlah lima belas judul. Baik penelitian tim maupun penelitian mandiri diarahkan pada tiga topik besar yang dicanangkan oleh Pusat Bahasa, yakni pemetaan bahasa, pemerkayaan kosakata, dan sketsa sastra. Penelitian yang mengarah pada pemetaan bahasa berjumlah empat judul, penelitian yang mengarah pada pemerkayaan kosakata berjumlah satu judul, dan penelitian yang mengarah pada sketsa sastra berjumlah tiga belas judul.&lt;br /&gt;Sementara itu, pemasyarakatan bahasa dan sastra yang telah dilakukan KBPL pada tahun 2005 berjumlah sembilan kegiatan. Kesembilan kegiatan tersebut adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(1) Penyuluhan Bahasa Indonesia bagi Guru SD Se-Bandarlampung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(2) Penyuluhan Bahasa Indonesia bagi Guru SD Se-Lampung Tengah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(3) Seminar dan Sosialisasi UKBI bagi Guru BI SMK Se-Bandarlampung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(4) Seminar dan Sosialisasi UKBI bagi Guru BI SMK Se-Lampung Tengah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(5) Bengkel Sastra: Penulisan Cerpen bagi Siswa SLTA Se-Bandarlampung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(6) Bengkel Sastra: Musikalisasi Puisi bagi Siswa SLTA Se-Bandarlampung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(7) Pelatihan Penulisan feature bagi Wartawan Se-Bandarlampung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(8) Sayembara Penulisan Cerpen bagi Remaja Se-Provinsi Lampung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(9) Festival Musikalisasi Puisi bagi Siswa SLTA Se-Provinsi Lampung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu ditambahkan bahwa KBPL juga telah melakukan sosialisasi dan tes UKBI terhadap guru bahasa Indonesia SMK se-Provinsi Lampung. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Lampung, sebagai salah satu mata sajian dalam diklat, dalam enam periode/angkatan dan telah menguji lebih kurang 250 guru bahasa Indonesia SMK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam upaya peningkatan mutu sumber daya manusia, KBPL juga telah menugasi para pegawainya untuk mengikuti berbagai kegiatan, seperti pertemuan ilmiah dan pelatihan, yang diadakan oleh instansi lain. Berbagai kegiatan itu adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Konferensi Internasional Hiski, Palembang, 18—21 Agustus 2005 (4 tenaga teknis)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Seminar Kritik Sastra, Pusat Bahasa, Jakarta, 20—21 September 2005 (5 tenaga teknis)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pertemuan Linguistik ASEAN IV, Hotel Patra Jasa, Jakarta, 29—30 November 2005 (4 tenaga Teknis)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penataran Dialektologi, Pusat Bahasa, Jakarta, 14 November—3 Desember 2005 (2 tenaga teknis)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Seminar Leksikografi, FIB UI Depok, 21—22 Desember 2005 (7 tenaga teknis)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pelatihan Penyusunan LAKIP, Cisarua, Bogor, 9—10 Juni 2005 (1 tenaga administrasi)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sosialisasi UU No. 1 dan No. 15 Tahun 2004, Batam, 23—24 Juni 2005 (2 tenaga administrasi)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bimbingan Teknis Perencanaan Program, Medan, 19—21 Juli 2005 (1 tenaga administrasi)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sosialisasi Waskat, Solo, 28—29 November 2005 (2 tenaga administrasi)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Sarana dan Prasarana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatannya, KBPL telah memiliki sebuah mobil operasional (Honda Stream 1.7 MT), tiga komputer (2 komputer meja dan 1 laptop), satu LCD, satu handycam, dua AC, dan sejumlah mebeler (meja-kursi, almari, dan filing cabinet).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gedung kantor (tiga lantai) pun sudah dimulai pembangunannya. Mengingat ketersediaan dananya terbatas, pembangunan gedung akan dilakukan dalam beberapa tahap. Pada tahap I ini pelaksanaan pembangunannya meliputi pengukuran, pematangan lahan, penalutan, pemagaran, dan pengecoran tiang pancang/pondasi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/599614232927624936-3515211049165135347?l=kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/feeds/3515211049165135347/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=599614232927624936&amp;postID=3515211049165135347' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/3515211049165135347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/3515211049165135347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/2008/12/kantor-bahasa-provinsi-lampung-dari.html' title='KANTOR BAHASA PROVINSI LAMPUNG DARI TAHUN KE TAHUN'/><author><name>KBPL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16084828709541586164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SUbCMBDnCxI/AAAAAAAAACA/Ak51aB4usOs/S220/Copy+1+of+Image028.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-599614232927624936.post-8087497043895269026</id><published>2008-12-09T03:32:00.000-08:00</published><updated>2008-12-15T08:08:08.564-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil KBPL'/><title type='text'>USULAN PERUBAHAN STATUS KBPL MENJADI BALAI BAHASA PROVINSI LAMPUNG</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Letak Geografis Provinsi Lampung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Secara geografis Provinsi Lampung di Timur-Barat terletak antara 105º 50’ dan 103º 40’ Bujur Timur, sedangkan di Utara-Selatan terletak antara 3º 45’ dan 6º 45’ Lintang Selatan. Provinsi Lampung berbatasan dengan Provinsi Sumatera Selatan (sebelah utara); dengan Selat Sunda (sebelah selatan); dengan Laut Jawa (sebelah timur); dan dengan Samudra Indonesia (sebelah barat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya Lampung merupakan sebuah karesidenan. Berdasarkan PP UU No. 14 Tahun 1964, status keresidenan tersebut diubah menjadi provinsi dengan ibukota Tanjungkarang-Telukbetung. Melalui UU No. 24 Tahun 1983, ibukota Provinsi Lampung: Tanjungkarang-Telukbetung itu diubah menjadi Kotamadya Bandarlampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Provinsi Lampung memiliki dua pelabuhan utama, yaitu Pelabuhan Panjang dan Bakauheni. Kedua pelabuhan tersebut merupakan pintu masuk bagi pengguna angkutan darat yang akan menempuh perjalanan menuju kota provinsi yang ada di Pulau Sumatera. Selain pelabuhan, Provinsi Lampung memiliki Bandara Udara Radin Intan II (nama ini merupakan pembaruan dari nama Branti) yang terletak di Kabupaten Lampung Selatan, lebih kurang 28 km ke arah utara dari pusat Kota Bandarlampung.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan Sensus Penduduk Tahun 2000, demografi Provinsi Lampung dapat dilihat pada tabel berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SUDLDGhHSRI/AAAAAAAAAA0/bD49JqR_aNs/s1600-h/SensusTh2000.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 164px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SUDLDGhHSRI/AAAAAAAAAA0/bD49JqR_aNs/s320/SensusTh2000.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278442017427769618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Provinsi Lampung Secara Antropologis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bangsa Indonesia sangat kaya dengan ragam adat istiadat dan corak budaya. Hampir di setiap daerah dan provinsi yang tersebar di Indonesia memiliki sistem adat dan kebudayaan masyarakat yang berbeda satu sama lainnya. Begitu juga dengan Provinsi Lampung yang secara umum masyarakatnya dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu masyarakat adat Peminggir dan masyarakat adat Pepadun.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat adat Peminggir adalah komunitas penduduk yang berkediaman di sepanjang pesisir (termasuk Krui, Ranau, Komering, dan Kayu Agung), sedangkan masyarakat Pepadun adalah komunitas penduduk yang berkediaman di pedalaman Lampung terdiri dari masyarakat Abung, Pubian, Menggala Tulangbawang (Mego Pak), Waykanan, dan Sungkay.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum masyarakat Lampung, baik adat Peminggir maupun adat Pepadun, memiliki kesamaan pada lima prinsip yaitu (1) Pi’il Pesenggiri, (2) Sakay Sambayan, (3) Nemui Nyimah, (4) Nengah Nyappur, dan (5) Bujuluk Beadok. Pi’il Pesenggiri dapat diartikan sebagai prinsip menjaga dan menegakkan nama baik dan martabat baik secara pribadi maupun kelompok. Sakay Sambayan berarti prinsip untuk saling tolong menolong, gotong royong, bahu membahu, dan saling memberi. Nemui Nyimah merupakan prinsip untuk bermurah hati dan beramah tamah terhadap siapa saja dalam pergaulan sehari-hari. Adapun Nengah Nyappur berarti sikap hidup masyarakat Lampung yang selalu membuka diri terhadap perkembangan dan pergaulan masyarakat umum. Terakhir Bujuluk Beadok merupakan adat pemberian gelar kepada penduduk Lampung sebagai panggilan dalam pergaulan bermasyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Gambaran Umum Bahasa Lampung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Salah satu ciri kebudayaan Lampung yang hingga kini masih melekat dalam diri masyarakatnya adalah bahasa Lampung. Awalnya bahasa Lampung dipakai oleh masyarakat asli Sumbagsel yang ada di Provinsi Lampung dan Sumatera Selatan. Para penutur bahasa tersebut lambat laun menamai bahasa mereka dengan bahasa Lampung (untuk masyarakat yang berdomisili di Provinsi Lampung) dan bahasa Komering (untuk masyarakat yang bertempat tinggal di Sumatera Selatan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dilakukan penelitian oleh Van Royen, bahasa Lampung dapat dibagi menjadi dua dialek yaitu dialek Api dan Nyow. Menurut Royen, dialek Api dipakai oleh penutur yang tinggal di daerah Belalau, Peminggir, Teluk Semangka, Teluk Lampung, Tulang Bawang atas, Komering, Krui, Melinting, dan Pubian. Dialek Nyow digunakan oleh penutur yang tinggal di daerah Abung dan Tulang Bawang Selatan. Selain Royen, Irene Tucker, dkk. juga melakukan penelitian yang berhubungan dengan dialek ini. Hasil penelitian mereka menunjukkan bahwa dialek Lampung Nyow digunakan oleh penutur di sepanjang selatan Bengkulu, sekitar Krui, Sanggi, kota Jawa, dan di sebagian Provinsi Lampung. Kosa kata dialek Nyow berbeda dengan bahasa Lampung Pesisir, tetapi 84% memiliki kesamaan secara leksikal untuk daerah Krui dan Ranau. Sedangkan dialek Api digunakan oleh penutur pada hampir seluruh daerah di Lampung Pesisir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa Lampung tersebut untuk saat ini hanya digunakan oleh penutur di lingkungan masyarakat asli Lampung saja. Dalam keadaan nonformal, bahasa Lampung tidak dominan digunakan oleh penduduk setempat, yang lebih dominan digunakan adalah bahasa Melayu-Jakarta yang diikuti bahasa daerah sesuai dengan situasi pemakai dan pemakaiannya yang beragam. Kondisi ini terjadi akibat adanya interaksi kebudayaan yang dibawa oleh beragam etnik yang datang dan menetap di Provinsi Lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, di wilayah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sai Bumi Ruwa Jurai (&lt;/span&gt;sebutan lain untuk Provinsi Lampung) setidaknya terdapat sepuluh bahasa daerah: Lampung, Jawa, Bali, Sunda, Komering, Bugis, Basemah, Batak, Minangkabau, dan Palembang. Sebagai kekayaan daerah, kesepuluh bahasa daerah itu perlu mendapat perhatian secara khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Peningkatan Status: dari Kantor Menjadi Balai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pemaparan seputar profil Kantor Bahasa Provinsi Lampung (sejak tahun 2004 hingga 2006) dan sekelumit pemaparan tentang Provinsi Lampung bertujuan untuk memperlihatkan kondisi KBPL dan Provinsi Lampung yang sebenarnya. Realitas sosial, budaya, dan kondisi geografis yang dihadapi KBPL saat melaksanakan tugasnya menuntut peningkatan status KBPL menjadi Balai Bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peningkatan status KBPL menjadi Balai Bahasa setingkat Eselon III diharapkan dapat membantu kinerja kerja pegawai untuk mencapai visi dan misinya. Kinerja kerja KBPL sampai saat ini sudah cukup efektif. Hal ini terlihat dari pencapaian seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan selama beberapa tahun ini. Namun, keberhasilan pencapaian ini tidak membuat KBPL merasa puas, karena masih banyak daerah (kabupaten atau kota) dan lapisan masyarakat yang belum tersentuh manfaat dari kegiatan-kegiatan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh kegiatan penyuluhan bahasa dan sastra Indonesia yang telah dilaksanakan sejak awal berdirinya KBPL. Hingga tahun 2007 ini KBPL baru mampu menyuluh 300 orang guru SD (dari 10 kabupaten/kota: masing-masing 30 orang). Padahal, menurut data di Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, jumlah guru SD se-Provinsi Lampung 48.947 orang. Begitu pula dengan guru SMP dan SLTA, KBPL baru mampu menyuluh 45 orang (itupun hanya di Bandarlampung) dari lebih kurang 40.000 guru SMP dan SLTA se-Provinsi Lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun-tahun mendatang, bila kegiatan yang akan dilaksanakan semakin banyak dan kebutuhan masyarakat Lampung terhadap penyuluhan bahasa dan sastra semakin meningkat, KBPL jelas akan menghadapi banyak kendala. Di samping masalah sumber daya manusia (baik jumlah dan kualitas pegawai), masalah birokrasi juga perlu mendapat perhatian serius. Tidak jarang dalam melaksanakan tugas, KBPL mendapat hambatan birokrasi. Untuk melakukan pertemuan dengan pejabat setingkat gubernur/walikota/bupati, misalnya, sering gagal hanya karena status kepala KBPL yang masih eselon IV. Artinya, tingkat eselon sebuah instansi masih menjadi ukuran bagi pejabat di Provinsi Lampung dalam melakukan koordinasi dengan instansi lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, tugas pokok tenaga teknis KBPL sebagai peneliti bahasa dan sastra juga mengalami beberapa kendala. Luasnya wilayah daerah pengamatan untuk pemetaan bahasa-bahasa di Provinsi Lampung merupakan salah satu contoh. Tenaga teknis yang memiliki spesialisasi di bidang linguistik masih sangat minim, akibatnya penelitian di bidang ini menjadi agak terhambat. Untuk mengatasi minimnya SDM di bidang ini agar seluruh daerah pengamatan dapat disentuh diperlukan penambahan jumlah tenaga teknis yang handal. Untuk itu, peningkatan jumlah pegawai di KBPL sudah seharusnya diimbangi dengan peningkatan status dari Kantor Bahasa menjadi Balai Bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usulan peningkatan status KBPL menjadi Balai Bahasa Provinsi Lampung ini diajukan setelah mempertimbangkan kondisi KBPL dan letak geografis, sosial, dan budaya Provinsi Lampung. Peningkatan status ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja pegawai dan memperlancar kerjasama KBPL dengan instansi terkait yang ada di Provinsi Lampung. Dengan demikian, visi dan misi KBPL (sebagai UPT Pusat Bahasa) diharapkan juga segera dapat terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/599614232927624936-8087497043895269026?l=kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/feeds/8087497043895269026/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=599614232927624936&amp;postID=8087497043895269026' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/8087497043895269026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/599614232927624936/posts/default/8087497043895269026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/2008/12/profil-kbpl.html' title='USULAN PERUBAHAN STATUS KBPL MENJADI BALAI BAHASA PROVINSI LAMPUNG'/><author><name>KBPL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16084828709541586164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SUbCMBDnCxI/AAAAAAAAACA/Ak51aB4usOs/S220/Copy+1+of+Image028.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_q3S6Cb2d8LA/SUDLDGhHSRI/AAAAAAAAAA0/bD49JqR_aNs/s72-c/SensusTh2000.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
